طه : ٨٧

  • قَالُواْ mereka berkata
  • مَآ tidak
  • أَخۡلَفۡنَا kami menyalahi/melanggar
  • مَوۡعِدَكَ perjanjianmu
  • بِمَلۡكِنَا dengan kemauan kami
  • وَلَٰكِنَّا akan tetapi kami
  • حُمِّلۡنَآ kami disuruh membawa
  • أَوۡزَارٗا beban-beban
  • مِّن dari
  • زِينَةِ perhiasan
  • ٱلۡقَوۡمِ kaum
  • فَقَذَفۡنَٰهَا maka kami melemparkan
  • فَكَذَٰلِكَ maka demikian itu
  • أَلۡقَى melemparkan
  • ٱلسَّامِرِيُّ Samiri
Mereka berkata, "Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir'aun) itu, kemudian kami melemparkannya (ke dalam api), dan demikian pula Samiri melemparkannya,1
Catatan kaki
1 *519) Mereka disuruh membawa perhiasan dari emas milik orang-orang Mesir, lalu oleh Samiri dianjurkan agar perhiasan itu dilemparkan ke dalam api yang telah dinyalakannya dalam suatu lubang untuk dijadikan patung berbentuk anak sapi. Kemudian mereka melemparkannya dan diikuti pula oleh Samiri.
(Mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri) lafal Bimalkinaa dapat pula dibaca Bimilkinaa atau Bimulkinaa, artinya dengan kehendak kami sendiri, atau dengan kemauan kami sendiri (tetapi kami disuruh membawa) dapat dibaca Hammalnaa atau Hummilnaa (beban-beban) yakni beban yang berat-berat (dari perhiasan kaum itu) yakni perhiasan milik kaum Firaun, yang mereka pinjam dahulu untuk keperluan pengantin, kini perhiasan itu masih berada di tangan mereka (maka kami telah melemparkannya) kami mencampakkannya ke dalam api atas perintah Samiri (dan demikian pula) sebagaimana kami melemparkannya (Samiri melemparkannya") yakni ia pun ikut melemparkan perhiasan kaum Firaun yang masih ada padanya dan ia melemparkan pula tanah Yang ia ambil dari bekas teracak kuda malaikat Jibril dengan cara seperti berikut ini.