ٱلْمُؤْمِنُون ١٧
- وَلَقَدۡ dan sesungguhnya
- خَلَقۡنَا Kami telah menciptakan
- فَوۡقَكُمۡ di atas kamu
- سَبۡعَ tujuh
- طَرَآئِقَ jalan-jalan
- وَمَا dan tidak sekali-kali
- كُنَّا Kami adalah
- عَنِ dari/terhadap
- ٱلۡخَلۡقِ ciptaan
- غَٰفِلِينَ lalai/lengah
Dan sungguh, kami telah menciptakan tujuh (lapis) langit di atas kamu, dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).
(Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kalian tujuh buah jalan) yakni tujuh langit; lafal Tharaaiq ini adalah bentuk jamak dari lafal Thariiqah, dikatakan demikian karena ia adalah jalan-jalan bagi para Malaikat (dan tidaklah Kami terhadap makhluk) yang berada di bawah tujuh langit itu (melupakannya) dengan membiarkan langit itu runtuh menimpa mereka, sehingga mereka binasa semuanya, akan tetapi Kami menahannya supaya jangan runtuh; sebagaimana yang telah disebutkan dalam firman-Nya yang lain, yaitu, "Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi." (Q.S. Al-Hajj, 65).
Tafsir Surat Al-Mu'minun: 17
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kalian tujuh buah jalan (tujuh lapis langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).
Setelah Allah ﷻ menyebutkan tentang kejadian manusia, lalu mengiringinya dengan sebutan penciptaan tujuh lapis langit. Dan banyak di dalam Al-Qur'an Allah ﷻ menyebutkan tentang penciptaan langit dan bumi dikaitkan dengan penciptaan manusia. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia.” (Al-Mumin: 57). Hal yang sama disebutkan pula dalam permulaan surat As-Sajdah yang dibaca oleh Rasulullah ﷺ pada pagi hari jumat, pada permulaannya disebutkan penciptaan langit dan bumi. Kemudian dijelaskan tentang penciptaan manusia yang berasal dari saripati yang berasal dari tanah liat, sebagaimana disebutkan pula di dalam surat As-Sajdah itu tentang hari berbangkit dan masalah-masalah penting lainnya.
Firman Allah ﷻ: “Tujuh buah jalan.” (Al-Mu'minun: 17)
Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud adalah tujuh lapis langit. Ayat ini sama dengan ayat lain yang mengatakan: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.” (Al-Isra: 44). “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?” (Nuh: 15). Dan firman Allah ﷻ yang mengatakan: “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan yang seperti itu pada bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kalian mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (Ath-Thalaq: 12) Demikian pula dalam ayat berikut ini disebutkan dalam firman-Nya:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kalian tujuh jalan (tujuh buah langit), dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).” (Al-Mu'minun: 17).
Yakni Allah mengetahui segala sesuatu yang masuk ke dalam bumi dan yang keluar darinya, dan mengetahui apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke atasnya. Dia selalu bersama kalian di mana pun kalian berada, dan Allah Maha Mengetahui semua yang kalian kerjakan. Dia Yang Maha Suci, tiada terhalang dari pengetahuan-Nya tingginya langit dan tebalnya bumi, juga besarnya gunung, melainkan Dia mengetahui semua yang terdapat di dalamnya. Tiada suatu laut pun, melainkan Dia mengetahui segala sesuatu yang ada di dasarnya. Dia mengetahui semua bilangan makhluk yang ada di gunung-gunung, lereng-lereng, padang-padang pasir, lautan, hutan-hutan, dan rimba belantara.
“Dan tiada sehelai daun pun yang gugur, melainkan Dia mengetahuinya (pula); dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).” (Al-An'am: 59).
Demikianlah kuasa Allah untuk menciptakan manusia melalui tahapan-tahapan yang sangat mengagumkan. Begitu besar nikmat yang Allah karuniakan kepada manusia. Dan di antara nikmat itu adalah bahwa sungguh, Kami telah menciptakan tujuh lapis langit di atas kamu, dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan Kami. Kami akan selalu menjaganya untuk kebaikan manusia dan makhluk hidup lainnya. 18. Dan di antara bentuk pemeliharaan Kami adalah bahwa Kami turunkan air tawar dalam berbagai bentuk, dari yang cair hingga butir-an es, dari langit dengan suatu ukuran bagi makhluk ciptaan Kami; lalu untuk memudahkan pemanfaatannya Kami jadikan air itu menetap dan tersimpan di bumi, dan pasti Kami berkuasa pula untuk melenyapkannya, namun Kami tidak melakukannya karena rahmat Kami kepada para makhluk.
Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menciptakan di atas manusia tujuh lapis langit, sebagian berada di atas sebagian lain yang menjadi tempat peredaran bintang-bintang, yang telah dikenal orang sejak dahulu kala, dan telah ditemukan lagi beberapa bintang lainnya oleh ulama falak pada masa kini. Allah sekali-kali tidaklah lengah terhadap semua ciptaan itu, baik terhadap peredaran-peredaran maupun terhadap yang lainnya, karena peredaran semua planet di angkasa luar itu mengikuti peraturan tertentu. Seandainya Allah lengah terhadapnya, niscaya akan terjadi benturan-benturan planet itu satu sama lain, yang mengakibatkan timbulnya bencana yang tidak dapat diperkirakan kedahsyatannya. Memang itu pun akan terjadi, akan tetapi waktunya nanti pada hari Kiamat, di mana segala sesuatunya telah direncanakan di Lauh Mahfuz.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
“Kemudian itu kamu semuanya akan menjadi bangkai." (ayat 15). Bersyukurlah kamu kepada Tuhan Dari air saringan tanah menjadi darah dan menjadi mani, dalam tempat terpelihara di rahim Ibu akhinya kamu diberi nyawa. Kamu diberi berakal, berfikir, tanggapan, ingatan, khayalan (fantasi) dan diberi tugas oleh Tuhan memikul amanatNya di muka bumi ini.
Kadang-kadang beroleh jayalah kamu dalam hidup. Karena berusaha memhariting tulang, kamu menjadi orang kaya-raya. Karena pintar dan cerdik, kamu menjadi manusia terkemuka. Dengan usaha akal dan fikiranmu, kamu telah membuat sejarah. Kamu telah membangun, kamu telah membuat kota besar. Timbullah rumahtangga, masyarakat dan negara.
Kepintaran manusia telah sangat maju, sehingga telah dapat membuat bom Nuklir dan dapat menembus ruang angkasa dan telah mendarat di bulan. Tetapi ingatlah asal kejadianmu dan ingat pula akhinya kamu akan mati. Kamu tidak akan lama dalam dunia ini. Sebab itu janganlah kamu hendak.menguasai dunia untuk dirimu seorang. Umur kita terlalu pendek jika dibanding dengan umur dunia. Dserah kita terlalu sempit jika dibandingkan dengan luasnya alam. Apa yang tinggal jika kita mati? Adakah hartabenda yang kita kumpulkan, dan pangkat tinggi yang kita capai dan bintang-bintang yang mengIbliss dada akan menolong kita jika Malaikat Maut datang?
Adakah hartabenda ini dibawa ke dalam kubur? Dan masih berharga semuanya itu kalau waktu itu datang?
“Kemudian itu, tamu sesungguhnya di hari kiamat akan dibangkitkan kembali." (ayat 16).
Kepercayaan akan hidup yang kedua kali sesudah mati yang sekarang adalah dasar utama dari iman. Kalau di dalam pengajian disebut bahwa rukun iman 6 perkara, dia pun boleh disimpulkan menjadi dua. Pertama kepercayaan kepada Allah, kedua kepercayaan akan hari kemudian.
“Percaya kepada Allah dan hari kemudian."
kita selama hidup dalam alam dunia ini. Pada waktu itu tidak ada yang dapat diaembunyikan lagi.
Ada orang yang tidak mempunyai kepercayaan dan iman agama, hanya percaya bahwasanya kalau kita jujur, walaupun tidak percaya akan hari kiamat kita pun akan merasa puas juga bekerja, walaupun tidak dihargai manusia. Ada orang berkata bahwa “Sejarah tidak akan berdusta".
Kita ragu akan kebenaran harapan itu. Sebab sejarah itu bIsa diputarbalikkan oleh pencatat sejarah karena pengaruh politik. Dan kalau digantungkan ke sejarah maka malanglah nasib si kecil, karena “orang kecil" tidak tercatat dalam sejarah. Oleh sebab itu pengharapan kepada “catatan" sejarah tidaklah mengamankan hati. Sebab itu dalam ayat-ayat ini diberilah sesuatu yang harus -menjadi pegangan seorang Mu'min. Mula-mula sekali insafilah olehmu bahwa asal-usulmu ialah dari air saringan tanah. Kemudian kamu diguligakan dalam kandungan ibu, kemudian diberi nyawa, dan nyawa diIblissi dengan akal budi. Lalu hidup dalam berituk manusia, beramal dan berusaha, sehingga hilanglah pembicaraan tentang “air saringan tanah", berganti dengan hasil usaha dan amal selama hidup, lalu mati, lalu berbangkit kembali untuk mempertanggungjawabkan amal usaha selama hidup dalam dunia, hidup yang pertama. Dan pada hari itu tidak ada yang tersembunyi lagi. Tidak ada yang akan dikicuhkan lagi oleh sejarah.
“Dan sesungguhnya Kami telah jadikan di atas kamu tujuh jalan. Dan tidaklah Kami sia-siakan (lalaikan) makhluk-makhluk Kami yang lain." (ayat 17).
Pada ayat-ayat di atas untuk memperteguh, lagi iman kita kepada Tuhan, ditarik perhatian kita tentang asal-usul kejadian manusia, dari air saringan tanah. Air saringan tanah jadi darah, darah dIsaring menjadi mani, mani disimpan di tempat yang terpelihara, menjadi segumpal darah pula, membeku menjadi tulang, lalu jadi tulang. Tulang diaelimuti dengan daging lain kembali. Itulah yang bila kita telah cukup waktunya, lalu diberi nyawa. Dan tumbuhlah akal, dan jadilah insan, yang menjadi Khatifatulish di atas bumi ini. Supaya jangan sombong di atas bumi Allah karena ketinggian pengetahuan dan pendapatan-pendapatan baru, diperingatkanlah bahwa selama hidup, akan mati dan berbangkit kembali. Jelaslah betapa kerasnya anjuran Tuhan supaya seorang Mu'min ini mencari dan memperdalam pengetahuan. Karena dengan pengetahuan, iman niscaya akan bertambah:
“Cuma orang-orang yang berpengetahuan sajalah yang akan sanggup
mencapai rasa insaf dan takut kepada Allah.
(Fathir: 28)
His Sign in the creation of the Heavens
Allah says here,
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَايِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ
And indeed We have created above you seven Tara'iq, and We are never unaware of the creation.
After mentioning the creation of man, Allah then mentions the creation of the seven heavens.
Allah often mentions the creation of the heavens and earth alongside the creation of man, as He says elsewhere:
لَخَلْقُ السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ أَكْـبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ
The creation of the heavens and the earth is indeed greater than the creation of mankind. (40:57)
A similar Ayah appears at the beginning of Surah As-Sajdah, which the Messenger of Allah used to recite on Friday mornings. At the beginning it mentions the creation of the heavens and earth, then it says how man was created from semen from clay, and it also discusses the resurrection and rewards and punishments, and other matters.
سَبْعَ طَرَايِقَ
(seven Tara'iq).
Mujahid said,
This means the seven heavens.
This is like the Ayat:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَـوَتُ السَّبْعُ وَالاٌّرْضُ وَمَن فِيهِنَّ
The seven heavens and the earth and all that is therein, glorify Him. (17:44)
أَلَمْ تَرَوْاْ كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَـوَتٍ طِبَاقاً
See you not how Allah has created the seven heavens one above another! (71:15)
اللَّهُ الَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَـوَتٍ وَمِنَ الاٌّرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الاٌّمْرُ بَيْنَهُنَّ لِّتَعْلَمُواْ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمَا
It is Allah Who has created seven heavens and of the earth the like thereof. His command descends between them (heavens and earth), that you may know that Allah has power over all things, and that Allah surrounds all things in (His) knowledge. (65:12)
Similarly, Allah says here:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَايِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ
And indeed We have created above you seven Tara'iq, and We are never unaware of the creation.
meaning, Allah knows what goes into the earth and what comes out of it, what comes down from heaven and what goes up into it. He is with you wherever you are, and Allah sees what you do. No heaven is hidden from Him by another and no earth is hidden from Him by another. There is no mountain but He knows its features, and no sea but He knows what is in its depths. He knows the numbers of what is in the mountains, the hills, the sands, the seas, the landscapes and the trees.
وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَـتِ الاٌّرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلاَّ فِى كِتَـبٍ مُّبِينٍ
And not a leaf falls, but He knows it. There is not a grain in the darkness of the earth nor anything fresh or dry, but is written in a Clear Record. (6:59)
Allah's Signs and Blessings in the Rain, Vegetation, Trees and Cattle
Allah mentions His innumerable blessings to His servants,
وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاء مَاء بِقَدَرٍ
And We sent down from the sky water in measure,
meaning, according to what is needed, not so much that it damages the lands and buildings, and not so little to be insufficient for crops and fruits, but whatever is needed for irrigation, drinking and other benefits. If there is a land that needs a lot of water for its irrigation but its fertile soil would be carried away if rain fell on it, then Allah sends water to it from another land, as in the case of Egypt, which is said to be a barren land. Allah sends the water of the Nile to it, which brings red soil from Ethiopia when it rains there. The water brings the red soil which is used to irrigate the land of Egypt, and whatever of it is deposited is used for agriculture, because the land of Egypt is infertile, and most of it is sand. Glory be to the Subtle One, the All-Knowing, the Most Merciful, the Forgiving.
فَأَسْكَنَّاهُ فِي الاْأَرْضِ
and We gave it lodging in the earth,
means, `when the water comes down from the clouds, We cause it to settle in the earth, and We cause the earth to absorb it and the seeds etc. in the earth to be nourished by it.'
وَإِنَّا عَلَى ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ
and verily, We are able to take it away.
means,
`if We wanted to cause it not to rain, We could do so;
if We wanted to divert it towards the wilderness and wastelands, We could do so;
if We wanted to make it salty so that you could not benefit from it for drinking or irrigation, We could do so;
if We wanted to cause it not to be absorbed by the earth, but to remain on the surface, We could do so;
if We wanted to make it go deep underground where you would not be able to reach it and you could not benefit from it, We could do so.'
But by His grace and mercy, He causes sweet, fresh water to fall on you from the clouds, then it settles in the earth and forms springs and rivers, and you use it to irrigate your crops and fruits, and you drink it and give it to your livestock and cattle, and you bathe and purify yourselves with it. To Him is due the praise and thanks.
فَأَنشَأْنَا لَكُم بِهِ جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ
Then We brought forth for you therewith gardens of date palms and grapes,
means, `from that which We send down from the sky, We bring forth for you gardens and orchards which look beautiful.'
مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ
of date palms and grapes,
These were the kinds of gardens that were known to the people of the Hijaz, but there is no difference between a thing and its counterpart. The people of each region have fruits which are the blessing of Allah given to them, and for which they cannot properly thank Allah enough.
لَّكُمْ فِيهَا فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ
wherein is much fruit for you,
means, of all fruits.
As Allah says elsewhere:
يُنبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالَاعْنَـبَ وَمِن كُلِّ الثَّمَرَتِ
With it (the rain) He causes to grow for you the crops, the olives, the date palms, the grapes, and every kind of fruit. (16:11)
وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
and whereof you eat.
This implies that you look at its beauty, wait for it to ripen, then eat from it
وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِن طُورِ سَيْنَاء
And a tree that springs forth from Tur Sinai,
means the olive tree.
Tur means a mountain.
Some of the scholars said,
It is called Tur if there are trees on it, and if it is bare it is called Jabal, not Tur.
And Allah knows best.
Mount Sinai is the same as Tur Sinin, and it is the mountain on which Allah spoke to Musa bin Imran, peace be upon him, and in the surrounding mountains there are olive trees.
تَنبُتُ بِالدُّهْنِ
that grows oil,
Some scholars think it (linguistically) means that it brings forth oil.
Others say it (linguistically) means comes forth with oil.
Allah said,
وَصِبْغٍ
and relish,
According to Qatadah,
meaning a condiment.
لِّلْكِلِينَ
for the eaters.
means, it contains a beneficial oil and condiment.
Abd bin Humayd recorded in his Musnad and Tafsir from Umar that the Messenger of Allah said:
ايْتَدِمُوا بِالزَّيْتِ وَادَّهِنُوا بِهِ فَإِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَة
Eat (olive) oil as a condiment and apply it as oil, for it comes from a blessed tree.
It was recorded by At-Tirmidhi and Ibn Majah.
Allah's saying;
وَإِنَّ لَكُمْ فِي الاْإَنْعَامِ لَعِبْرَةً نُّسقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُونَ
And verily, in the cattle there is indeed a lesson for you. We give you to drink of that which is in their bellies. And there are, in them, numerous benefits for you, and of them you eat. And on them and on ships you are carried,
Here Allah mentions the benefits He has given to His servants in cattle, for they drink their milk which comes out from between dung and blood, they eat their meat and clothe themselves with their wool and hair, they ride on their backs and carry heavy burdens on them to far away lands, as Allah says:
وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَى بَلَدٍ لَّمْ تَكُونُواْ بَـلِغِيهِ إِلاَّ بِشِقِّ الَانفُسِ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَوُوفٌ رَّحِيمٌ
And they carry your loads to a land that you could not reach except with great trouble to yourselves. Truly, your Lord is full of kindness, Most Merciful. (16:7)
أَوَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَأ أَنْعـماً فَهُمْ لَهَا مَـلِكُونَ
وَذَلَّلْنَـهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ
وَلَهُمْ فِيهَا مَنَـفِعُ وَمَشَـرِبُ أَفَلَ يَشْكُرُونَ
Do they not see that We have created for them of what Our Hands have created, the cattle, so that they are their owners. And We have subdued them unto them so that some of them they have for riding and some they eat. And in them there are benefits for them, and drink. Will they not then be grateful! (36:71-73)
And We sent down water out of the sky in measure, that suffices them, and We lodged it within the earth; and We are indeed able to take it away, so that they die of thirst together with their livestock.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَائِقَ
And We created upon you seven paths (heavens) - 23:17
طَرَائِقَ is the plural of طَرِیقَۃ which may also be used as a synonym for طَبقَہ (tier) in which case the meaning would be that Allah created seven skies overhead row upon row in tiers. The other and more common meaning of the word طَرِیقَۃ is "road" or "passage" in which case the verse would mean that these skies provide a path for the angels who bring commands from Allah to the earth.
وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ (And We were never neglectful of the creation - 23:17). The verse means that Allah did not just abandon man after creating him, but was ever mindful of his needs and provided the means for his sustenance and growth. To this end He first created the skies and from the skies He sent forth rains upon the earth which then produced food for men's nourishment.
The Divine system of providing water to meet human needs
وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ
And We sent down water from the sky in due measure, then We lodged it in the earth, and of course, We are able to take it away. - 23:18