ٱلْإِسْرَاء : ٥٧

  • أُوْلَٰٓئِكَ mereka itu
  • ٱلَّذِينَ orang-orang yang
  • يَدۡعُونَ (mereka) seru
  • يَبۡتَغُونَ mereka mencari
  • إِلَىٰ kepada
  • رَبِّهِمُ Tuhan mereka
  • ٱلۡوَسِيلَةَ jalan
  • أَيُّهُمۡ siapa di antara mereka
  • أَقۡرَبُ lebih dekat
  • وَيَرۡجُونَ dan mereka mengharap
  • رَحۡمَتَهُۥ rahmat-Nya
  • وَيَخَافُونَ dan mereka takut
  • عَذَابَهُۥٓۚ azab-Nya
  • إِنَّ sesungguhnya
  • عَذَابَ azab
  • رَبِّكَ Tuhanmu
  • كَانَ adalah
  • مَحۡذُورٗا ditakuti
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan,1 siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti."
Catatan kaki
1 *477) Nabi Isa -'alaihissalām-, para malaikat dan Uzair yang mereka sembah itu menyeru dan mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah.
(Orang-orang yang mereka seru itu) sebagai tuhan-tuhan sesembahan mereka (mereka sendiri mencari)-cari (jalan kepada Rabb mereka) dengan mendekatkan diri melalui ketaatan kepada-Nya (siapakah di antara mereka) lafal ini menjadi badal daripada wawu yang terdapat dalam lafal yabtaghuuna; artinya mencari jalan itu (yang lebih dekat) kepada Allah; maka mengapa mencarinya kepada selain-Nya (dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya) sama dengan orang-orang selain mereka; maka mengapa kalian menganggap mereka sebagai tuhan-tuhan. (Sesungguhnya azab Rabbmu adalah suatu yang harus ditakuti).