ٱلْأَنْبِيَاء : ١٨

  • بَلۡ bahkan/tetapi
  • نَقۡذِفُ Kami melemparkan
  • بِٱلۡحَقِّ dengan yang hak
  • عَلَى atas
  • ٱلۡبَٰطِلِ yang batil
  • فَيَدۡمَغُهُۥ menghancurkannya
  • فَإِذَا maka ia
  • هُوَ dia (yang batil)
  • زَاهِقٞۚ lenyap
  • وَلَكُمُ dan bagimu
  • ٱلۡوَيۡلُ kecelakaan
  • مِمَّا dari apa/dengan sebab
  • تَصِفُونَ kamu mensifatkan
Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya).1
Catatan kaki
1 *531) Sangkaan bahwa Allah mempunyai istri dan anak.
(Sebenarnya Kami melontarkan) yakni melemparkan (yang hak) iman (kepada yang batil) yakni kekafiran (lalu yang hak itu menghancurkannya) yakni melenyapkan yang batil (maka dengan serta merta yang batil itu lenyap) hilang. Asal makna lafal Damaghahu adalah menimpakan pukulan pada otak, yaitu tempat yang mematikan. (Dan bagi kalian) hai orang-orang kafir Mekah (kecelakaan) azab yang keras (disebabkan apa yang kalian sifatkan itu) bahwa Allah mempunyai istri atau anak.