ٱلْعَنْكَبُوت : ٦٥

  • فَإِذَا maka apabila
  • رَكِبُواْ mereka naik
  • فِي di dalam/di atas
  • ٱلۡفُلۡكِ perahu
  • دَعَوُاْ mereka berdo'a
  • ٱللَّهَ Allah
  • مُخۡلِصِينَ dengan ikhlas
  • لَهُ kepada-Nya
  • ٱلدِّينَ ketaatan/agama
  • فَلَمَّا maka tatkala
  • نَجَّىٰهُمۡ Dia menyelamatkan mereka
  • إِلَى sampai
  • ٱلۡبَرِّ darat
  • إِذَا tiba-tiba
  • هُمۡ mereka
  • يُشۡرِكُونَ mereka mempersekutukan
Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya,1 tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).
Catatan kaki
1 *630) Dengan memurnikan ketaatan semata-mata kepada Allah.
(Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.) Yakni mereka tidak menyeru selain-Nya, karena mereka dalam keadaan kritis dan bahaya, tiada seorang pun yang dapat melenyapkannya melainkan hanya Dia (maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka kembali mempersekutukan) Allah.