ٱلْأَنْبِيَاء : ٨٩

  • وَزَكَرِيَّآ dan Zakaria
  • إِذۡ tatkala
  • نَادَىٰ dia berseru/berdo'a
  • رَبَّهُۥ Tuhannya
  • رَبِّ ya Tuhanku
  • لَا janganlah
  • تَذَرۡنِي Engkau biarkan aku
  • فَرۡدٗا sendirian
  • وَأَنتَ dan Engkau
  • خَيۡرُ paling baik
  • ٱلۡوَٰرِثِينَ pusaka/waris
Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.1
Catatan kaki
1 *537) Sekiranya Allah tidak mengabulkan doanya, yakni memberi keturunan, Zakaria menyerahkan dirinya kepada Allah, sebab Allah adalah ahli waris yang terbaik.
(Dan) ingatlah kisah (Zakaria) kemudian dijelaskan oleh Badalnya pada ayat selanjutnya (tatkala ia menyeru Rabbnya) melalui doanya yang mengatakan, ("Ya Rabbku! Janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri) tanpa anak yang kelak akan mewarisiku (dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik") yang tetap abadi sesudah semua makhluk-Mu musnah.