ٱلْمُؤْمِنُون : ٨٣

  • لَقَدۡ sesungguhnya
  • وُعِدۡنَا kami diancam
  • نَحۡنُ kami
  • وَءَابَآؤُنَا dan bapak-bapak kami
  • هَٰذَا ini
  • مِن dari
  • قَبۡلُ sebelum
  • إِنۡ jika/tidak lain
  • هَٰذَآ ini
  • إِلَّآ kecuali
  • أَسَٰطِيرُ ceritera/dongeng
  • ٱلۡأَوَّلِينَ orang-orang dahulu
Sungguh, yang demikian ini sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu,1 ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu!"
Catatan kaki
1 *556) Diancam dengan hari berbangkit.
(Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman dengan ini) yaitu dengan masalah akan dibangkitkan menjadi hidup kembali sesudah mati (dahulu, tiada lain) tidak lain (ia hanyalah dongengan-dongengan) kebohongan-kebohongan (orang-orang dahulu kala") wazan lafal Asaathiir sama dengan lafal Al Adhaahiik dan Al-A`aajiib, adalah bentuk jamak dari lafal Usthuurah artinya dongengan atau fiksi.