Join over 4 million Quran learners from more than 180 countries
Ayah
Word by Word
وَمَا
And not
هُمۡ
they
عَنۡهَا
from it
بِغَآئِبِينَ
(will be) absent
وَمَا
And not
هُمۡ
they
عَنۡهَا
from it
بِغَآئِبِينَ
(will be) absent
Translation
And never therefrom will they be absent.
Tafsir
and they shall not be absent from it, [they shall not] be taken out of it.
The Reward of the Righteous and the Sinners Allah informs of what the righteous will receive of delight.
إِنَّ الاَْبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ
وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ
Verily, the Abrar (the righteous believers) will be in Delight;
And verily, the wicked will be in the blazing Fire (Hell),
They are those who obeyed Allah and did not meet Him with disobedience (sins). Then He mentions that the evildoers will be in Hell and eternal torment.
Due to this He says,
يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ
Therein they will enter, and taste its burning flame on the Day of Recompense,
meaning, the Day of Reckoning, Recompense, and Judgement.
وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَايِبِينَ
And they will not be absent therefrom.
meaning, they will not be absent for even one hour from the torment. The torment will not be lightened from them, nor will they be granted the death that they will be requesting, or any rest -- not even for a single day.
Allah then says,
وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ
And what will make you know what the Day of Recompense is?
This is a magnification of the affair of the Day of Judgement.
Then Allah affirms it by saying,
ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ
Again, what will make you know what the Day of Recompense is?
Then He explains this by saying
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْيًا
(It will be) the Day when no person shall have power for another,
meaning, no one will be able to benefit anyone else, or help him out of that which he will be in, unless Allah gives permission to whomever He wishes and is pleased with.
We will mention here a Hadith where the Prophet said,
يَا بَنِي هَاشِم أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ لَاا أَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللهِ شَيْيًا
O children of Hashim!
Save yourselves from the Fire, for I have no power to cause you any benefit from Allah.
This has been mentioned previously at the end of the Tafsir of Surah Ash-Shu`ara'(see 26:214).
Thus, Allah says,
وَالاْاَمْرُ يَوْمَيِذٍ لِلَّهِ
and the Decision, that Day, will be with Allah.
By Allah, the Decision is for Allah today (now), but on that Day no one will try to dispute with Him about it.
This is the end of the Tafsir of Surah Al-Infitar. All praise and blessings are due to Allah, and He is the Giver of success and freedom from error.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ (and they will not [ be able to ] keep away from it...82:16) The inmates of Hell will never be able to get away from it, because the torment will be eternal, as the concluding verse of the Surah asserts: لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْئًا (A Day when no one [ with his own free will in the Plain of Gathering ] will have power to do anything for another! ). This does not negate intercession, because that will not happen with one's own free will, unless Allah grants permission to someone to intercede on someone's behalf, and then accepts the intercession. And all matters, on that Day, will belong to Allah (alone). [ 19] ' Allah knows best! Al-hamdulillah
The Commentary on
Surah Al-Infitar
Ends here
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Tafsir Surat Al-Infitar: 13-19
Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan. Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu. Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? (yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan apa yang dialami oleh orang-orang yang berbakti, yaitu mendapat kenikmatan yang berlimpah. Demikian itu karena mereka taat kepada Allah dan tidak berbuat kedurhakaan terhadap-Nya. Ibnu Asakir telah meriwayatkan di dalam biografi Musa ibnu Muhammad, dari Hisyam ibnu Ammar, dari Isa ibnu Yunus ibnu Abu Ishaq, dari Ubaidillah ibnu Muharib, dari Ibnu Umar, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Sesungguhnya Allah menamai mereka dengan sebutan abrar, karena mereka berbuat baik kepada orang-orang tuanya dan juga kepada anak-anaknya. Kemudian Allah menyebutkan apa yang dialami oleh orang-orang yang durhaka, yaitu dimasukkan ke dalam neraka Jahim dan mendapat azab yang kekal.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya: Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan. (Al-Infithar: 15) Yakni di hari perhitungan amal perbuatan dan pembalasan, yaitu pada hari kiamat. Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu. (Al-Infithar: 16) Artinya, mereka tidak pernah absen dari azabnya barang sesaat pun, dan tidak pernah pula diringankan azab itu dari mereka; permintaan mereka yang menginginkan kematian atau istirahat dari azab tidak diperkenankan, walaupun hanya barang sehari.
Firman Allah subhanahu wa ta’ala: Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? (Al-Infithar: 17) Ini menggambarkan tentang betapa hebatnya hari kiamat itu, kemudian dikuatkan lagi dengan firman berikutnya yang senada: Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? (Al-Infithar: 18) Selanjutnya ditafsirkan atau di jelaskan oleh firman berikutnya: (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain. (Al-Infithar: 19) Tiada seorang pun yang dapat memberikan pertolongan kepada orang lain dan tidak pula menyelamatkannya dari azab yang dialaminya terkecuali dengan seizin Allah dan bagi siapa yang dikehendaki dan diridai-Nya untuk mendapat pertolongan (syafaat).
Dalam tafsir ayat ini sebaiknya kami kemukakan sebuah hadits Nabi ﷺ yang menyebutkan: Wahai Bani Hasyim, selamatkanlah diri kalian dari api neraka, aku tidak memiliki kekuasaan dari Allah terhadap kalian barang sedikit pun. Hal ini telah disebutkan di dalam akhir tafsir surat Asy-Syu'ara. Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya: Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (Al-Infithar: 19) Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: (Lalu Allah berfirman), "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (Al-Mumin: 16) Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. (Al-Furqan: 26) Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala: Yang menguasai hari pembalasan. (Al-Fatihah: 4) Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain.
Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (Al-Infithar: 19) Demi Allah, segala urusan di hari sekarang pun berada di tangan kekuasaan Allah, tetapi di hari itu tiada seorang pun yang menyaingi-Nya. Demikianlah akhir tafsir surat Al-Infithar, hanya bagi Allah-lah segala puji dan dari-Nya pulalah karunia, dan hanya kepada-Nya kita memohon taufik dan pemeliharaan..".
Dan mereka yang ingkar dan durhaka kepada Allah itu tidak mungkin keluar dari neraka itu dan tidak pula mati di dalamnya. Mereka menetap dan hidup di dalamnya selama-lamanya. 17. Menegaskan ketegangan hari kebangkitan, Allah bertanya, 'Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu''.
Allah menjelaskan sekali lagi bahwa orang-orang yang durhaka itu akan dimasukkan ke dalam neraka pada hari kiamat kelak. Itulah tempat kembali yang paling buruk. Allah berfirman:
Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (al-Mulk/67: 6)
Mereka kekal di dalam neraka selama-lamanya. Mereka tidak punya kemampuan untuk mengeluarkan diri mereka dari tempat itu karena tidak ada lagi penolong yang dapat membantu mereka. Allah berfirman:
Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal. (al-Ma'idah/5: 37)
.
YANG BERBAKTI DAN YANG DURHAKA
Ayat 13
“Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti."
Al-Abrar kita artikan orang-orang yang banyak berbakti, berbuat jasa, meninggalkan kenang-kenangan yang baik di dalam hidupnya, terutama kepada sesama hamba Allah.
“Benar-benarlah di dalam surga yang penuh nikmat." (ujung ayat 13)
Ayat 14
“Dan sesungguhnya orang-orang yang berbuat durhaka."
Yakni orang yang sengaja melanggar segala apa yang ditentukan oleh Allah, tidak peduli akan nilai-nilai kebenaran.
“Benar-benarlah dia dalam neraka Jahim." (ujung ayat 14)
Jahim adalah salah satu nama dari neraka, di samping Sa'ir, Jahannam, Saqar, Lazhaa, Huthamah.
Ayat 15
“Mereka akan bergelimang di dalamnya pada Hari Pembalasan itu." (ayat 15) yaitu Yaumud Din.
Ayat 16
“Dan tidaklah mereka akan terhindar jauh daripadanya." (ayat 16)
Artinya, apabila mereka telah dimasukkan ke dalamnya, tidaklah mereka kuasa atau sanggup keluar lagi, sehingga apabila dipanggil mereka dalam neraka itu, mereka akan senantiasa menjawab ada.
Ayat 17
“Dan tahukah engkau, apakah Hari Pembalasan itu?" (ayat 17)
Dan pertanyaan pertama ini diikuti lagi oleh pertanyaan kedua.
Ayat 18
“Kemudian itu, tahukah engkau, apakah Hari Pembalasan itu?" (ayat 18)
Diulang-ulangkan pertanyaan yang serupa sampai dua kali, untuk menarik perhatian betapa hebatnya hari itu.
Ayat 19
“Pada hari yang tidaklah berkuasa satu diri terhadap diri yang lain sedikit pun."
Masing-masing orang sibuk membela dirinya sendiri. Maka salahlah persangkaan orang yang merasa bahwa seorang guru thariqat, atau guru suluk misalnya, dapat menolong muridnya pada hari itu, atau seorang kyai dalam menolong santrinya.
“Dan segala urusan, pada hari itu adalah dalam kekuasaan Allah semata-mata."(ujung ayat 19)
(Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu) artinya tidak bisa melepaskan diri darinya.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.








