ٱلْفُرْقَان : ١٨

  • قَالُواْ mereka berkata
  • سُبۡحَٰنَكَ Maha Suci Engkau
  • مَا tidak
  • كَانَ ada
  • يَنۢبَغِي patut
  • لَنَآ bagi kami
  • أَن bahwa
  • نَّتَّخِذَ kami mengambil/menjadikan
  • مِن dari
  • دُونِكَ selain Engkau
  • مِنۡ dari
  • أَوۡلِيَآءَ pelindung
  • وَلَٰكِن tetapi
  • مَّتَّعۡتَهُمۡ Engkau memberi kenikmatan hidup mereka
  • وَءَابَآءَهُمۡ dan bapak-bapak mereka
  • حَتَّىٰ sehingga
  • نَسُواْ mereka lupa
  • ٱلذِّكۡرَ peringatan/mengingat
  • وَكَانُواْ dan adalah mereka
  • قَوۡمَۢا kaum
  • بُورٗا binasa
Mereka (yang disembah itu) menjawab, "Mahasuci Engkau, tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau,1 tetapi Engkau telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup, sehingga mereka melupakan peringatan; dan mereka kaum yang binasa."
Catatan kaki
1 *573) Setelah mereka dikumpulkan bersama-sama dengan apa yang mereka sembah, yaitu malaikat, Uzair, Nabi Isa -'alaihissalām- dan berhala-berhala, dan setelah Allah menanyakan kepada yang disembah itu, apakah mereka yang menyesatkan orang-orang itu ataukah orang-orang itu yang sesat sendiri, maka yang di sembah itu menjawab bahwa tidaklah pantas bagi mereka untuk menyembah selain Allah, apalagi menyuruh orang lain menyembah selain Allah.
(Mereka yang disembah itu menjawab, "Maha Suci Engkau,) dari apa yang tidak layak bagi Engkau (tidaklah patut) tidaklah dibenarkan (bagi kami mengambil selain Engkau) (untuk jadi pelindung) lafal Min Auliyaa berkedudukan menjadi Maf'ul pertama, sedangkan huruf Min adalah Zaidah yang berfungsi mengukuhkan makna Nafi. Lafal sebelumnya berkedudukan menjadi Maf'ul kedua. Maksudnya, mana mungkin kami memerintahkan mereka untuk menyembah kami (akan tetapi Engkau telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan hidup) sebelumnya yaitu di dunia, dengan umur yang panjang dan rezeki yang luas. (Sampai mereka lupa akan peringatan) yakni nasihat dan iman kepada Al-Qur'an (dan mereka adalah kaum yang binasa.") Allah berfirman:.