طه : ١٢١

  • فَأَكَلَا maka keduanya memakan
  • مِنۡهَا dari padanya
  • فَبَدَتۡ maka nampak
  • لَهُمَا bagi keduanya
  • سَوۡءَٰتُهُمَا aurat keduanya
  • وَطَفِقَا dan keduanya mulai berbuat
  • يَخۡصِفَانِ keduanya menutupi
  • عَلَيۡهِمَا atas keduanya
  • مِن dari
  • وَرَقِ daun
  • ٱلۡجَنَّةِۚ surga
  • وَعَصَىٰٓ dan durhaka
  • ءَادَمُ Adam
  • رَبَّهُۥ Tuhannya
  • فَغَوَىٰ maka sesatlah dia
Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhan-Nya, dan sesatlah dia.1
Catatan kaki
1 *527) Yang dimaksud "durhaka" di sini ialah melanggar larangan Allah karena lupa, tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surah ini. Dan yang dimaksud dengan "sesat" ialah mengikuti apa yang dibisikkan setan. Kesalahan Adam -'alaihissalām- meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat karena tingginya martabat Adam -'alaihissalām- dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin-pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang, bagaimanapun kecilnya.
(Maka keduanya memakan) yakni Adam dan Hawa (dari buah pohon itu, lalu tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya) yakni keduanya dapat melihat kemaluan masing-masing. Kedua aurat itu dinamakan kemaluan disebabkan jika kelihatan maka orang yang memilikinya menjadi malu (dan mulailah keduanya menutupi) keduanya menempelkan kepada (aurat masing-masing dengan daun-daun yang ada di surga) untuk menutupi auratnya (dan durhakalah Adam kepada Rabbnya dan sesatlah ia) disebabkan memakan buah pohon yang terlarang itu.