هُود : ١٨

  • وَمَنۡ dan siapakah
  • أَظۡلَمُ lebih zalim
  • مِمَّنِ daripada orang
  • ٱفۡتَرَىٰ membuat-buat
  • عَلَى atas/kepada
  • ٱللَّهِ Allah
  • كَذِبًاۚ dusta
  • أُوْلَٰٓئِكَ mereka itu
  • يُعۡرَضُونَ dihadapkan
  • عَلَىٰ atas/kepada
  • رَبِّهِمۡ Tuhan mereka
  • وَيَقُولُ dan berkata
  • ٱلۡأَشۡهَٰدُ para saksi
  • هَٰٓؤُلَآءِ mereka ini
  • ٱلَّذِينَ orang-orang yang
  • كَذَبُواْ (mereka) berdusta
  • عَلَىٰ atas/terhadap
  • رَبِّهِمۡۚ Tuhan mereka
  • أَلَا ingatlah
  • لَعۡنَةُ kutukan
  • ٱللَّهِ Allah
  • عَلَى atas
  • ٱلظَّـٰلِمِينَ orang-orang yang dzalim
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi1 akan berkata, "Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka." Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim,
Catatan kaki
1 *397) Maksud para saksi di sini ialah malaikat, nabi-nabi, dan anggota badannya sendiri.
(Dan siapakah) tidak ada seorang pun (yang lebih lalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah?) dengan menisbatkan sekutu terhadap-Nya dan menganggapnya mempunyai anak. (Mereka itu akan dihadapkan kepada Rabb mereka) kelak di hari kiamat di antara semua makhluk-Nya (dan para saksi akan berkata) lafal asyhaad adalah bentuk jamak dari lafal syahiid yang artinya saksi. Mereka adalah para malaikat; mereka memberikan kesaksian, bahwa para rasul telah menyampaikan risalahnya, adapun orang-orang kafir mereka cap sebagai pendusta ("Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka." Ingatlah, kutukan Allah dilimpahkan atas orang-orang yang lalim) yaitu orang-orang musyrik.