Join over 4 million Quran learners from more than 180 countries
Ayah
Word by Word
لَّيۡسَ
Is not
لَهُمۡ
for them
طَعَامٌ
food
إِلَّا
except
مِن
from
ضَرِيعٖ
a bitter thorny plant
لَّيۡسَ
Is not
لَهُمۡ
for them
طَعَامٌ
food
إِلَّا
except
مِن
from
ضَرِيعٖ
a bitter thorny plant
Translation
For them there will be no food except from a poisonous, thorny plant
Tafsir
They will have no food except cactus (daree') - a type of thorn plant which no animal grazes on because of its vileness -
Tafsir of Surah Al-Gashiyah
Allah says;
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ
Has there come to you the narration of Al-Ghashiyah (the overwhelming),
The Day of Judgement and what will happen to the People of the Fire during it.
Al-Ghashiyah is one of the names of the Day of Judgement.
This was said by Ibn Abbas, Qatadah and Ibn Zayd.
It has been called this because it will overwhelm the people and overcome them.
Allah then says,
وُجُوهٌ يَوْمَيِذٍ خَاشِعَةٌ
Some faces that Day will be Khashi`ah.
meaning, humiliated. This was said by Qatadah.
Ibn `Abbas said,
They will be humble but this action will be of no benefit to them.
Then Allah says,
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ
Laboring, weary.
meaning, they did many deeds and became weary in their performance, yet they will be cast into a blazing Fire on the Day of Judgement.
Al-Hafiz Abu Bakr Al-Burqani narrated from Abu `Imran Al-Jawni that he said, `Umar bin Al-Khattab passed by the monastery of a monk and he said:
`O monk!'
Then the monk came out, and `Umar looked at him and began to weep. Then it was said to him:
`O Commander of the faithful! Why are you weeping'
He replied:`I remembered the statement of Allah, the Mighty and Majestic, in His Book,
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ
(Laboring, weary).
تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً
They will enter into Fire, Hamiyah.
So that is what has made me cry. '
Al-Bukhari recorded that Ibn `Abbas said,
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ
Laboring, weary. The Christians.
It is narrated that Ikrimah and As-Suddi both said,
Laboring in the worldly life with disobedience, and weariness in the Fire from torment and perdition.
Ibn `Abbas, Al-Hasan, and Qatadah all said,
تَصْلَى نَاراً حَامِيَةً
(They will enter into Fire, Hamiyah),
meaning, hot with intense heat.
تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ انِيَةٍ
They will be given to drink from a boiling (Aniyah) spring.
meaning, its heat has reached its maximum limit and boiling point.
This was said by Ibn `Abbas, Mujahid, Al-Hasan and As-Suddi.
Concerning Allah's statement,
لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلاَّ مِن ضَرِيعٍ
No food will there be for them but from Dari`,
Ali bin Abi Talhah reported from Ibn Abbas that he said,
A tree from the Hellfire.
Ibn Abbas, Mujahid, `Ikrimah, Abu Al-Jawza' and Qatadah, all said,
It is Ash-Shibriq (a type of plant).
Qatadah said,
The Quraysh called it Ash-Shabraq in the spring and Ad-Dari` in the summer.
Ikrimah said,
It is a thorny tree which reaches down to the ground.
Al-Bukhari related that Mujahid said,
Ad-Dari` is a plant that is called Ash-Shibriq. The people of the Hijaz call it Ad-Dari` when it dries, and it is poisonous.
Ma`mar narrated that Qatadah said,
لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلاَّ مِن ضَرِيعٍ
(No food will there be for them but from Dari`,)
This is Ash-Shibriq. When it dries it is called Ad-Dari`.
Sa`id narrated from Qatadah that he said,
لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلاَّ مِن ضَرِيعٍ
(No food will there be for them but from Dari`),
This is of the worst, most disgusting and loathsome of foods.
Concerning Allah's statement,
لَاا يُسْمِنُ وَلَاا يُغْنِي مِن جُوعٍ
Which will neither nourish nor avail against hunger.
This means that the intent in eating it will not be achieved, and nothing harmful will be repelled by it.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ (There will be no food for them except from a thorny plant...88:6) The only food available for the inmates of Hell would be dari`. In the world, this is a kind of thorny grass that spreads on the ground. No animal goes near it. It is foul-smelling, poisonous and thorny. [ As interpreted by ` Ikrimah, Mujahid, and quoted by Qurtubi ].
How will Grass or Tree Survive in Hell
One may ask the question that the grass or trees are among things
that burn in fire. How will they survive in Hellfire? The answer is that the Supreme Creator Who cherished and sustained them in this world with water and air, has the power and ability to make the fire itself the nutrient of these trees, so that they may flourish.
Another question may be raised here. The Qur'an mentions several things as the food of the inmates of Hell. Here it refers to their food as dart`. On another occasion, it refers to zaqqum, and on a third occasion it refers to ghislin. This verse restricts their food to dari', thus: 'There will be no food for them except from a thorny plant...88:6)
The answer is that the restriction in this verse is in contrast to a palatable food that may be fit for [ human ] consumption. Dari` is cited here as an example. The verse means that the inmates of Hell will not get any palatable food. They will get worst, most disgusting and loathsome food like Dari`. Thus the purpose of mentioning Dari` is not restriction. In fact, Dari` includes zaqqum and ghislin. Qurtubi says that it is possible there will be different levels in Hell, and on different levels there will be different kinds of food. On one level, there will be dart` and on another level, ghislin, and so on.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Tafsir Surat Al-Ghashiyah: 1-7
Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Al-Ghasyiyah salah satu nama lain dari hari kiamat menurut Ibnu Abbas, Qatadah, dan Ibnu Zaid karena hari kiamat menutupi semua manusia dan meliputi mereka semuanya.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Iyasy, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun, bahwa Nabi ﷺ melewati seorang wanita yang sedang membaca firman-Nya: Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? (Al-Ghasyiyah: 1) Maka beliau bangkit dan mendengarkannya serta menjawab: Benar, telah datang kepadaku (beritanya). Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala: Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. (Al-Ghasyiyah: 2) Yang dimaksud dengan khusuk di sini adalah terhina, menurut Qatadah. Juga dikatakan oleh Ibnu Abbas, bahwa wajah-wajah tersebut tunduk terhina karena amal perbuatannya tidak bermanfaat bagi dirinya.
Firman Allah subhanahu wa ta’ala: bekerja keras lagi kepayahan. (Al-Ghasyiyah: 3) Yakni mereka telah banyak melakukan kerja keras yang memayahkan diri mereka, tetapi pada akhirnya di hari kiamat mereka dimasukkan ke dalam neraka yang amat panas. Al-Hafidzh Abu Bakar Al-Barqani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Muhammad Al-Muzakki, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq As-Siraj, telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sayyar, telah menceritakan kepada kami Ja'far; ia pernah mendengar Abu Imran Al-Juni mengatakan bahwa Umar ibnul Khattab melewati sebuah gerejayangdihuni oleh seorang rahib, maka Umar memanggilnya, "Wahai rahib!" Lalu si rahib muncul; maka Umar memandangnya dan menangis.
Kemudian ditanyakan kepada Umar, "Mengapa engkau menangis, wahai Amirul Muminin?" Umar menjawab, bahwa ia teringat akan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan: bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas. (Al-Ghasyiyah: 3-4) Itulah yang menyebabkan aku menangis. Imam Bukhari mengatakan bahwa Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: bekerja keras lagi kepayahan. (Al-Ghasyiyah: 3) Bahwa mereka adalah orang-orang Nasrani. Telah diriwayatkan dari Ikrimah dan As-Suddi, bahwa makna yang dimaksud ialah bekerja keras di dunia melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, dan kepayahan di dalam neraka karena azab dan siksaan yang membinasakan.
Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: memasuki api yang sangat panas (neraka). (Al-Ghasyiyah: 4) Artinya, yang panasnya tak terperikan. diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. (Al-Ghasyiyah: 5) yang panasnya tak terkira dan titik didihnya melebihi puncaknya sampai tingkatan yang tak terbatas; demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Hasan, dan As-Suddi. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri. (Al-Ghasyiyah: 6) Ali ibnu abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa dari' artinya sebuah pohon dari api.
Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwaia adalah nama lain dari Zaqqum (sebuah pohon yang ada di dalam neraka); tetapi menurut riwayat lain yang juga bersumber darinya, dari' adalah batu yang ada di dalam neraka. Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Abul Jauza, dan Qatadah mengatakan bahwa dari' adalah sejenis pohon yang disebut syabraq. Qatadah mengatakan bahwa orang-orang Quraisy menamakannya syabraq bila musim semi, dan bila musim panas menamainya dari', pohonnya banyak durinya.
Ikrimah mengatakan bahwa dari' adalah sebuah pohon yang banyak durinya, yang tidak tinggi, melainkan menempel di tanah. Imam Bukhari mengatakan, Mujahid telah mengatakan bahwa dari' adalah nama tumbuhan yang dikenal dengan nama lain syabraq, orang-orang Hijaz menamainya dari' bila kering, pohon ini mengandung racun. Ma'mar telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala: Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri. (Al-Ghasyiyah: 6) Yakni tumbuhan syabraq yang bila kering dinamakan dari'.
Sa'id telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya: Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri. (Al-Ghasyiyah: 6) Ini merupakan makanan yang paling buruk, paling kotor, dan paling menjijikkan. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. (Al-Ghasyiyah: 7) Yaitu tidak dapat memenuhi tujuan dan tidak dapat pula menolak hal yang tidak diinginkan.".
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang rasanya pahit, panas, menjijikkan, dan berbau tidak sedap. Para penghuni neraka itu memakannya, di samping memakan pohon Zaqq'm (Lihat: ad-Dukh'n/44: 43) dan 'Gisl'n' (Lihat: al-Ma''rij/70: 36). 7. Itulah makanan yang sama sekali tidak memberi manfaat bagi pemakannya. Makanan itu tidak menggemukkan badan dan tidak pula menghilangkan rasa lapar.
Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air bersumber dari mata air yang sangat panas. Bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak ada artinya. Allah berfirman:
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (al-haqqah/69: 36)
Dan firman Allah:
Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! pasti akan memakan pohon zaqqum. (al-Waqi'ah/56: 51-52)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
Sungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhan/44: 43-44)
.
SURAH AL-GHAASYIYAH
(YANG MENGERIKAN)
SURAH KE-88, 26 AYAT, DITURUNKAN DI MEKAH
Dengan nama Allah Yang Pemurah lagi Pengasih.
Surah ini menerangkan lagi dari hal huru-hara Hari Kiamat.
Ayat 1
Ayatnya yang pertama bersifat sebagai pertanyaan, untuk menambah keyakinan dan perhatian.
“Sudahkah datang kepada engkau berita kejadian yang ngeri itu?" (ayat 1)
Yang dimaksud dengan al-Ghasyiyah ialah betapa hebatnya Hari Kiamat itu kelak. A. Hassan dalam Tafsir aI-Furqan mengartikannya, dengan dahsyat. H. Zainuddin Hamidi dan Fakhruddin H.S. memberinya arti, yang menyelubungi karena semua orang di hari itu diselubungi oleh rasa ketakutan dan kengerian menunggu keputusan nasibnya. Penyusun tafsir ini memberinya arti, yang mengerikan. Lalu diuraikanlah di ayat selanjutnya keadaan yang mengerikan itu.
Ayat 2
“Beberapa wajah di hari itu tunduk terhina." (ayat 2)
Merasa bersalah di masa hidupnya yang lampau. Muka waktu itu tak dapat diangkat, malahan tunduk merasa hina.
Ayat 3
“Yang bekerja, yang berpayah lelah." (ayat 3)
Orang-orang ini di kala hidupnya di dunia dahulu, bekerja keras siang dari malam, berpayah lelah menghabiskan tenaga mengejar kemewahan dunia.mengumpul harta, mengumpul uang, mengumpul kekayaan; namun faedah yang didapatnya untuk akhirat tidak ada sama sekali. Amal tak ada, jasa tak ada, bekal pun tidak.
Ayat 4
“yang terbakar dalam api yang amat panas." (ayat 4)
Lain tidak hanyalah seperti pepatah terkenal, “Di laut ranjau dihamburi." Segala kerja keras berpenat berpayah lelah itu hanyalah menyalakan api neraka yang akan membakar diri.
Ayat 5
“Diberi minum dari mata air yang menggelegak." (ayat 5)
Ayat 6
“Tidaklah ada untuk mereka makanan, kecuali dari duri." (ayat 6) yang menyangkut dalam kerongkongan, dikeluarkan kembali susah, ditelan ke dalam tak mau turun ke perut.
Ayat 7
“Yang tidak menggemukkan dan tidak mengenyangkan dari kelaparan." (ayat 7)
(Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri) Dharii' adalah sejenis pohon yang berduri, hewan ternak pun tidak mau memakannya karena duri itu keras lagi kotor.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.








