مَرْيَم : ٧٥

  • قُلۡ katakanlah
  • مَن barang siapa
  • كَانَ adalah
  • فِي dalam
  • ٱلضَّلَٰلَةِ kesesatan
  • فَلۡيَمۡدُدۡ maka akan memanjangkan
  • لَهُ kepadanya
  • ٱلرَّحۡمَٰنُ Maha Pengasih
  • مَدًّاۚ panjang
  • حَتَّىٰٓ sehingga
  • إِذَا apabila
  • رَأَوۡاْ mereka melihat
  • مَا apa
  • يُوعَدُونَ mereka diancamkan
  • إِمَّا maupun
  • ٱلۡعَذَابَ azab
  • وَإِمَّا dan maupun
  • ٱلسَّاعَةَ hari kiamat
  • فَسَيَعۡلَمُونَ maka mereka akan mengetahui
  • مَنۡ orang/siapa
  • هُوَ dia
  • شَرّٞ lebih jelek
  • مَّكَانٗا tempat/kedudukan
  • وَأَضۡعَفُ dan lebih lemah
  • جُندٗا bala tentara
Katakanlah (Muhammad), "Barangsiapa berada dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pengasih memperpanjang (waktu) baginya;1 sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik azab maupun Kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah bala tentaranya."
Catatan kaki
1 *506) Memanjangkan umur dan membiarkan mereka hidup dalam kesenangan.
(Katakanlah! "Barang siapa yang berada di dalam kesesatan) kalimat ayat ini mengandung syarat sedangkan Jawabnya ialah (maka biarlah diperpanjang) kalimat perintah di sini bermakna kalimat berita, artinya hendaknya diperpanjang (tempo baginya oleh Yang Maha Pemurah dengan sesungguhnya) di dunia ini dengan memperturutkan apa yang ia kehendaki (sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepadanya, baik siksa) seperti dibunuh dan ditahan (maupun kiamat) yang pengertiannya mencakup juga neraka Jahanam tempat mereka dimasukkan ke dalamnya (maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolong-penolongnya") yakni pembantu-pembantunya; apakah mereka ataukah orang-orang yang beriman, pembantu-pembantu mereka adalah setan sedangkan pembantu-pembantu orang-orang yang beriman di dalam menghadapi mereka adalah para Malaikat.