Join over 4 million Quran learners from more than 180 countries
Ayah
Word by Word
إِنَّ
Indeed
ٱلَّذِينَ
those who
أَجۡرَمُواْ
committed crimes
كَانُواْ
used (to)
مِنَ
at
ٱلَّذِينَ
those who
ءَامَنُواْ
believed
يَضۡحَكُونَ
laugh
إِنَّ
Indeed
ٱلَّذِينَ
those who
أَجۡرَمُواْ
committed crimes
كَانُواْ
used (to)
مِنَ
at
ٱلَّذِينَ
those who
ءَامَنُواْ
believed
يَضۡحَكُونَ
laugh
Translation
Indeed, those who committed crimes used to laugh at those who believed.
Tafsir
Verily the guilty, like Aboo Jahl and his ilk, used to laugh at the believers, such as 'Ammaar [ibn Yaasir] and Bilaal [the Ethiopian] and those like them, in mockery of them;
The Wicked Behavior of the Criminals and Their mocking of the Believers
Allah says;
إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُواْ مِنَ الَّذِينَ امَنُوا يَضْحَكُونَ
وَإِذَا مَرُّواْ بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ
Verily, those who committed crimes used to laugh at those who believed.
And, whenever they passed by them, used to wink one to another.
Allah informs that the criminals used to laugh at the believers in the worldly life. In other words, they would mock them and despise them. Whenever they would pass by the believers, they would wink at each other about them, meaning in contempt of them.
وَإِذَا انقَلَبُواْ إِلَى أَهْلِهِمُ انقَلَبُواْ فَكِهِينَ
And when they returned to their own people, they would return jesting.
meaning, when these criminals turn back, or return to their homes, they go back pleased.
This means that whatever they request, they find it. Yet, with this, they still are not grateful for Allah's favor upon them. Rather they busy themselves with despising and envying the believers.
وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَوُلَاإء لَضَالُّونَ
And when they ﷺ them, they said:Verily, these have indeed gone astray!
meaning, `because they are upon a religion other than their own religion.'
Allah then says,
وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ
But they were not sent as watchers over them.
meaning, these criminals have not been sent as guardians over the deeds and statements of these believers. These wrongdoers have not been made responsible for them. So, why are they so concerned with them, and why have they made them the focus of their attention
This is as Allah says,
قَالَ اخْسَيُواْ فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ
إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِّنْ عِبَادِى يَقُولُونَ رَبَّنَأ ءَامَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَحِمِينَ
فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيّاً حَتَّى أَنسَوْكُمْ ذِكْرِى وَكُنْتُمْ مِّنْهُمْ تَضْحَكُونَ
إِنِّى جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ
بِمَا صَبَرُواْ أَنَّهُمْ هُمُ الْفَأيِزُونَ
He (Allah) will say:Remain you in it with ignominy! And speak you not to Me!
Verily there was a party of My servants, who used to say:
Our Lord!
We believe, so forgive us, and have mercy on us, for You are the Best of all who show mercy!
But you took them for a laughing stock, so much so that they made you forget My remembrance while you used to laugh at them!
Verily, I have rewarded them this Day for their patience:they are indeed the ones that are successful. (23:108-111)
Thus, Allah says here
فَالْيَوْمَ
But this Day,
meaning, the Day of Judgement.
الَّذِينَ امَنُواْ مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ
those who believe will laugh at the disbelievers,
meaning, as retribution for how those people laughed at them.
عَلَى الاَْرَايِكِ يَنظُرُونَ
On thrones, looking.
meaning, looking at Allah as reward for bearing the false claims against them that they were misguided. They were not misguided at all. Rather they were the close Auliya' of Allah, who will be looking at their Lord in the place of His honor.
Concerning Allah's statement,
هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
Are not the disbelievers paid for what they used to do,
meaning, `will the disbelievers be recompensed for their mockery and belittlement against the believers, or not'
This means that they surely will be paid in full, completely and perfectly (for their behavior).
This is the end of the Tafsir of Surah Al-Mutaffifin, and all praise and thanks are due to Allah.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ (Indeed those who were guilty used to laugh at those who believed, 83:29). In these verses, Allah depicts fully the attitudes of the followers of falsehood [ non-believers ] towards the upholders of truth [ the believers ]. The non-believers used to laugh at the believers in the worldly life. In other words, they would mock at them and despise them. Whenever they would pass by the believers, they would wink at each other in contempt of them. When the non-believers returned home, they would take great pleasure in describing the mocking manner in which they treated the poor believers, saying that Muhammad has misled the simpletons.
If we review the situation today, [ it is no better ]. People, whose minds are contaminated with contemporary secular education, are careless about the religion and the Hereafter. Belief in Allah and the Holy Prophet ﷺ is nominal. They treat the [ religious ] scholars and righteous people exactly in the same manner as the non-believers used to treat the Companions ؓ in the days of the Holy Prophet ﷺ ]. May Allah salvage the Muslims from this painful scourge. There is much solace in this verse for the righteous believers. Never bother about their laughter and mockery. How well a poet puts it:
ہنسے جانے سے جب تک ہم ڈریں گے زمانہ ہم پہ ہنسا ہی رہے گا
'So long as we fear people's laughter [ at us ],
the people will continue laughing at us'
All amdulillah
The Commentary on
Surah At-Tatfif
Ends here
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Tafsir Surat Al-Muthaffifin: 29-36
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat, padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin.
Maka pada hari ini orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal orang-orang yang berdosa, bahwa mereka sewaktii di dunia menertawakan orang-orang mukmin, yakni mengejek dan menghina mereka. Dan apabila mereka melewati orang-orang mukmin, maka mereka saling berkedip di antara sesamanya sebagai penghinaan dan merendahkan orang-orang mukmin. Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. (Al-Muthaffifin: 31) Yakni bilamana orang-orang yang berdosa itu kembali ke tempat tinggal mereka, maka mereka kembali kepada kehidupan yang gembira dan menyenangkan.
Dengan kata lain, apa pun yang mereka inginkan, mereka dapat memperolehnya, yakni mereka hidup senang dan kaya. Tetapi sekalipun demikian keadaan mereka, mereka tidak mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikaii kepada mereka, bahkan sebaliknya mereka sibuk dengan menghina dan mencemoohkan kaum mukmin serta dengki terhadapnya. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, "sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat. (Al-Muthaffifin:32) karena orang-orang mukmin tidak seagama dengan mereka.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam ayat berikutnya: padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. (Al-Muthaffifin:33) Artinya, orang-orang yang berdosa itu bukanlah sebagai penjaga orang-orang mukmin untuk mengawasi semua perbuatan dan ucapan mereka, dan mereka tidak pula ditugaskan untuk melakukan hal itu terhadap orang-orang mukmin. Lalu mengapa mereka menyibukkan dirinya dengan orang-orang mukmin dan menjadikan orang-orang mukmin sebagai sasaran yang ada di hadapan mata mereka? Tungau di seberang jalan kelihatan, tetapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kalian berbicara dengan-Ku. Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia), "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang paling baik. Lalu kalian menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kalian mengejek mereka, menjadikan kalian lupa mengingat Aku dan adalah kalian selalu menertawakan mereka.
Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang. (Al-Muminun: 108-111) Karena itulah maka dalam surat ini disebutkan: Maka pada hari ini. (Al-Muthaffifin:34) Maksudnya, di hari kiamat. Orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir. (Al-Muthaffifin:34) sebagai pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa karena mereka sewaktu di dunia menertawakannya. mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. (Al-Muthaffifin:35) Yaitu memandang kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk menyanggah dugaan orang-orang berdosa yang menuduh mereka sebagai orang-orang yang sesat. Di hari itu terbukti bahwa orang-orang mukmin yang mereka tertawakan tidak sesat, bahkan merekaadalah kekasih-kekasih Allah yangdidekatkan kepada-Nya, dan dapat melihat kepada Tuhan mereka di negeri kehormatan-Nya, yaitu surga.
Firman Allah ﷻ: Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (Al-Muthaffifin:36) Yakni apakah orang-orang kafir itu telah mendapat balasan dari apa yang pernah mereka lakukan terhadap orang-orang mukmin sewaktu di dunia, yaitu penghinaan dan cemoohan, ataukah tidak? Sebagai jawabannya ialah mereka telah mendapat pembalasan dari amal perbuatan mereka dengan balasan yang lengkap, setimpal, lagi sempurna. Demikianlah akhir tafsir surat Al-Muthaffifin, segala puji bagi Allah atas semua karunia-Nya.".
Berbeda dari orang-orang berbakti yang selalu beriman dan beramal saleh, sesungguhnya orang-orang yang berdosa dan kafir adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman, terutama yang fakir dan miskin. Mereka beranggapan bahwa agama yang benar adalah yang banyak diikuti oleh kaum bangﷺan dan kaya. 30. Dan apabila mereka, yakni orang-orang yang beriman, melintas di hadapan mereka yang berdosa dan kafir itu, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya sebagai tanda ejekan terhadap mereka.
Sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas dan berdosa dahulu selalu menertawakan orang-orang yang beriman. Ketika Nabi Muhammad membawa Al-Qur'an dengan ajaran Islam yang mengandung kebajikan, ia mendapatkan perlawanan yang hebat dari orang-orang musyrik Mekah. Perlawanan ini terutama dari para pembesarnya yang sejak nenek moyangnya sudah biasa menyembah patung berhala. Mereka menentang ajaran apa saja yang datang dari luar yang bertentangan dengan kepercayaan mereka.
Telah menjadi kebiasaan bagi orang-orang besar yang bersandar kepada kekuasaan dan kebendaan atau kekayaan bahwa mereka selalu bersikap sinis atau mencemoohkan pihak lain yang tidak sejalan dengan kepercayaan dan kebudayaan mereka.
Ayat 29
“Sesungguhnya orang-orang yang durhaka itu, adalah mereka menertawakan orang-orang yang beriman." (ayat 29)
Orang yang durhaka itu menertawakan orang-orang beriman, sebab si durhaka melihat orang yang beriman tidak lepas seleranya, terkungkung nafsunya, tidak mau berbuat sekehendak hati dalam hidupnya, terlalu banyak larangan ini dan itu.
Ayat 30
“Dan apabila mereka lalu lintas di hadapan mereka itu, mereka pun berkedip-kedipan mata." (ayat 30)
Artinya mencemooh dan memandang hina kepada orang beriman; diisyaratkannya kepada temannya, baik dengan kedipan mata atau dengan cibiran bibir, atau dengan cubit-cubitan tangan; yang semua itu maksudnya tidak lain ialah menghina.
Ayat 31
“Dan apabila mereka kembali kepada ahli mereka."
Yaitu apabila orang-orang durhaka itu kembali kepada orang-orang yang sepaham dengan mereka atau keluarga-keluarga mereka sendiri yang jauh dari agama.
“Mereka pun kembali dalam keadaan berolok-olok." (ujung ayat 31)
Ayat 32
“Dan apabila mereka lihat mereka itu, mereka berkata, ‘Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang sesat.'" (ayat 32)
Maka kalau kelihatan orang beriman, telah meleburkan diri ke dalam cita-cita yang besar, menegakkan Sabilillah, jalan Allah yang lurus sehingga Mukmin itu mau mengorbankan segala-galanya untuk cita-cita yang mulia itu; mereka yang durhaka itu menuduh bahwa orang Mukmin itu telah memilih jalan yang sesat, membawa diri kepada kebinasaan.
Ayat 33
“Padahal tidaklah mereka itu diutus kepada mereka untuk menjadi pemelihara." (ayat 33)
Artinya, baik orang Mukmin itu akan menderita, atau terkorban karena membela keyakinan hidup; semua itu tidak ada sangkut-pautnya dengan orang- orang kafir durhaka itu. Jadi, apa pedulimu?
Ayat 34
“Maka pada hari ini."
Yaitu hari pembalasan di akhirat, atau hari kemenangan cita-cita Muslim di dunia ini, terbaliklah keadaan di hari itu,
“Meneka yang beriman itu pulalah yang menertawakan." (ujung ayat 34)
Tepatlah sebuah pepatah, bahwa orang durhaka itu tertawa lebih dahulu, menangis kemudian. Sedang orang yang beriman, bersakit-sakit dahulu, tertawa kemudian. Mereka di waktu itu akan menertawakan orang-orang durhaka, atau tertawa gembira menerima nikmat yang telah dijanjikan Allah.
Ayat 35
“Dari mahligai mereka memandang." (ayat 35)
Duduklah orang-orang yang beriman itu di atas mahligai ketinggian, memandang nikmat sekeliling dan memandang pula akibat buruk bagi orang-orang durhaka tadi.
Ayat 36
“Bukankah tidak dibatasi orang-orang yang kafir itu, kecuali menurut apa yang telah mereka kerjakan?" (ayat 36)
Bukankah itu sudah adil?
(Sesungguhnya orang-orang yang berdosa) seperti Abu Jahal dan lain-lainnya (adalah mereka terhadap orang-orang yang beriman) seperti Ammar bin Yasir, Bilal bin Rabbah dan lain-lainnya (mereka selalu menertawakannya) dan memperolok-olokkannya.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.








