Ash-Shu'ara': 8

Ayat

Terjemahan Per Kata
إِنَّ
sesungguhnya
فِي
pada
ذَٰلِكَ
yang demikian itu
لَأٓيَةٗۖ
benar-benar tanda
وَمَا
dan tidak
كَانَ
ada
أَكۡثَرُهُم
kebanyakan mereka
مُّؤۡمِنِينَ
orang-orang yang beriman

Terjemahan

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

Tafsir

Tafsir Surat Asy-Syu'ara: 1-9 Tha Sim Mim. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan. Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu karena mereka tidak beriman. Jika Kami kehendaki, niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka tengkuk mereka akan tunduk kepadanya. Dan setiap kali datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, mereka selalu berpaling darinya. Sungguh mereka telah mendustakan (Al-Qur'an), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Ayat 1 Adapun penjelasan mengenai huruf-huruf hijaiyah yang mengawali surat-surat Al-Qur'an, kami telah membahasnya dalam permulaan tafsir surat Al-Baqarah. Ayat 2 Firman Allah ﷻ: “Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan.” (Asy-Syu'ara': 2) Yakni ayat-ayat Al-Qur'an ini menjelaskan. Maksudnya, terang, jelas, dan gamblang. Dialah yang memisahkan antara kebenaran dan kebatilan, serta memisahkan antara kesesatan dan petunjuk. Ayat 3 Firman Allah ﷻ: “Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu.” (Asy-Syu'ara': 3) Yaitu karena keinginanmu yang sangat akan keimanan mereka dan kamu menjadi bersedih hati. “Karena mereka tidak beriman.” (Asy-Syu'ara': 3) Ayat ini merupakan hiburan dari Allah ﷻ kepada Rasul-Nya untuk meringankan beban kesedihannya karena orang-orang kafir dari kalangan kaumnya tidak mau beriman. Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: “Maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka.” (Fatir: 8) Dan firman Allah ﷻ: “Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati akibat mereka berpaling.” (Al-Kahfi: 6), hingga akhir ayat. Mujahid, Ikrimah, Qatadah, Atiyyah, Ad-Dahhak, dan Al-Hasan serta lain-lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: “Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu.” (Asy-Syu'ara': 3) Yakni membunuh dirimu sendiri, demikianlah makna bakhi'un. Seperti pengertian yang terdapat di dalam perkataan seorang penyair: “Ingatlah, hai orang yang membunuh dirinya sendiri karena kesedihan, sesungguhnya hal itu terjadi berdasarkan apa yang telah digariskan oleh takdir Tuhan.” Ayat 4 Kemudian Allah ﷻ berfirman: “Jika Kami kehendaki, niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka tengkuk mereka akan tunduk kepadanya.” (Asy-Syu'ara': 4) Maksudnya, sekiranya Kami kehendaki, tentulah Kami akan menurunkan suatu mukjizat yang memaksa mereka untuk beriman secara paksa. Tetapi Kami tidak akan melakukan hal itu karena Kami tidak menghendaki seseorang beriman melainkan berdasarkan kesadaran dirinya. Dalam ayat yang lain disebutkan melalui firman-Nya: “Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang yang beriman semuanya?” (Yunus: 99). Dan firman Allah ﷻ yang mengatakan: “Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu.” (Hud: 118). Takdir Allah telah berlangsung, hikmah-Nya berjalan, serta hujah-Nya (alasan-Nya) telah ditegakkan terhadap makhluk-Nya, yaitu dengan mengutus para rasul kepada mereka dan menurunkan kitab-kitab-Nya kepada mereka. Ayat 5 Firman Allah ﷻ: “Dan setiap kali datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, mereka selalu berpaling darinya.” (Asy-Syu'ara': 5) Artinya, setiap kali datang kepada mereka suatu Kitab dari langit, kebanyakan manusia berpaling darinya. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: “Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.” (Yusuf: 103). “Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.” (Yasin: 30). Dan firman Allah ﷻ yang mengatakan: “Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya.” (Al-Mu-minun: 44), hingga akhir ayat. Karena itulah disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya: Ayat 6 “Sungguh mereka telah mendustakan (Al-Qur'an), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.” (Asy-Syu'ara': 6) Yakni sesungguhnya mereka mendustakan kebenaran yang disampaikan kepada mereka, dan kelak mereka akan mengetahui akibat dari kedustaan mereka di hari kemudian. “Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (Asy-Syu'ara': 227) Kemudian Allah ﷻ mengingatkan tentang kebesaran pengaruh-Nya, keagungan, kekuasaan dan kedudukan-Nya atas orang-orang yang berani menentang utusan-Nya dan mendustakan Kitab-Nya. Dia adalah Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Besar lagi Maha Kuasa, Dialah Yang menciptakan bumi dan menumbuhkan padanya berbagai macam tetumbuhan, pepohonan yang berbuah, dan hewan yang baik. Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari seorang lelaki, dari Asy-Sya'bi, bahwa manusia termasuk ke dalam (pengertian) tetumbuhan bumi (ini). Maka barang siapa yang masuk surga, dia adalah orang yang baik; dan barang siapa yang masuk neraka, maka dia adalah orang yang tercela. Ayat 8 “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah.” (Asy-Syu'ara': 8) Yaitu yang menunjukkan kekuasaan Tuhan Yang menciptakan segala sesuatu, Yang menghamparkan bumi, dan meninggikan bangunan langit. Sekalipun demikian, kebanyakan manusia tidak beriman, bahkan mereka mendustakan rasul-Nya dan kitab-Nya, menentang perintah-Nya dan mengerjakan larangan-Nya. Ayat 9 Firman Allah ﷻ: “Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa.” (Asy-Syu'ara': 9) Artinya, Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu, Yang mengalahkan dan menundukkannya. “Lagi Maha Penyayang.” (Asy-Syu'ara': 9) Yakni terhadap makhluk-Nya. Maka Dia tidak menyegerakan azab-Nya terhadap orang yang durhaka kepada-Nya, bahkan menangguhkan serta memberinya tempo. Setelah itu (jika tidak mau bertobat), Dia akan menghukumnya dengan hukuman Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa. Abul Aliyah, Qatadah, Ar-Rabi ibnu Anas, dan Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Yang Maha Perkasa, artinya Maha Perkasa dalam menimpakan pembalasan-Nya terhadap orang-orang yang menentang perintah-Nya dan menyembah selain-Nya. Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa Tuhan Maha Penyayang terhadap orang yang bertobat kepada-Nya dan memperbaiki amal perbuatannya.

Ash-Shu'ara': 8

×
Open With...
Learn Quran Tafsir App
Open
Browser
×
Bantu Learn Quran Tafsir
untuk
Terus Hidup Memberi Manfaat