ٱلْكَهْف ١٠١
- ٱلَّذِينَ orang-orang yang
- كَانَتۡ adalah
- أَعۡيُنُهُمۡ mata mereka
- فِي dalam
- غِطَآءٍ tertutup
- عَن dari
- ذِكۡرِي peringatan-Ku
- وَكَانُواْ dan adalah mereka
- لَا tidak
- يَسۡتَطِيعُونَ mereka dapat/sanggup
- سَمۡعًا mendengar
(yaitu) orang yang mata (hati)nya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari memperhatikan tanda-tanda (kebesaran)-Ku, dan mereka tidak sanggup mendengar.
(Yaitu orang-orang yang matanya) menjadi Badal atau kata ganti dari lafal Al-Kaafiriina yang pada ayat sebelumnya (dalam keadaan tertutup dari memperhatikan ayat-yat-Ku) yakni Al-Qur'an, karenanya mereka buta tidak dapat mengambil petunjuk darinya (dan adalah mereka tidak sanggup mendengar) artinya, mereka tidak mampu untuk mendengarkan dari nabi apa yang telah dibacakan kepada mereka, karena mereka membencinya, oleh sebab itu mereka tidak beriman kepadanya.
Tafsir Surat Al-Kahfi: 100-102
Dan Kami tampakkan Jahanam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas, yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Ku, dan mereka tidak sanggup mendengar. Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka dapat mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir.
Ayat 100
Allah ﷻ menceritakan tentang apa yang diperbuat-Nya terhadap orang-orang kafir pada hari kiamat nanti, bahwa akan diperlihatkan kepada mereka neraka Jahanam agar mereka melihat azab dan pembalasan yang ada di dalamnya sebelum mereka memasukinya. Dimaksudkan agar hal itu menambah sakit dan sedih mereka sebelum mereka mengalaminya. Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan sebuah hadits melalui Ibnu Mas'ud, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Neraka Jahanam didatangkan pada hari kiamat dengan ditarik oleh tujuh puluh ribu kendali, setiap kendali dipegang oleh tujuh puluh ribu malaikat."
Ayat 101
Kemudian Allah ﷻ menceritakan keadaan mereka melalui firman selanjutnya, "Yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku." (Al-Kahfi: 101) Yaitu mereka lalai, tidak mau tahu, bertekad untuk tidak menerima petunjuk, dan tidak mau mengikuti kebenaran. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya: "Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan). Maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya." (Az-Zukhruf: 36)
Dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya: "Dan mereka tidak sanggup mendengar." (Al-Kahfi: 101) Yakni tidak dapat memahami perintah dan larangan Allah.
Ayat 102
Dalam firman selanjutnya disebutkan: "Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka dapat mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku?" (Al-Kahfi: 102) Artinya, mereka menduga bahwa hal itu akan terjadi pada mereka dan mereka beroleh manfaat darinya. "Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka." (Maryam: 82) Karena itulah maka disebutkan oleh Allah ﷻ bahwa Dia telah menyediakan bagi mereka neraka Jahanam sebagai tempat tinggal mereka di hari kiamat nanti.
101. Mereka yang kafir itu adalah orang-orang yang mata kepala dan hatinya tidak digunakan untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah, baik yang terdapat di alam semesta maupun yang tertulis dalam Kitab Suci. Mata mereka selalu dalam keadaan tertutup sehingga mereka terdorong untuk berpaling dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku yang tersebar di jagad raya, dan mereka juga tidak sanggup dan enggan mendengar apalagi mematuhi seruan yang mengajak menuju kebenaran. 102. Karena sikap yang buruk itu, maka Allah mengkritik keras mereka, yang diungkapkan dalam bentuk pertanyaan. Apakah orang-orang kafir itu menyangka bahwa mereka dapat mengambil dan menjadikan hambahamba-Ku yang saleh, seperti Nabi Isa dan Uzair sebagai tuhan yang disembah dan menjadi penolong mereka di akhirat selain Aku' Sungguh, sikap mereka itu merupakan perilaku yang sesat. Sebagai balasannya, Kami telah menyediakan neraka Jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir yang terus mengingkari keesaan dan kekuasaan-Ku. '.
Ayat ini menjelaskan bahwa azab yang pedih itu disediakan untuk orang-orang yang mata hatinya selalu tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di dunia ini. Mereka tidak pernah memikirkan bukti-bukti kekuasaan-Nya, tidak pernah bertobat kepada Tuhannya, tidak pernah mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, seolah-olah mereka menutup telinga tidak mau mendengar peringatanperingatan dari Allah itu. Azab yang demikian itu ditimpakan kepada mereka sebagai akibat perbuatan mereka berkecimpung (bergelimangan) dalam dosa dan pelanggaran, mengikuti godaan setan masuk dalam perangkap-perangkap yang dipasang oleh setan, sehingga hati mereka dikunci mati oleh Tuhan sehingga tidak dapat lagi mempergunakan mata dan telinganya untuk menerima petunjuk dan kebenaran. Dan Allah menjelaskan bahwa apa-apa yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi manfaat kepada mereka sedikit pun.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
TANDA KIAMAT TELAH DEKAT
Perhatikanlah ayat 98 sebagai perkataan yang keluar dari Dzulqarnain setelah benteng atau bendungan yang teguh itu selesai beliau bangunkan. Beliau berkata bahwa suatu waktu kelak tidak akan ada guna benteng itu lagi. Betapapun kuatnya sekarang, jika datang ketentuan Allah itu, dia akan sama rata saja dengan bumi. Artinya tidak ada lagi nilainya dari segi pertahanan, sebagaimana yang kita lihat pula pada dinding Tembok Cina yang terkenal itu, yang dikerjakan dengan tenaga manusia beribu-ribu dan bertahun-tahun dan beribu kilometer pula panjangnya.
Sekarang hanya jadi sejarah belaka. Karena Tanah Tiongkok yang besar tidak akan dapat dipertahankan lagi dengan benteng seperti demikian, dari sangat majunya alat-alat penyerbuan perang di darat, di laut, dan di udara.
Demikianlah seterusnya yang akan kejadian di antara manusia, zaman demi zaman.
“Maka Kami tinggalkan sebagian dari mereka pada hari itu menggelombang kepada yang sebagian."
(pangkal ayat 99)
Di sini terdapat kalimat yamuju terambil dari kata mauj, yaitu gelombang atau ombak. Allah telah memilih kalimat itu untuk menempatkan bagaimana keadaan manusia di akhir zaman. Batas-batas kepulauan, benua, dan tanah dan kian lama kian hilang dari bertambahnya kemajuan alat-alat pengangkutan. Tidakada satu negeri lagi yang dapat mempertahankan darah keturunan, atau suku dan saka. Kadang-kadang bergelombanglah suatu bangsa berpindah, memboyong dari satu negeri ke lain negeri. Baik karena desakan hidup, mencari tempat kediaman yang subur, seperti selalu terjadi dalam sejarah, ataupun penyerbuan dari sebab peperangan. Ingat saja seperti gelombang besar masuknya tentara Napoleon 800.000 banyaknya, ketika Penyerangan Moskow pada abad kesembilan belas. Ingat saja peperangan-peperangan besar yang terjadi sesudah abad kedua puluh ini dua kali. Kadang-kadang berjuta manusia menggelombang ke atas manusia yang lain. Ada yang terdesak kalah, ada yang habis terhimpit.
Dalam abad kedua puluh ini saja dapatlah kita perhatikan, “Sebagian mereka di hari itu bergelombang ke atas sebagian yang lain" Sehingga gelisahlah dunia ini, beradu, berjumpa, dan berjumpak! Berkonfrontasi. Dan sehari ke sehari kita sebagai manusia yang berakal merasakan betapa hebatnya kegelisahan yang menimpa dunia di masa ini. Setiap waktu dipelopori oleh negara yang besar-besar, orang bersedia akan perang! Akan bergelombang berombak lagi!
“Dan akan ditiup serunai sangkakala" Sesudah entah berapa tahun berhanyut-hanyut, berombak bergelombang, yang sebagian hendak menindas yang lain, bergelombang di atas gelombangnya, maka akan berbunyilah serunai sangkakala. Terompet panggilan atau Sirene pemberitahuan bahwa Kiamat itu telah dekat masanya!
“Maka Kami himpunkanlah mereka sebenar-benar berhimpun."
(ujung ayat 99)
Berapa lama lagikah masanya itu? Seorang pun tidak ada yang dapat menjawabnya, wa-lau Nabi sekalipun! Sebab ukuran waktu bagi Allah lain dengan ukuran waktu bagi kita. Kita mengukur waktu dengan patokan Bumi mengelilingi matahari 24 jam sehari semalam, yang dikumpul menjadi perhitungan bulan dan tahun, sedang kekuasaan Allah meliputi kepada beribu warga matahari lagi, bahkan ada yang lebih besar dari matahari kita.
Berkumpul sebenar-benar berkumpul, artinya tidak ada yang akan ke-tinggalan dan tidak akan ada perbedaan penghargaan. Karena semua manusia sama di sisi Allah. Cuma di atas dunia ini juga manusia yang kerapkali meminta keistimewaan penghargaan. Maka ketika akan menghadapi perhitungan dan penelitian amal, akan samalah segala orang, tidak ada yang mendapat kekecualian.
“Dan Kami pentunjukkan nenaka Jahannam pada hari itu kepada orang-orang yang kafir sejelas-jelasnya."
(ayat 100)
Sebelum dimasukkan ke dalamnya, kepada orang-orang kafir itu telah dipertunjukkan lebih dahulu neraka Jahannain itu, tetapi mereka akan disiksa, sehingga menambah kengerian dan ketakutan. Cobalah pikirkan sendiri, jika dimisalkan sementara hidup di atas dunia ini, kepada orang yang akan dihukum gantung telah diperlihatkan lebih dahulu alat-alat penghukum yang tak dapat tidak mesti dinaikinya.
Di sini dijelaskan lagi siapakah orang-orang yang dikatakan kafir itu?
“(Yaitu) orang-orang yang mata mereka tertutup dart memerhatikan peringatan-Ku."
(pangkal ayat 101)
Meskipun mata itu nyalang dan banyak yang dapat dilihat di sekeliling dirinya peringatan dari Allah tentang nasib buruk orang yang tidak mau mengacuhkan bimbingan Allah, atau kebahagiaan hidup dan ketenteraman jiwa orang yang taat kepada Allah, matanya tertutup dari itu. Dia tidak melihat itu, dia tidak memedulikan.
“Dan adalah mereka tidak sanggup mendengar."
(ujung ayat 101)
Tidak sanggup mendengar artinya bahwa tiap-tiap dibicarakan orang di hadapannya suatu seruan kebenaran, tidak sanggup telinganya mendengarkan, karena hidupnya telah terpukau oleh nafsu-nafsu yang jahat, sampai itu dia merasa berat akan meninggalkan kejahatan itu. Sebab dia merasa lebih baik jangan didengarkan saja seruan-seruan orang kepada Kebenaran itu. Seumpama seorang diajak mendengarkan ajaran-ajaran agama dia tidak mau menuruti ajakan itu karena dia takut kata-kata guru yang mengajar itu akan menyindir dirinya saja. Atau mengancam akan masuk neraka barangsiapa yang melanggar perintah Aliah. Sehingga ada mereka yang mencela ahli-ahli dakwah itu, katanya tidak pandai menarik hati orang, hanya mengancam saja. Padahal yang disampaikan itu bukanlah kehendak orang yang mengatakan itu, melainkan seruan Allah jua, namun telinganya tidak sanggup mendengarkannya, dia takut dikritik.
“Apakah menyangka orang-orang yang kafir Itu bahwa boleh mereka mengambil hamba-hamba-Ku, selain Aku, menjadi pelindung."
(pangkal ayat 102)
Pangkal ayat ini bersifat pertanyaan yang mengandung peningkaran. Tidak seorang pun selain dari Allah yang akan dapat melindungi manusia di segala waktu dan di segala tempat.
Tidak di dunia dan apatah lagi di akhirat. Ketika itu manusia akan berhadapan dengan Allah, akan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan di kala hidup di dunia. Maka segala berhala, segala manusia yang dipuja-puja atau barang benda yang dijadikan pujaan dan persembahan selain dari Allah, tidak ada satu pun yang dapat melindungi pada waktu itu. Semuanya menjadi kecil tidak ada arti di hadapan kekuasaan mutlak Allah.
“Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam untuk orang-orang yang kafir menjadi kediaman."
(ujung ayat 102)
Kalau di dalam ayat 100 di atas tadi diterangkan bahwa Jahannam baru akan diper-tunjukkan saja, maka dalam ayat 102 ini Jahannam tidak lagi semata-mata dipertunjukkan, sebab pemeriksaan sudah bertambah dekat selesai dan orang yang bersangkutan sendiri pun sudah kian merasa jelas ke mana mereka akan dikirim. Kediamannya sudah disediakan, Jahannam!
“Katakanlah, Sukakah kamu, Kami beritahukan kepada kamu yang serugi-rugi amalan?"
(ayat 103)
Yaitu amalan atau usaha yang menghabiskan tenaga, padahal hasilnya tidak ada, bahkan mengecewakan dan merugikan.
"(Yaitu) orang-orang yang sesat usahanya di kata hidup di dunia, padahal mereka menyangka bahwa mereka telah mengerjakan yang baik."
(ayat 104)
Tenaga sudah habis, padahal sejak semula telah sesat memilih jalan. Allah telah menunjukkan dan memimpinkan jalan yang lurus dan bahagia, mereka tidak mau menempuh jalan itu. Mereka membuat jalan sendiri semaunya. Mereka mendahulukan kehendak hati sendiri dan mengabaikan dan tidak mengacuhkan tuntunan Allah. Akhirnya bertemulah sebagai pepatah, “Arang habis besi binasa, tukang mengembus payah saja."
“Mereka itulah orang-orang yang tidak percaya kepada ayat-ayat Allah, mereka dan kepada pertemuan dengan Dia."
(pangkal ayat 105)
Ayat-ayat Allah, baik yang berupa tanda-tanda kebesaran Ilahi ataupun yang berupa perintah, tidak mereka acuhkan. Mereka mengambil tindakan sendiri tanpa memperhatikan bimbingan Allah, dan tidak terbuka dalam perbuatan mereka kepercayaan mereka bahwa sesudah hidup yang sekarang mereka pasti berhadapan dengan Allah untuk mempertanggungjawabkan amalannya."Maka gugurlah amalan-amalan mereka."
Di sini terdapat perkataan habithat yang kita artikan gugur dan dalam bahasa yang popular di Minangkabau ialah melepas hawa.
Arti habithat ialah laksana perut yang gembung besar karena masuk angin. Kelihatan sepintas lalu perutnya besar karena kenyang, padahal isinya hanya angin! Serupa dengan orang yang ditimpa penyakit busung lapar. Maka gugurlah amalan yang tidak mempunyai rencana yang diridhai oleh Allah! Perut gembung isinya tak ada. Akhirnya jadi penyakit. Angin keluar, dan perut yang buncit jadi kempis dan yang keluar itu sangatlah busuknya!
“Seraya tidak akan Kami adakan bagi mereka pertimbangan di hari Kiamat."
(ujung ayat 105)
Sudah pasti begitulah jadinya. Yaitu tidak akan ada amalannya yang patut masuk timbangan di hari Kiamat, karena amalan itu hanya besar bungkus tak berisi. Tidak ada vang penting buat dimasukkan ke dalam mizan (timbangan), tidak ada harganya!
Inilah yang tersebut di dalam sebuah hadits yang dirawikan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah,
“Dari Abu Hurairah, Berkata dia, berkata Nabi ﷺ, “Sesungguhnya akan datanglah seorang laki-laki besar dan gemuk di hari Kiamat itu kelak namun berat timbangannya di sisi Allah tidaklah sampai seberat sehelai sayap nyamuk." (HR Bukhari dan Muslim)
“Demikianlah jadinya! Ganjaran mereka itu ialah Jahannam dart sebab apa yang telah mereka kafirkan itu."
(pangkal ayat 106)
Kalau di ayat 100 Jahannam baru dipertunjukkan dan di ayat 102 Jahannam sudah disediakan maka di ayat 106 Jahannam sudah dijadikan ganjaran yang tidak dapat mereka elakkan lagi. Karena segala sesuatu sejak pemeriksaan yang pertama dijalankan dengan saksama dan adil.
“Dan mereka telah mengambil ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku jadi olok-olok."
(ujung ayat 106)
Mengolok-olokkan ayat-ayat Allah dan rasul-rasul Allah adalah karena kesombongan dan tidak tahu diri, menyangka bahwa hidup itu hanyalah apa yang dihadapi sekarang, tidak ada pegangan dan tidak ada ingatan akan hari esok.
Maka sangatlah penting rentetan ayat-ayat ini menjadi perhatian kita. Yang selalu mencelakakan kita di dalam hidup ini ialah karena tidak tahu diri itu. Karena kesombongan dan tidak mengukur kekuatan, karena tidak mengambil pengajaran dari sesama manusia yang gagal dalam hidup karena kesalahannya. Padahal nanti datanglah penyesalan pada saat yang nasi sudah jadi bubur.
"Hell will be displayed before the Disbelievers on the Day of Resurrection
Allah says:
وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَيِذٍ لِّلْكَافِرِينَ عَرْضًا
And on that Day We shall present Hell to the disbelievers, plain to view.
Allah tells us what He will do to the disbelievers on the Day of Resurrection. He will show Hell to them, meaning He will bring it forth for them to see its punishment and torment before they enter it. This will intensify their distress and grief.
In Sahih Muslim it is recorded that Ibn Mas`ud said,
""The Messenger of Allah said,
يُوْتَى بِجَهَنَّمَ تُقَادُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِسَبْعِينَ أَلْفَ زِمَامٍ مَعَ كُلِّ زِمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَك
Hell will be brought forth on the Day of Resurrection, pulled by means of seventy thousand reins, each of which will be held by seventy thousand angels.
Then Allah says of them
الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاء عَن ذِكْرِي
(To) those whose eyes had been under a covering from My Reminder,
meaning, they neglected it, turning a blind eye and a deaf ear to it, refusing to accept guidance and follow the truth.
As Allah says:
وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَـنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَاناً فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
And whosoever turns away blindly from the remembrance of the Most Gracious, We appoint for him a Shaytan to be a companion for him. (43:36)
And here Allah says:
وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا
and they could not bear to hear (it).
meaning, they did not understand the commands and prohibitions of Allah.
Then He says
أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَن يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِن دُونِي أَوْلِيَاء
Do then those who disbelieved think that they can take My servants as Awliya' (protectors) besides Me!
meaning, do they think that this is right for them and that it is going to benefit them!
كَلَّ سَيَكْفُرُونَ بِعِبَـدَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدّاً
Nay, but they will deny their worship of them, and become opponents to them. (19:82)
إِنَّا أَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ نُزُلاً
Verily, We have prepared Hell as an entertainment for the disbelievers.
Allah says that He has prepared Hell as their abode on the Day of Resurrection
The Greatest Losers in respect of (Their) Deeds
Al-Bukhari recorded from Amr that Mus`ab who said:
""I asked my father -- meaning Sa`d bin Abi Waqqas -- about Allah's saying,
قُلْ هَلْ نُنَبِّيُكُمْ بِالاَْخْسَرِينَ أَعْمَالاً
Say:""Shall We tell you the greatest losers in respect of (their) deeds!""
`Are they the Haruriyyah?'
He said, `No, they are the Jews and Christians.
As for the Jews, they disbelieved in Muhammad, and
as for the Christians, they disbelieved in Paradise and said that there is no food or drink there, and
the Haruriyyah are those who break Allah's covenant after ratifying it.'
Sa`d used to call them Al-Fasiqin (the corrupt).
Ali bin Abi Talib, Ad-Dahhak and others said:
""They are the Haruriyyah,""
so this means, that according to Ali, may Allah be pleased with him, this Ayah includes the Haruriyyah just as it includes the Jews, the Christians and others.
This does not mean that the Ayah was revealed concerning any of these groups in particular; it is more general than that, because the Ayah was revealed in Makkah, before the Qur'an addressed the Jews and Christians, and before the Khawarij existed at all.
So the Ayah is general and refers to everyone who worships Allah in a way that is not acceptable, thinking that he is right in doing that and that his deeds will be accepted, but he is mistaken and his deeds will be rejected, as Allah says:
وُجُوهٌ يَوْمَيِذٍ خَـشِعَةٌ
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ
تَصْلَى نَاراً حَامِيَةً
Some faces, that Day will be humiliated. Laboring, weary. They will enter in the hot blazing Fire. (88:2-4)
وَقَدِمْنَأ إِلَى مَا عَمِلُواْ مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَأءً مَّنثُوراً
And We shall turn to whatever deeds they did, and We shall make such deeds as scattered floating particles of dust. (25:23)
وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَعْمَـلُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْأنُ مَأءً حَتَّى إِذَا جَأءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْياً
As for those who disbelieved, their deeds are like a mirage in a desert. The thirsty one thinks it to be water, until he comes up to it, he finds it to be nothing. (24:39)
And in this Ayah Allah says:
قُلْ هَلْ نُنَبِّيُكُمْ
Say:""Shall We tell you...""
meaning, `Shall We inform you;'
بِالاْاَخْسَرِينَ أَعْمَالاًا
the greatest losers in respect of (their) deeds.
Then Allah explains who they are, and says
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
Those whose efforts have been wasted in this life,
meaning, they did deeds that do not count, deeds that are not in accordance with the prescribed way that is acceptable to Allah.
وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
while they thought that they were acquiring good by their deeds.
means, they thought that there was some basis for their deeds and that they were accepted and loved
أُولَيِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَايِهِ
They are those who deny the Ayat of their Lord and the meeting with Him.
they denied the signs of Allah in this world, the proofs that He has established of His Oneness and of the truth of His Messengers, and they denied the Hereafter.
فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ
So their works are in vain,
فَلَ نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا
and on the Day of Resurrection, We shall assign no weight for them.
means, `We will not make their Balance heavy because it is empty of any goodness.'
Al-Bukhari recorded that Abu Hurayrah said that the Messenger of Allah said:
إِنَّهُ لَيَأْتِي الرَّجُلُ الْعَظِيمُ السَّمِينُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَزِنُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ وَقَالَ اقْرَءُوا إِنْ شِيْتُمْ
فَلَ نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا
A huge fat man will come forward on the Day of Resurrection and he will weigh no more than the wing of a gnat to Allah. Recite, if you wish:
and on the Day of Resurrection, We shall assign no weight for them.
It was also recorded by Muslim
ذَلِكَ جَزَاوُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا
That shall be their recompense, Hell; because they disbelieved,
means, `We will punish them with that because of their disbelief and because they took the signs and Messengers of Allah as a joke, mocking them and disbelieving them in the worst way.'
وَاتَّخَذُوا ايَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا
and took My Ayat and My Messengers for jest.
The Reward of the Righteous Believers
Allah says:
إِنَّ الَّذِينَ امَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلاً
""Verily, those who believe and do righteous deeds, shall have the Gardens of Al-Firdaws for their entertainment.""
Allah tells us about His blessed servants, those who believed in Allah and His Messengers and accepted as truth what the Messengers brought.
He tells us that they will have the Gardens of Al-Firdaws (Paradise).
Abu Umamah said,
""Al-Firdaws is the center of Paradise.""
Qatadah said,
""Al-Firdaws is a hill in Paradise, at its center, the best of it.""
This was also narrated from Samurah and attributed to the Prophet,
الْفِرْدَوْسُ رَبْوَةُ الْجَنَّةِ أَوْسَطُهَا وَأَحْسَنُهَا
Al-Firdaws is a hill in Paradise, at its center, the best of it.
A similar report was narrated from Qatadah from Anas bin Malik, and attributed to the Prophet.
All of the preceding reports were narrated by Ibn Jarir, may Allah have mercy on him.
The following is in the Sahih,
إِذَا سَأَلْتُمُ اللهَ الْجَنَّةَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَعْلَى الْجَنَّةِ وَأَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّة
If you ask Allah for Paradise, then ask Him for Al-Firdaws, for it is the highest part of Paradise, in the middle of Paradise, and from it spring the rivers of Paradise.
نُزُلاً
(entertainment),
means offered to them as hospitality
خَالِدِينَ فِيهَا
Wherein they shall dwell (forever).
means, they will stay there and never leave.
لَاا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلاًا
No desire will they have for removal therefrom.
means, they will never choose or want anything else.
This Ayah tells us how much they love and desire it, even though one might imagine that a person who is to stay in one place forever would get tired and bored of it. But Allah tells us that despite this eternal stay, they will never choose to change or move from where they are.
The Words of the Lord can never be finished
Allah says:
قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِيْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا
Say:""If the sea were ink for the Words of my Lord, surely, the sea would be exhausted before the Words of my Lord would be finished, even if We brought like it for its aid.""
Allah says:`Say, O Muhammad, if the water of the sea were ink for a pen to write down the words, wisdom and signs of Allah, the sea would run dry before it all could be written down.
وَلَوْ جِيْنَا بِمِثْلِهِ
even if We brought like it.
means, another sea, then another, and so on, additional seas to be used for writing. The Words of Allah would still never run out.
As Allah says:
وَلَوْ أَنَّمَا فِى الاٌّرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَمٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِن بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَـتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
And if all the trees on the earth were pens and the sea (were ink), with seven seas behind it to increase it, yet the Words of Allah would not be exhausted. Verily, Allah is All-Mighty, All-Wise. (31:27)
Ar-Rabi` bin Anas said,
""The parable of the knowledge of all of mankind, in comparison to the knowledge of Allah, is that of a drop of water in comparison to all of the oceans.""
Allah revealed that:
قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي
Say:""If the sea were ink for the Words of my Lord, surely, the sea would be exhausted before the Words of my Lord would be finished,
Allah says that even if those oceans were ink for the Words of Allah, and all the trees were pens, the pens would be broken and the water of the sea would run dry, and the Words of Allah would remain, for nothing can outlast them. For no one can comprehend the greatness of Allah or praise Him as He deserves to be praised, except the One Who praises Himself.
Our Lord is as He says He is and He is beyond what we can say.
The blessings of this world, the beginning and end of it, in comparison to the blessings of the Hereafter, are like a mustard seed compared to the entire world.
Muhammad is a Human Being and a Messenger, and the God is One
Allah says to His Messenger Muhammad,
قُلْ
Say,
to these idolators who reject your message to them,
إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ
I am only a man like you.
Whoever claims that I am lying, let him bring something like this that I have brought. For I did not know the Unseen, the matters of the past which you asked me about and I told you about, the story of the people of the Cave and of Dhul-Qarnayn, stories which are true -- I did not know any of this except for what Allah made known to me. And I tell you,
يُوحَى إِلَيَّ
It has been revealed to me,
أَنَّمَا إِلَهُكُمْ
.
that your God,
Who calls you to worship Him,
..
إِلَهٌ وَاحِدٌ
is One God,
with no partner or associate.
فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاء رَبِّهِ
So whoever hopes for the meeting with his Lord,
i.e., hopes for a good reward and recompense,
فَلْيَعْمَلْ عَمَلً صَالِحًا
let him work righteousness,
meaning, in accordance with the prescribed laws of Allah,
وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
and associate none as a partner in the worship of his Lord.
This is what is meant by seeking the pleasure of Allah alone with no associate or partner. These are the two basic features of acceptable deeds:their intent is for the sake of Allah alone, and are done in accordance with the way of the Messenger of Allah.
Imam Ahmad recorded that Mahmud bin Labid said that the Messenger of Allah said:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافَ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الاَْصْغَر
What I fear the most for you is the small Shirk.""
They said:What is the small Shirk, O Messenger of Allah!""
He said,
الرِّيَاءُ
يَقُولُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جَزَىَ النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِي الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً
Showing off (Ar-Riya').
Allah will say on the Day of Resurrection, when the people are rewarded or punished for their deeds, ""Go to the one for whom you were showing off in the world and see if you will find any reward with him.""
Imam Ahmad recorded that Abu Sa`id bin Abi Fadalah Al-Ansari, who was one of the Companions, said:
""I heard the Messenger of Allah say,
إِذَا جَمَعَ اللهُ الاَْوَّلِينَ وَالاْخِرِينَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ نَادَى مُنَادٍ مَنْ كَانَ أَشْرَكَ فِي عَمَلٍ عَمِلَهُ للهِ أَحَدًا فَلْيَطْلُبْ ثَوَابَهُ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللهِ فَإِنَّ اللهَ أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْك
Allah will gather the first and the last on the Day of Resurrection, the Day concerning which there is no doubt. A voice will call out, ""Whoever used to associate anyone with Allah in the deeds which he did, let him seek his reward from someone other than Allah, for Allah is the least in need of any partner or associate.
It was also recorded by At-Tirmidhi and Ibn Majah.
This is the end of the Tafsir of Surah Al-Kahf. Praise be to Allah, the Lord of all that exists."
those [disbelievers] whose eyes (alladheena kaanat a'yunuhum substitutes for al-kaafireena, 'the disbelievers') were masked from My remembrance, namely, Al-Qur'an, such that they were blind, unable to be guided thereby, and who could not [bear to] hear, that is to say, they were unable to listen to what the Prophet used to recite to them, out of spite for him, and so they did not believe therein.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.