ٱلرُّوم : ٥٢

  • فَإِنَّكَ maka sesungguhnya kamu
  • لَا kamu tidak
  • تُسۡمِعُ dapat menjadikan mendengar
  • ٱلۡمَوۡتَىٰ orang mati
  • وَلَا dan tidak
  • تُسۡمِعُ kamu menjadikan mendengar
  • ٱلصُّمَّ orang tuli
  • ٱلدُّعَآءَ seruan
  • إِذَا apabila
  • وَلَّوۡاْ mereka berpaling
  • مُدۡبِرِينَ membelakang
Maka sungguh, engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka berpaling ke belakang.1
Catatan kaki
1 *645) Orang kafir itu disamakan Allah dengan orang mati yang tidak mungkin lagi mendengarkan pelajaran-pelajaran. Begitu juga disamakan orang kafir itu dengan orang tuli yang tidak bisa mendengar panggilan sama sekali apabila mereka membelakangi kita.
(Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila) lafal ad-du'aa idzaa dapat dibaca tahqiq dan tashil (mereka itu berpaling membelakangi).