آلِ عِمْرَان : ٩٤

  • فَمَنِ maka barang siapa
  • ٱفۡتَرَىٰ mengada-adakan
  • عَلَى atas/terhadap
  • ٱللَّهِ Allah
  • ٱلۡكَذِبَ dusta
  • مِنۢ dari
  • بَعۡدِ sesudah
  • ذَٰلِكَ itu/demikian
  • فَأُوْلَٰٓئِكَ maka mereka itu
  • هُمُ mereka
  • ٱلظَّـٰلِمُونَ orang-orang yang dzalim
Maka barang siapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah1 setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zalim.
Catatan kaki
1 Dusta terhadap Allah ialah dengan mengatakan bahwa sebelum Taurat diturunkan, Allah telah mengharamkan beberapa makanan kepada Bani Israil.
(Maka barang siapa yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah sesudah itu) setelah terbukti bahwa diharamkan unta itu ialah dari pihak Yakub bukan di masa Ibrahim (mereka orang-orang yang aniaya) artinya melampaui batas kebenaran hingga jatuh dalam kebatilan.