ٱلْكَهْف : ٨٦

  • حَتَّىٰٓ sehingga
  • إِذَا tatkala
  • بَلَغَ dia telah sampai
  • مَغۡرِبَ tempat terbenam
  • ٱلشَّمۡسِ matahari
  • وَجَدَهَا dan dia mendapatkannya
  • تَغۡرُبُ ia terbenam
  • فِي dalam
  • عَيۡنٍ mata (air)
  • حَمِئَةٖ lumpur hitam
  • وَوَجَدَ dan dia mendapatkan
  • عِندَهَا disisinya
  • قَوۡمٗاۖ kaum
  • قُلۡنَا Kami berkata
  • يَٰذَا hai Dzulkarnain
  • ٱلۡقَرۡنَيۡنِ hai Dzulkarnain
  • إِمَّآ adapun
  • أَن bahwa
  • تُعَذِّبَ kamu menyiksa
  • وَإِمَّآ dan adapun
  • أَن bahwa
  • تَتَّخِذَ kamu mengambil
  • فِيهِمۡ dalam/terhadap mereka
  • حُسۡنٗا berbuat kebaikan
Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam,1 dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di sana ditemukannya suatu kaum (tidak beragama). Kami berfirman, "Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka."
Catatan kaki
1 *496) Sampai di pantai sebelah barat, tempat Zulkarnain melihat matahari sedang terbenam.
(Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari) tempat matahari terbenam (dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam) pengertian terbenamnya matahari di dalam laut hanyalah berdasarkan pandangan mata saja, karena sesungguhnya matahari jauh lebih besar daripada dunia atau bumi (dan dia mendapati di situ) di laut itu (segolongan umat) yang kafir (Kami berkata, "Hai Zulkarnain!) dengan melalui ilham (Kamu boleh menyiksa) kaum itu dengan cara membunuh mereka (atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka)" dengan hanya menawan mereka.