ٱلْحَجّ : ٣٢

  • ذَٰلِكَۖ demikianlah
  • وَمَن dan barangsiapa
  • يُعَظِّمۡ memuliakan/menghormati
  • شَعَٰٓئِرَ syi'ar-syi'ar
  • ٱللَّهِ Allah
  • فَإِنَّهَا maka sesungguhnya itu
  • مِن dari
  • تَقۡوَى ketakwaan
  • ٱلۡقُلُوبِ hati
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah,1 maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.
Catatan kaki
1 *545) Syiar Allah adalah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadah haji dan tempat-tempat mengerjakannya.
(Demikianlah) perintah itu (dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu) mengagungkan syiar-syiar Allah, yaitu menyembelih hewan kurban untuk tanah suci, seumpamanya hewan kurban itu dipilih yang baik dan digemukkan terlebih dahulu (timbul dari ketakwaan hati) dalam diri mereka. Hewan-hewan kurban itu dinamakan Sya'aair disebabkan kesyiarannya yakni kesemarakannya, disebabkan hewan-hewan tersebut telah diberi tanda yang menunjukkan, bahwa mereka untuk dikurbankan, yaitu seperti dicap dengan besi panas pada punggungnya, sehingga menambah semaraknya suasana hari raya.