ٱلْمُؤْمِنُون ١٨
- وَأَنزَلۡنَا dan Kami turunkan
- مِنَ dari
- ٱلسَّمَآءِ langit
- مَآءَۢ air
- بِقَدَرٖ dengan kadar/menurut ukuran
- فَأَسۡكَنَّـٰهُ lalu Kami tempatkan/simpan
- فِي di
- ٱلۡأَرۡضِۖ bumi
- وَإِنَّا dan sesungguhnya Kami
- عَلَىٰ atas
- ذَهَابِ menghilangkannya
- بِهِۦ dengannya
- لَقَٰدِرُونَ sungguh berkuasa
Dan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya.
(Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran) berdasarkan kecukupan mereka (lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya) jika demikian mereka pasti akan mati bersama dengan hewan ternak mereka karena kehausan.
Tafsir Surat Al-Mu'minun: 18-22
Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa melenyapkannya. Lalu dengan air itu Kami tumbuhkan untuk kalian kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kalian peroleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kalian makan, dan pohon kayu yang keluar dari Tursina (pohon Zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pelezat makanan bagi orang-orang yang makan. Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kalian, Kami memberi minum kalian dari air susu yang ada di dalam perutnya; dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat manfaat yang banyak untuk kalian, dan sebagian darinya kalian makan, dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kalian diangkut.
Ayat 18
Allah ﷻ menyebutkan tentang nikmat-nikmat-Nya yang telah Dia limpahkan kepada hamba-hamba-Nya. Nikmat-nikmat tersebut tiada terbilang dan tidak terhitung, antara lain adalah menurunkan hujan dari langit dengan takaran tertentu sesuai dengan kebutuhan, tidak terlalu banyak yang akibatnya dapat merusak tanah dan bangunan, dan tidak terlalu sedikit yang akibatnya tidak mencukupi buat tanam-tanaman dan pohon-pohon yang berbuah, melainkan menurut suatu ukuran sesuai dengan kebutuhannya, baik untuk pengairan, untuk minum maupun untuk manfaat lainnya.
Tanah-tanah yang memerlukan air itu banyak karena banyak tanamannya, tetapi tanah-tanah tersebut tidak dapat menampung air hujan karena terdiri atas padang pasir. Maka air didatangkan kepadanya dari negeri lain, seperti yang terjadi di negeri Mesir. Menurut suatu kisah, tanah Mesir dahulunya adalah tanah yang tandus. Allah mengalirkan kepadanya Sungai Nil yang membawa lumpur merah yang hanyut bersama alirannya dari negeri Habsyah di musim hujan.
Maka air datang dengan membawa tanah merah dan menyirami negeri Mesir, sedangkan tanah merah itu menetap di negeri Mesir pada kedua.tepinya, sehingga tanah mesir menjadi subur dan dapat ditanami oleh penduduknya, karena sesungguhnya sebagian besar tanah Mesir terdiri atas padang pasir. Maha Suci Allah Yang Maha Lembut, Maha Waspada, Maha Penyayang lagi Maha Pemaaf.
Firman Allah ﷻ: “Lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi.” (Al-Mu'minun: 18).
Artinya, Kami jadikan air itu bila telah diturunkan dari awan menetap di bumi dan Kami jadikan bumi dapat menerimanya dan menyerapnya sehingga semua bebijian dan bibit-bibit yang ada padanya dapat beroleh makanan dari air itu.
Firman Allah ﷻ: “Dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa melenyapkannya.” (Al-Mu'minun: 18)
Yakni seandainya Kami menghendaki bahwa langit tidak menurunkan hujan, tentulah Kami dapat melakukannya. Seandainya Kami bermaksud menimpakan musibah, tentulah Kami dapat melakukannya, yaitu dengan memalingkan air hujan dari kalian dan mengarahkannya ke tempat-tempat yang tandus, hutan belantara, dan tempat-tempat lainnya yang tak berpenghuni. Dan seandainya Kami menghendaki, tentulah Kami dapat mengubah rasanya menjadi asin sehingga tidak dapat diminum dan tidak dapat dijadikan pengairan, dan Kami dapat melakukannya.
Seandainya Kami menghendaki air hujan yang diturunkan ke bumi menggenang di permukaannya, tentulah Kami dapat melakukannya. Dan seandainya Kami menghendaki setiap kali air hujan turun ke bumi maka ia masuk ke dalam perut bumi sampai jarak yang tidak terjangkau oleh kalian sehingga kalian tidak dapat memanfaatkannya, tentulah Kami dapat melakukannya. Tetapi berkat kelembutan dan rahmat Allah, Dia menurunkan air hujan dari langit berupa air tawar yang menyegarkan, dan mudah diminum.
Lalu Dia menempatkannya di bumi dan mengalirkannya menjadi sumber-sumber air yang pada akhirnya terbentuklah mata air-mata air dan sungai-sungai yang mengalir, sehingga dapat dijadikan sebagai pengairan tanam-tanaman dan pohon-pohonan yang berbuah. Dari air itu kalian minum, demikian pula hewan ternak serta hewan peliharaan kalian; kalian mandi, bersuci, dan membersihkan diri dengan air tersebut. Akhirnya segala puji bagi Allah atas semua karunia-Nya.
Ayat 19
Firman Allah ﷻ: “Lalu dengan air itu Kami tumbuhkan untuk kalian kebun-kebun kurma dan anggur.” (Al-Mu'minun: 19)
Maksudnya, Kami keluarkan bagi kalian melalui air hujan yang Kami turunkan dari langit ke kebun-kebun dan taman-taman “yang berpemandangan indah.” (An-Naml: 60) Maksudnya sangat indah dipandang mata.
Firman Allah ﷻ: “Kurma dan anggur.” (Al-Mu'minun: 19).
Yakni di dalam kebun-kebun itu terdapat pohon kurma dan pohon anggur. Hal ini berdasarkan kondisi geografi yang ada di negeri Hijaz, dan tidak ada bedanya pula dengan yang terjadi di kawasan lainnya; semua buah-buahan yang ada pada mereka termasuk sebagian dari nikmat Allah yang membuat mereka tidak mampu mensyukurinya dengan syukur yang sebenar-benarnya.
Firman Allah ﷻ: “Di dalam kebun-kebun itu kalian peroleh buah-buahan yang banyak.” (Al-Mu'minun: 19)
Yaitu dari semua buah-buahannya. Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: “Dia menumbuhkan bagi kalian dengan air hujan itu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan.” (An-Nahl: 11). Adapun firman Allah ﷻ: “Dan sebagian buah-buahan itu kalian makan.” (Al-Mu'minun: 19) seakan-akan kalimat ini di-ataf-kan kepada sesuatu yang diperkirakan keberadaannya. Bentuk lengkapnya seakan-akan dikatakan, “Kalian dapat memandang keindahan dan kematangannya dan kalian makan sebagiannya ."
Ayat 20
Firman Allah ﷻ: “Dan pohon kayu yang keluar dari Tursina (pohon zaitun).” (Al-Mu'minun: 20)
Yang dimaksud adalah pohon zaitun, sedangkan tur artinya bukit. Sebagian ulama mengatakan, sesungguhnya bukit dinamakan tur bila padanya terdapat pohon-pohonan; tetapi jika tidak ada pohon-pohonan, maka disebut bukit atau gunung, bukan tur. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.
Tursina alias Tur Sinin adalah nama bukit yang padanya Musa diajak bicara langsung oleh Allah ﷻ, begitu pula semua bukit yang ada di sekitarnya yang padanya terdapat pohon zaitun.
Firman Allah ﷻ: “Yang menghasilkan minyak.” (Al-Mu'minun: 20).
Sebagian ulama mengatakan bahwa huruf ba yang ada dalan lafaz ayat ini adalah zaidah, bentuk aslinya ialah tanbutudduhna (tanpa memakai ba). Seperti halnya yang terdapat di dalam ucapan orang-orang Arab, "Alqa Fulanun Biyadihi," artinya si Fulan memukulkan tangannya, yakni yadahu (tanpa memakai ba). Sedangkan menurut pendapat ulama yang mengatakan bahwa ia mengandung fi'il yang tidak disebutkan, maka bentuk lengkapnya ialah yang menghasilkan minyak atau yang dapat menghasilkan minyak. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:
“Dan pelezat makanan bagi orang-orang yang makan.” (Al-Mu'minun: 20).
Yakni dapat dijadikan lauk pauk, menurut Qatadah. Dengan kata lain, buah zaitun itu mengandung manfaat; darinya dapat dihasilkan minyak dan juga dapat dijadikan pelezat makanan. Seperti yang dikatakan oleh Imam Ahmad: Telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Isa, dari Ata Asy-Syami dari Abu Usaid yang nama aslinya Malik ibnu Rabi'ah As-Sa'idi Al-Ansari r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Makanlah minyak zaitun dan jadikanlah sebagai minyak, karena sesungguhnya buah zaitun itu berasal dari pohon yang diberkati.”
Abdur Rahman ibnu Humaid mengatakan di dalam kitab musnad dan kitab tafsirnya: Telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya, dari Umar, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Jadikanlah zaitun sebagai lauk pauk dan berminyaklah dengannya, karena sesungguhnya buah zaitun itu berasal dari pohon yang diberkati.” Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah telah meriwayatkannya melalui berbagai jalur dari Abdur Razzaq. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini tidak dikenal melainkan hanya melaluinya, sedangkan dia (Mudtarib) dalam periwayatannya adakalanya menyebut Umar dalam sanadnya, adakalanya tidak menyebutkannya.
Abul Qasim At-Tabrani mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ahmad ibnu Hambal, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, telah menceritakan kepadaku As-Sa'b ibnu Hakim ibnu Syarik ibnu Namilah, dari ayahnya, dari kakeknya yang menceritakan bahwa ia bertamu ke Umar ibnul Khattab r.a. di malam 'Asyura. Maka Umar menjamunya dengan masakan kepala unta yang sudah dingin dan juga minyak zaitun. Lalu Umar berkata, "Inilah minyak yang diberkati yang telah disebutkan di dalam firman Allah kepada Nabi-Nya."
Ayat 21-22
Firman Allah.ﷻ: “Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kalian, Kami memberi minum kalian dari air susu yang ada di dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat manfaat yang banyak untuk kalian, dan sebagian dari kalian makan, dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kalian diangkut.” (Al-Mu'minun: 21-22)
Allah ﷻ menyebutkan berbagai manfaat yang Dia jadikan pada binatang ternak buat manusia, bahwa mereka dapat minum dari air susunya yang dikeluarkan di antara tahi dan darah, mereka dapat makan dari dagingnya, dapat memakai pakaian dari bulunya, serta menaiki punggungnya dan membawa muatannya ke atas punggungnya menuju negeri yang jauh dari tempat tinggal mereka.
Hal ini disebutkan pula dalam ayat lain melalui firman-Nya: “Dan ia memikul beban-beban kalian ke suatu negeri yang kalian tidak sanggup sampai kepadanya, kecuali dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan diri). Sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (An-Nahl: 7). Dan firman Allah ﷻ yang mengatakan: “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur.” (Yasin: 71-73)
Dan di antara bentuk pemeliharaan Kami adalah bahwa Kami turunkan air tawar dalam berbagai bentuk, dari yang cair hingga butir-an es, dari langit dengan suatu ukuran bagi makhluk ciptaan Kami; lalu untuk memudahkan pemanfaatannya Kami jadikan air itu menetap dan tersimpan di bumi, dan pasti Kami berkuasa pula untuk melenyapkannya, namun Kami tidak melakukannya karena rahmat Kami kepada para makhluk. 19. Kami jadikan air itu tersimpan di bumi, lalu dengan air itu Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur serta kebun-kebun yang lain; di sana, yakni dalam kebun-kebun tersebut, kamu memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan, dan menjadi salah satu jenis makanan yang baik dan menyehatkan.
Lalu Allah menurunkan dari langit air hujan dengan kadar yang diperlukan, tidak terlalu lebat sehingga menimbulkan bencana banjir dan tidak terlalu sedikit sehingga cukup untuk mengairi kebun-kebun yang memerlukannya. Ada pula tanah-tanah yang memerlukan banyak air, akan tetapi tidak tahan menerima hujan yang lebat, maka air yang diperlukan itu didatangkan dari negeri lain melalui sungai-sungai yang besar seperti sungai Nil di Mesir yang bersumber di tengah-tengah benua Afrika. Di samping membawa air yang diperlukan, juga membawa lumpur yang sangat bermanfaat untuk menambah kesuburan. Air dapat tersimpan baik sebagai sungai-sungai, danau-danau dan bahkan sebagian tersimpan dalam bumi sebagai air tanah dangkal maupun air tanah dalam atau sering disebut sebagai groundwater.
Sebagian dari air itu dijadikan Allah menetap dalam bumi untuk mengisi sumur-sumur dan parit-parit yang berfungsi dalam bidang irigasi, dan karena air dalam bumi itu bersentuhan pula dengan lapisan-lapisan logam dan zat kimia lainnya, air itu mengandung unsur-unsur kimiawi yang menambah kesuburan tanah, dan bila lewat di lereng gunung-gunung berapi dapat pula menjadi sumber-sumber air panas yang mengandung belerang, dan dapat dijadikan tempat pemandian air panas yang sangat berguna untuk menyembuhkan penyakit kulit dan sebagainya.
Semua sumber penggunaan air itu, jika dimanfaatkan dengan rasa syukur kehadirat Allah, niscaya akan dapat dinikmati, akan tetapi jika manusia serakah dan merusaknya, maka sesungguhnya Allah berkuasa pula untuk menghilangkannya, terutama bila tempat-tempat itu dipakai untuk perbuatan maksiat.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
“Dan Kami turunkan air dari langit dengan jangka tertentu; maka Kami endapkan dia dalam bumi. Dan Kami pun berkuasa menghabiskannya," (ayat 18).
Setelah pada ayat yang terdahulu Tuhan menyatakan bahwasanya alam yang begitu luas, terdiri dari tujuh jalan panjang, adalah Tuhan yang menjadikan semua. Sesungguhnya Tuhan mengatur perjalanan alam seluas ini, namun makhluk kecil-kecil macam kita ini, sampai kepada hama yang sangat halus sekalipun, tidaklah lepas dari penjagaan Tuhan.
Bagaimana caranya Tuhan memelihara makhluk kecil itu?
Yang pertama sekali makhluk kecil itu ialah bumi sendiri. Apalah arti bumi dibandingkan dengan beribu-ribu bintang di langit. Jika bumi dibandingkan kepada bermiliun bintang-bintang itu, dia hanya laksana sebutir pasir belaka. Di dalam bumi kecil itulah kita manusia ini hidup. Di dalam bumi kecil itu pula makhluk lain selain kita, sejak dari serangga merangkak sampai kepada binatang di hutan, sampai kepada lalat dan nyamuk, yang hinggap dan terbang, tak pernah dilengahkan oleh Tuhan.
Bumi kecil di antara bintang-bintang. Manusia kecil dibandingkaln dengan ikan paus di laut. Dalam nyamuk malaria yang kecil menumpang hama malaria yang hanya nampak jika dilihat dengan mikroskop.
Maka Tuhan turunkan hujan dari langit, yaitu tempat yang tinggi. Turunnya itu dengan jangka tertentu, tidak seturun-turunnya saja. Dijangkakan ruangnya dan waktunya. Dijangkakan pula kekuatan yang terkandung dalam air itu, lalu diendapkan ke bawah kulit bumi. Tetapi kadang-kadang tidak terendapkan (tersimpan) air itu ke bawah, melainkan londang-pondang sehingga bumi tempatnya singgah menjadi gundul, lalu menjadi padang pasir dan tidak dapat ditanami lagi, ainya terus mengalir dengan derasnya ke hilir, tidak ada yang menahan. Dengan adanya endapan air ke dalam tanah, bumi menjadi subur. Apabila tanah telah subur, tumbuhlah di sana apa yang dinamai hidup itu. Hiduplah tumbuh-tumbuhan karena adanya bunga tanah. Apabila tumbuh-, tumbuhan telah hidup, dapat pulalah binatang-binatang hidup pula di sana, sejak dari cacing dan ulat, jangkrik dan kumbang, sampai kepada burung-burung, binatang berkaki empat dan manusia sendiri.
“Maka Kami timbulkan di dalamnya kebun-kebun untuk: kamu, dari korma dan anggur-anggur." (pangkal ayat 19). Dan kecerdikan akal manusia dapatlah
nya, manusia bertebaran mencari makan, seleranya dapat membedakan yang mania, yang pahit, yang asam dan yang pedas. Kian lama manusia kian dapat menyusun mana buah-buahan dan kayu-kayuan itu yang sesuai dengan seleranya, sehingga dibuatnyalah kebun-kebun dan diatunya kebun-kebun itu dengan baik-baik, maka tumbuhlah kebun korma atau kebun anggur. Sedang anggur itu berbagai macam pula ragamnya, ada yang hijau, yang putih dan yang merah. Di samping itu tumbuh pulalah buah-buahan yang lain.
“Dan yntufc kamu pula buah-buahan bermacam-macam banyaknya." Di bukit-bukit sekeliling Jazirah Arab tumbuhlah anggur, korma, zaitun, tin dan buah-buahan yang lain. Betapa pula di bagian dunia yang lain? Negeri kita ini dserah khaluliatiwa berbagai macam pula ragam buah-buahan. Yang tak ada di Jazirah Arab, ada di negeri kita, sebagai juga yang ada di Jazirah Arab tidak ada pada kita. Kita punya durian, rambutan, pepaya, pIsang dengan segala macam ragamnya, kedandang, ﷺo, manggia, duku dan langat, dan lain-lain se-bagainya.
Perlainan ragam buah-buahan karena perubahan iklim bumi, ditentukan pula oleh Qadar atau ukuran air yang diturunkan Tuhan seketika hujan itu turun dan ukuran iklim dserah, sebagai tersebut dalam ayat 18 tadi, “Dan dari-padanyalah kamu makan." (ujung ayat 19). Yakni semua ini dicipta Allah untuk menjadi makanan kamu.
“Dan pohon kayu yang keluar dari bukit Thursina, tumbuh dengan minyak dan.bumbu campuran untuk orang-orang makan." (ayat 20).
Di antaranya ialah semacam kayu yang tumbuh di bukit-bukit Thursina, ataupun di bukit-bukit lain yang sama tanah dan udaranya dengan yang di gunung Thursina itu, seperti pegunungan-pegunungan sekitar Palestina, tanah Syam, bukit-bukit Liharion, kayu itu bernama kayu Zaitun. Minyak zaitun terkenal karena dapat dipergunakan untuk menyalakan lampu atau untuk mengilatkan papan pendiridirig rumah ataupun untuk campuran bumbu makanan.
‘Dan sesungguhnya pada binatang-binatang temak adalah sesuatu yang patut kamu ambil ibarat; Kami beri minum kamu daripada apa yang keluar dari dalam perutnya, dan ada pula yang manfaatnya banyak sekali untuk kamu, daripadanya pula kamu semua makan." (ayat 21). Dari air hujan yang turun dengan jangka tertentu itu hiduplah pula binatang-binatang temak: kambing, unta, sapi, kerbau, domba dan biri-biri. Dagingnya dapat kita makan, air susunya dapat kita minum, bulunya dapat dijadikan pakaian, kulitnya dapat dIsamak dan dijadikan sepatu, sandal atau keperluan-keperluan lain. Dan kita pun dapat diangkat dan diangkut di atas punggung binatang-binatang temak itu. Yang penting dijadikan kendaraan ialah kuda, baghal, keledai dan unta. Kita dapat dibawa dari satu tempat ke tempat yang lain. Kuda dapat dijadikan alat terpenting dalam peperangan (pasukan kavaleri).
His Sign in the creation of the Heavens
Allah says here,
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَايِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ
And indeed We have created above you seven Tara'iq, and We are never unaware of the creation.
After mentioning the creation of man, Allah then mentions the creation of the seven heavens.
Allah often mentions the creation of the heavens and earth alongside the creation of man, as He says elsewhere:
لَخَلْقُ السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ أَكْـبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ
The creation of the heavens and the earth is indeed greater than the creation of mankind. (40:57)
A similar Ayah appears at the beginning of Surah As-Sajdah, which the Messenger of Allah used to recite on Friday mornings. At the beginning it mentions the creation of the heavens and earth, then it says how man was created from semen from clay, and it also discusses the resurrection and rewards and punishments, and other matters.
سَبْعَ طَرَايِقَ
(seven Tara'iq).
Mujahid said,
This means the seven heavens.
This is like the Ayat:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَـوَتُ السَّبْعُ وَالاٌّرْضُ وَمَن فِيهِنَّ
The seven heavens and the earth and all that is therein, glorify Him. (17:44)
أَلَمْ تَرَوْاْ كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَـوَتٍ طِبَاقاً
See you not how Allah has created the seven heavens one above another! (71:15)
اللَّهُ الَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَـوَتٍ وَمِنَ الاٌّرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الاٌّمْرُ بَيْنَهُنَّ لِّتَعْلَمُواْ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمَا
It is Allah Who has created seven heavens and of the earth the like thereof. His command descends between them (heavens and earth), that you may know that Allah has power over all things, and that Allah surrounds all things in (His) knowledge. (65:12)
Similarly, Allah says here:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَايِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ
And indeed We have created above you seven Tara'iq, and We are never unaware of the creation.
meaning, Allah knows what goes into the earth and what comes out of it, what comes down from heaven and what goes up into it. He is with you wherever you are, and Allah sees what you do. No heaven is hidden from Him by another and no earth is hidden from Him by another. There is no mountain but He knows its features, and no sea but He knows what is in its depths. He knows the numbers of what is in the mountains, the hills, the sands, the seas, the landscapes and the trees.
وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَـتِ الاٌّرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلاَّ فِى كِتَـبٍ مُّبِينٍ
And not a leaf falls, but He knows it. There is not a grain in the darkness of the earth nor anything fresh or dry, but is written in a Clear Record. (6:59)
Allah's Signs and Blessings in the Rain, Vegetation, Trees and Cattle
Allah mentions His innumerable blessings to His servants,
وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاء مَاء بِقَدَرٍ
And We sent down from the sky water in measure,
meaning, according to what is needed, not so much that it damages the lands and buildings, and not so little to be insufficient for crops and fruits, but whatever is needed for irrigation, drinking and other benefits. If there is a land that needs a lot of water for its irrigation but its fertile soil would be carried away if rain fell on it, then Allah sends water to it from another land, as in the case of Egypt, which is said to be a barren land. Allah sends the water of the Nile to it, which brings red soil from Ethiopia when it rains there. The water brings the red soil which is used to irrigate the land of Egypt, and whatever of it is deposited is used for agriculture, because the land of Egypt is infertile, and most of it is sand. Glory be to the Subtle One, the All-Knowing, the Most Merciful, the Forgiving.
فَأَسْكَنَّاهُ فِي الاْأَرْضِ
and We gave it lodging in the earth,
means, `when the water comes down from the clouds, We cause it to settle in the earth, and We cause the earth to absorb it and the seeds etc. in the earth to be nourished by it.'
وَإِنَّا عَلَى ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ
and verily, We are able to take it away.
means,
`if We wanted to cause it not to rain, We could do so;
if We wanted to divert it towards the wilderness and wastelands, We could do so;
if We wanted to make it salty so that you could not benefit from it for drinking or irrigation, We could do so;
if We wanted to cause it not to be absorbed by the earth, but to remain on the surface, We could do so;
if We wanted to make it go deep underground where you would not be able to reach it and you could not benefit from it, We could do so.'
But by His grace and mercy, He causes sweet, fresh water to fall on you from the clouds, then it settles in the earth and forms springs and rivers, and you use it to irrigate your crops and fruits, and you drink it and give it to your livestock and cattle, and you bathe and purify yourselves with it. To Him is due the praise and thanks.
فَأَنشَأْنَا لَكُم بِهِ جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ
Then We brought forth for you therewith gardens of date palms and grapes,
means, `from that which We send down from the sky, We bring forth for you gardens and orchards which look beautiful.'
مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ
of date palms and grapes,
These were the kinds of gardens that were known to the people of the Hijaz, but there is no difference between a thing and its counterpart. The people of each region have fruits which are the blessing of Allah given to them, and for which they cannot properly thank Allah enough.
لَّكُمْ فِيهَا فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ
wherein is much fruit for you,
means, of all fruits.
As Allah says elsewhere:
يُنبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالَاعْنَـبَ وَمِن كُلِّ الثَّمَرَتِ
With it (the rain) He causes to grow for you the crops, the olives, the date palms, the grapes, and every kind of fruit. (16:11)
وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
and whereof you eat.
This implies that you look at its beauty, wait for it to ripen, then eat from it
وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِن طُورِ سَيْنَاء
And a tree that springs forth from Tur Sinai,
means the olive tree.
Tur means a mountain.
Some of the scholars said,
It is called Tur if there are trees on it, and if it is bare it is called Jabal, not Tur.
And Allah knows best.
Mount Sinai is the same as Tur Sinin, and it is the mountain on which Allah spoke to Musa bin Imran, peace be upon him, and in the surrounding mountains there are olive trees.
تَنبُتُ بِالدُّهْنِ
that grows oil,
Some scholars think it (linguistically) means that it brings forth oil.
Others say it (linguistically) means comes forth with oil.
Allah said,
وَصِبْغٍ
and relish,
According to Qatadah,
meaning a condiment.
لِّلْكِلِينَ
for the eaters.
means, it contains a beneficial oil and condiment.
Abd bin Humayd recorded in his Musnad and Tafsir from Umar that the Messenger of Allah said:
ايْتَدِمُوا بِالزَّيْتِ وَادَّهِنُوا بِهِ فَإِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَة
Eat (olive) oil as a condiment and apply it as oil, for it comes from a blessed tree.
It was recorded by At-Tirmidhi and Ibn Majah.
Allah's saying;
وَإِنَّ لَكُمْ فِي الاْإَنْعَامِ لَعِبْرَةً نُّسقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُونَ
And verily, in the cattle there is indeed a lesson for you. We give you to drink of that which is in their bellies. And there are, in them, numerous benefits for you, and of them you eat. And on them and on ships you are carried,
Here Allah mentions the benefits He has given to His servants in cattle, for they drink their milk which comes out from between dung and blood, they eat their meat and clothe themselves with their wool and hair, they ride on their backs and carry heavy burdens on them to far away lands, as Allah says:
وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَى بَلَدٍ لَّمْ تَكُونُواْ بَـلِغِيهِ إِلاَّ بِشِقِّ الَانفُسِ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَوُوفٌ رَّحِيمٌ
And they carry your loads to a land that you could not reach except with great trouble to yourselves. Truly, your Lord is full of kindness, Most Merciful. (16:7)
أَوَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَأ أَنْعـماً فَهُمْ لَهَا مَـلِكُونَ
وَذَلَّلْنَـهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ
وَلَهُمْ فِيهَا مَنَـفِعُ وَمَشَـرِبُ أَفَلَ يَشْكُرُونَ
Do they not see that We have created for them of what Our Hands have created, the cattle, so that they are their owners. And We have subdued them unto them so that some of them they have for riding and some they eat. And in them there are benefits for them, and drink. Will they not then be grateful! (36:71-73)
Then We produced for you therewith the Paradises of date palms and vines - these being the most common fruits of the Arabs - wherein is abundant fruit for you, and whereof you eat, in summer and winter.
The addition of the phrase بقدر (In due measure) shows how feeble and utterly powerless man is, because if the very things without which no life can exist exceed a certain limit, they become the cause of death and destruction. Water is a case in point without which no living thing - man or beast - can survive. Torrential rains coming down from the sky cause a deluge which becomes a source of misery for human beings. But Allah is kind and merciful and He sends rains which, while fulfilling man's needs, do not turn into flood except at those places where it is His will that they should be engulfed in water. Another point to consider is that if man was to obtain his daily requirement of water through daily rainfall, that too would cause extreme discomfort and suffering, because he is not by nature adapted to live in an environment where rain falls every day. Moreover the conduct of business would become impossible in such conditions. On the other hand, if the total quantity of water that men would need for a whole year, or for six months or even for three months were to come down in a single downpour and people are told to store their quota of water and use it according to their daily needs, that would be an impossible task because, apart from lack of adequate storage capacity, the water would become foul and unfit for consumption. Therefore Allah has regulated the supply of water in such a way that when rains come, the water saturates the earth and the plants and then it flows into lakes, ponds and natural depressions where it is used by men and animals according to their needs. But the water stored in this manner can only last for a limited time and men of different regions need a continuous supply of fresh water. To meet this eventuality Allah has designed a system by which very large quantities of water are converted into oceans of ice and snow and placed on top of mountains where the atmosphere' is pure and free from pollution. Slowly and gradually the snow melts and the water seeps through the pores in the mountains and flows into the network of underground water channels which carry it to all parts as springs and flow on the surface of the earth as streams, water courses and rivers. This fresh running water provides drinking water to men and animals and irrigates fields which yield food and fodder for all living things. Another part of the water percolates deep into the ground and becomes sub-soil water and is drawn up from wells. This entire design and process is covered in the Qur'an by a simple and short sentence فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ (23:18). A point is also made at the end of the verse that the sub-soil water which is drawn from wells has been placed by merciful Allah at a depth from where it can be drawn easily because by its nature, water flows downwards and could have gone down to a depth from where it would have been impossible to draw it out. This is explained by the sentence وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ and, of course, We are able to take it away. (23:18).