ٱلرُّوم : ٣٠

  • فَأَقِمۡ maka tegakkan/hadapkanlah
  • وَجۡهَكَ wajahmu
  • لِلدِّينِ kepada agama
  • حَنِيفٗاۚ yang lurus
  • فِطۡرَتَ fitrah/ciptaan
  • ٱللَّهِ Allah
  • ٱلَّتِي yang
  • فَطَرَ menciptakan
  • ٱلنَّاسَ manusia
  • عَلَيۡهَاۚ atasnya (menurut fitrah)
  • لَا tidak ada
  • تَبۡدِيلَ perubahan
  • لِخَلۡقِ bagi ciptaan
  • ٱللَّهِۚ Allah
  • ذَٰلِكَ demikian itu
  • ٱلدِّينُ agama
  • ٱلۡقَيِّمُ yang lurus
  • وَلَٰكِنَّ akan tetapi
  • أَكۡثَرَ kebanyakan
  • ٱلنَّاسِ manusia
  • لَا tidak
  • يَعۡلَمُونَ mereka mengetahui
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu.1 Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,
Catatan kaki
1 *639) Fitrah Allah maksudnya ciptaan Allah. Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar.
(Maka hadapkanlah) hai Muhammad (wajahmu dengan lurus kepada agama Allah) maksudnya cenderungkanlah dirimu kepada agama Allah, yaitu dengan cara mengikhlaskan dirimu dan orang-orang yang mengikutimu di dalam menjalankan agama-Nya (fitrah Allah) ciptaan-Nya (yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu) yakni agama-Nya. Makna yang dimaksud ialah, tetaplah atas fitrah atau agama Allah. (Tidak ada perubahan pada fitrah Allah) pada agama-Nya. Maksudnya janganlah kalian menggantinya, misalnya menyekutukan-Nya. (Itulah agama yang lurus) agama tauhid itulah agama yang lurus (tetapi kebanyakan manusia) yakni orang-orang kafir Mekah (tidak mengetahui) ketauhidan atau keesaan Allah.