ٱلنَّمْل : ٦٨

  • لَقَدۡ sesungguhnya
  • وُعِدۡنَا kami diberi ancaman
  • هَٰذَا ini
  • نَحۡنُ kami
  • وَءَابَآؤُنَا dan bapak-bapak kami
  • مِن dari
  • قَبۡلُ dahulu
  • إِنۡ tidak lain
  • هَٰذَآ ini
  • إِلَّآ kecuali
  • أَسَٰطِيرُ dongengan
  • ٱلۡأَوَّلِينَ orang-orang dahulu
Sejak dahulu kami telah diberi ancaman dengan ini (hari kebangkitan); kami dan nenek moyang kami. Sebenarnya ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu."
(Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan juga bapak-bapak kami dahulu, tiada lain) yakni tidak lain (ini hanyalah dongeng-dongengan orang dahulu kala") lafal Asathir bentuk jamak dari lafal Usthurah, artinya dongeng yang tidak ada kenyataannya, atau cerita dusta.