Join over 4 million Quran learners from more than 180 countries
Ayah
Word by Word
ٱنطَلِقُوٓاْ
Proceed
إِلَىٰ
to
ظِلّٖ
a shadow
ذِي
having
ثَلَٰثِ
three
شُعَبٖ
columns
ٱنطَلِقُوٓاْ
Proceed
إِلَىٰ
to
ظِلّٖ
a shadow
ذِي
having
ثَلَٰثِ
three
شُعَبٖ
columns
Translation
Proceed to a shadow [of smoke] having three columns
Tafsir
Depart to a triple-forked shadow - this is the smoke of Hell, which, as it rises, splits into three parts because of its magnitude -
The driving of the Criminals to their Final Abode in Hell and how it will be done
Allah informs about the disbelievers who deny the final abode, the recompense, Paradise, and the Hellfire. On the Day of Judgement it will be said to them:
انطَلِقُوا إِلَى مَا كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ
انطَلِقُوا إِلَى ظِلٍّ ذِي ثَلَثِ شُعَبٍ
Depart you to that which you used to deny!
Depart you to a shadow in three columns,
meaning, a flame of fire when it rises and ascends with smoke. So due to its severity and strength, it will have three columns.
لَاا ظَلِيلٍ وَلَاا يُغْنِي مِنَ اللَّهَبِ
Neither shady nor of any use against the fierce flame of the Fire.
meaning, shade of the smoke that comes from the flame -- which itself will not have a shade, nor will it benefit against the flame.
This means it will not protect them from the heat of the flame. Allah said,
إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ
Verily, it throws sparks as Al-Qasr,
meaning, its sparks will shoot out from its flame like huge castles.
Ibn Mas`ud said, Like forts.
Ibn `Abbas, Mujahid, Qatadah and Malik who reported from Zayd bin Aslam and others said,
This means the trunk of trees.
كَأَنَّهُ جِمَالَتٌ صُفْرٌ
As if they were Sufr camels.
means, black camels.
This is the view of Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, and Ad-Dahhak, and Ibn Jarir favored this view.
Ibn `Abbas Mujahid, and Sa`id bin Jubayr said about,
جِمَالَتٌ صُفْرٌ
(Sufr camels.)
Meaning ropes of ships.
إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ
Verily, it (Hell) throws sparks as Al-Qasr.
Imam Al-Bukhari recorded from Ibn `Abbas that he said:
We were directed to the timber a length of three cubits or more in order to use it for construction of buildings. We used to call it Al-Qasr.
كَأَنَّهُ جِمَالَتٌ صُفْرٌ
As if they were Sufr camels.
These (Jimalat) are ropes of ships that are bundled until they resemble the intestines of men.
وَيْلٌ يَوْمَيِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
Woe that Day to the deniers!
The Inability of the Criminals to speak, make Excuses, or step forward on the Day of Judgement
Then Allah says,
هَذَا يَوْمُ لَا يَنطِقُونَ
That will be a Day when they shall not speak,
meaning, they will not speak.
وَلَا يُوْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُونَ
And they will not be permitted to put forth any excuse.
meaning, they will not be able to speak, nor will they be granted permission to speak so that they can make excuses. Rather, the proof will be established against them, and they will be called upon to speak about the wrong that they did, but they will not be able to say anything. The courts of the Day of Judgement will occur in stages. Sometimes the Lord informs of this stage and sometimes He informs of that stage. This is to show the terrors and calamities of that Day. Thus, after all the details of this discussion, He says:
وَيْلٌ يَوْمَيِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
Woe that Day to the deniers!
Then Allah says,
هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنَاكُمْ وَالاَْوَّلِينَ
فَإِن كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِ
وَيْلٌ يَوْمَيِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
That will be a Day of Decision! We have brought you and the men of old together! So if you have a plot, use it against Me!
This is an address from the Creator to His servants. He says to them,
هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنَاكُمْ وَالاَْوَّلِينَ
(That will be a Day of Decision! We have brought you and the men of old together!)
meaning, He will gather all of them by His power on one common plane, He will make them hear the caller and He will cause them to see.
Then He says,
فَإِن كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِ
(So, if you have a plot, use it against Me!)
This is a serious threat and a harsh warning. It means, `if you are able to save yourselves from being seized by Me, and rescue yourselves from My ruling, then do so. But you are certainly not able to do so.' This is as Allah says,
يمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالاِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُواْ مِنْ أَقْطَـرِ السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ فَانفُذُواْ لَا تَنفُذُونَ إِلاَّ بِسُلْطَـنٍ
O assembly of Jinn and men! If you have power to pass beyond the zones of the heavens and the earth, then pass beyond (them)! But you will never be able to pass them, except with authority (from Allah)! (55:33)
Allah also says,
وَلَا تَضُرُّونَهُ شَيْيًا
And you will not harm Him in the least. (11:57)
It is narrated in a Hadith (that Allah said),
يَا عِبَادِي
إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي
وَلَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّي فَتَضُرُّونِي
O My servants! You all can never attain My benefit and thereby benefit Me, and you all can never attain My harm and thereby harm Me.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Tafsir Surat Al-Mursalat: 29-40
(Dikatakan kepada mereka pada hari kiamat), "Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya. Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka. Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana. Seolah-olah ia iringan unta yang kuning. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.
Ini adalah hari, yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu), dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadap-Ku. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan keadaan orang-orang kafir yang mendustakan hari berbangkit, hari pembalasan, dan adanya surga dan neraka. bahwa kelak di hari kiamat dikatakan kepada mereka: Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya. Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang. (Al-Mursalat: 29-30) Yaitu nyala api neraka apabila meninggi dan naik disertai dengan asapnya, maka karena kuat dan kerasnya api neraka sehingga seakan-akan mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka. (Al-Mursalat: 31) Naungan asap yang membarengi nyala api, ia tidak melindungi, dan juga tidak menolak nyala api neraka, yakni tidak dapat melindungi mereka dari panasnya nyala api neraka.
Firman Allah subhanahu wa ta’ala: Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana. (Al-Mursalat: 32) Yakni percikan apinya beterbangan, yang besar dan tingginya bagaikan istana. Ibnu Mas'ud mengatakan seperti benteng-benteng pertahanan. Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan Malikdari Zaid ibnu Aslamtelah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah seperti akar-akar pohon. Seolah-olah ia iringan unta yang kuning. (Al-Mursalat: 33) Bahwa makna yang dimaksud ialah seperti iringan unta yang berbulu hitam, menurut Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan Adh-Dhahhak serta dipilih oleh Ibnu Jarir.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan Sa'id ibnu Jubair sehubungan dengan makna firman-Nya: iringan unta yang kuning. (Al-Mursalat: 33) Yaitu seperti tambang-tambang perahu, Diriwayatkan pula dari ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan firman-Nya: iringan unta yang kuning (Al-Mursalat: 33) lempengan-lempengan tembaga. Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ali. telah menceritakan kepada kami Yahya, telah menceritakan kepadaku Sufyan, dari Abdur Rahman ibnu Abis yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala: Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana. (Al-Mursalat: 32) Bahwa kami mengambil sebuah balok kayu yang panjangnya lebih dari tiga hasta, lalu kami memancangkannya untuk tiang bangunan maka itu kami namakan qasr.
Seolah-olah ia iringan unta yang kuning. (Al-Mursalat: 33) Yakni tambang-tambang perahu, lalu dikumpulkan hingga bentuknya seperti (setinggi) orang yang pertengahan tingginya. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (Al-Mursalat: 34) Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya: Ini adalah hari yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu). (Al-Mursalat: 35) Artinya, mereka sama sekali tidak dapat berbicara. dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan. (Al-Mursalat: 36) Yakni mereka tidak mampu berbicara dan tidak diizinkan berbicara mengungkapkan alasan mereka, bahkan hujah telah ditegakkan atas mereka, dan keputusan Tuhan telah ditetapkan atas diri mereka karena perbuatan zalim mereka, karenanya mereka tidak dapat berbicara.
Di padang mahsyar keadaan bermacam-macam, dan Allah subhanahu wa ta’ala adakalanya menceritakan suatu keadaan darinya dan adakalanya menceritakan keadaan yang lainnya. Hal ini untuk menunjukkan kerasnya kengerian dan keguncangan yang terjadi di padang mahsyar pada hari itu. Karena itulah maka sesudah menceritakan tiap fase dari keadaan-keadaan tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (Al-Mursalat: 37) Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala: Ini adalah hari keputusan (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadap-Ku. (Al-Mursalat: 38-39) Ini merupakan khitab atau pembicaraan dari Tuhan Yang Maha Pencipta ditujukan kepada hamba-hamba-Nya.
Dia berfirman kepada mereka: Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu. (Al-Mursalat: 38) Yakni Dia mengumpulkan mereka dengan kekuasaan-Nya dalam suatu lapangan yang amat luas, suara seruan terdengar oleh mereka semua, dan pandangan mata mereka dapat melihat mereka semuanya (tiada sesuatu pun yang menghalang-halangi pandangan mereka). Firman Allah subhanahu wa ta’ala: Jika kamu mempunyai tipu daya. maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadap-Ku. (Al-Mursalat: 39) Ini merupakan ancaman yang keras dan peringatan yang sangat tegas.
Dengan kata lain, jika kamu mempunyai kemampuan untuk dapat melepaskan diri dari genggaman kekuasaan-Ku dan menyelamatkan diri dari hukum-Ku, maka lakukanlah, karena Sesungguhnya kamu tidak akan mampu melakukannya. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: Wahai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (Ar-Rahman: 33) Dan Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman: dan kamu tidak dapat membuat mudarat kepada-Nya sedikitpun. (Hud: 57) Di dalam sebuah hadits disebutkan: Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kamu tidak akan dapat berbuat sesuatu yang memberi manfaat kepada-Ku dan tidak akan (pula) dapat berbuat sesuatu yang menimpakan mudarat terhadap-Ku.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Munzir At-Tarifi Al-Audi, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail, telah menceritakan kepada kami Husain ibnu Abdur Rahman, dari Hassan ibnu Abul Mukhariq, dari Abu Abdullah Al-Jadali yang mengatakan bahwa aku datang ke Baitul Maqdis. tiba-tiba aku bersua dengan Ubadah ibnus Samit dan Abdullah ibnu Amr serta Ka'bul Ahbar, mereka sedang berbincang-bincang di dalam Baitul Maqdis.
Ubadah mengatakan, bahwa apabila hari kiamat terjadi, maka Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian dalam satu lapangan yang amat luas. Tiada sesuatu pun yang menghalangi pandangan mereka dan suara seruan terdengar oleh mereka semuanya. Lalu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadap-Ku. (Al-Mursalat: 38-39) Pada hari ini tiada seorang pun yang sewenang-wenang lagi pengingkar, dan tiada satu setan pembangkang pun yang selamat dari azab-Ku.
Abdullah ibnu Amr mengatakan bahwa sesungguhnya kami pernah mendengar hadits tentang hari itu. bahwa di hari itu keluarlah leher neraka, lalu pergi hingga sampai di hadapan manusia. kemudian berseru, "Wahai manusia, sesungguhnya aku dikirimkan untuk menangkap tiga macam orang. Aku lebih mengetahui tentang mereka daripada seorang ayah kepada anaknya dan daripada seorang saudara kepada saudaranya; tiada suatu dosa pun dari mereka yang tersembunyi dariku, dan tiada sesuatu pun dari mereka yang tidak kelihatan olehku.
Yaitu orang yang menjadikan Tuhan lain berserta Allah, tiap orang yang sewenang-wenang lagi pengingkar, dan semua setan pembangkang." Lalu leher neraka membelit mereka dan mencampakkan mereka ke dalam neraka sebelum hisab dilakukan dalam jarak masa empat puluh tahun.".
29-31. Pada bagian terdahulu dijelaskan tentang ancaman Allah kepada yang durhaka. Kelompok ayat ini menerangkan sekelumit ancaman tersebut nanti di akhirat. Akan dikatakan kepada mereka, 'Pergilah kamu wahai para pendurhaka, mendapatkan apa azab yang dahulu kamu dustakan. Pergilah kamu mendapatkan naungan asap api neraka yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi yaitu tidak menaungi dari panasnya api neraka, dan tidak pula menolak jilatan nyala api neraka yang sangat panas. '29-31. Pada bagian terdahulu dijelaskan tentang ancaman Allah kepada yang durhaka. Kelompok ayat ini menerangkan sekelumit ancaman tersebut nanti di akhirat. Akan dikatakan kepada mereka, 'Pergilah kamu wahai para pendurhaka, mendapatkan apa azab yang dahulu kamu dustakan. Pergilah kamu mendapatkan naungan asap api neraka yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi yaitu tidak menaungi dari panasnya api neraka, dan tidak pula menolak jilatan nyala api neraka yang sangat panas. '.
Gumpalan asap neraka itu bercabang tiga. Satu bagian di sebelah kanan, satu cabang di kiri, dan yang ketiga di atas pundak mereka, sehingga mereka terkepung di dalamnya dan tidak dapat keluar lagi. Di dalam ayat yang lain, Allah berfirman:
Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. (al-Kahf/18: 29).
Pada ayat-ayat ini mulailah dijelaskan celaka besar yang akan diderita oleh orang-orang yang mendustakan.
“… kamu kepada apa yang selama ini kamu dustakan."
(ayat 29)
Mereka disuruh segera masuk ke dalam neraka yang selama hidup di dunia mereka tidak percaya bahwa adzab siksaan itu ada. Lalu diterangkan salah satu dari siksaan yang akan mereka terima.
“Pengilah kepada naungan yang mempunyai tiga cabang."
(ayat 30)
Hasan al-Bishri mengatakan bahwa dia tidaklah paham apa yang dimaksud dengan naungan bercabang tiga itu. Menurut satu keterangan yang diperoleh dan disalinkan oleh ar-Razi dalam tafsirnya bahwa naungan bercabang tiga itu ialah api neraka yang datang mengelilingi orang yang kena adzab itu bercabang tiga, datang dari atas, datang dari bawah dan yang membelit diri mereka. Naungan adalah arti kiasan dari api neraka itu sendiri. Sebab dia datang bercabang tiga bukan akan menaungi dari bahaya yang lain bahkan dia sendiri yang jadi siksaan. Qatadah mengatakan bahwa naungan itu ialah asap dari api menyala itu, yang juga mengandung adzab. Asap mengepul pun adalah satu siksaan, apatah lagi kalau bercabang tiga.
Ar-Razi yang suka menghubungkan soal- soal demikian dengan pemikiran filsafat berkata, “Adzab secara demikian tidaklah jauh dari kemungkinan. Karena manusia didorong ke dalam kedurhakaan dari tiga jurusan pula. Dorongan marah dari kanannya, dorongan syahwat dari kirinya dan dorongan kekuatan setan dari dalam otaknya. Sumber dari segala kepincangan manusia baik pada aqidahnya ataupun sikap hidupnya lain tidak hanyalah dari ketiga jurusan ini. Sebab itu timbullah dari ketiga jurusan itu, tiga jurusan siksaan pula. Dan terdapat tiga kemungkinan lagi yang menghalangi ruh insan buat mencapai kesucian; yaitu angan-angan, khayal dan ragu," Tetapi Abu Muslim mengatakan bahwa naungan bercabang tiga itu adalah ketiga keadaan yang akan dijelaskan pada ayat-ayat yang datang di belakang. Yaitu
“Yang tidak ada perlindungan."
(pangkal ayat 31)
Itulah cabang siksaan pertama menurut Abu Muslim langsung adzab itu mengenai diri dengan tidak ada lindungan sedikit jua pun. Kedua,
“Dan tidak pula dapat menangkis nyala api."
(ujung ayat 31)
Selain dari dinding pelindung tidak ada, alat dalam tangan sendiri pun tidak ada, “Sesungguhnya dia menyemburkan bunga api laksana balok-balok."
(ayat 32)
Inilah yang ketiga menurut Abu Muslim. Bunga api menyembur keluar, dikatakan kalqashr menurut Ibnu Abbas Al-Qashr itu ialah balok kayu-kayu besar yang disediakan oleh orang Arab untuk menghadapi musim dingin. Bila musim dingin telah datang kayu-kayu balok itu mereka potong-potong buat berdiang. Itulah yang dinamai al-Qashr. Padahal ada lagi arti yang lain daripada kalimat al-Qashr itu, yaitu istana yang besar-besar. Maka didengarkanlah selanjutnya bahwa api itu menyembur-nyembur keluar.
“Seolah-olah dianya iringan unta-unta kuning."
(ayat 33)
Diibaratkan dengan unta-unta kuning berjalan beriring-iring, muncul satu demi satu. Warna kuning adalah perumpamaan dari warna api itu. Sebab warna api memang kuning.
Tetapi penafsir yang lain memberi arti bukanlah balok-balok kayu yang menyembur keluar itu, melainkan batu-batu besar, yang besarnya menyerupai istana. Dia menyembur keluar dengan letusan. Sampai di udara dia pecah berderai, dan tiap-tiap pecahan yang datang beriring laksana unta kuning beriring- iring itu ialah gambaran dari siksaan ngeri terhadap yang mendustakan kebenaran. Supaya diperhatikan bahwa batu-batu sebesar istana yang dibangun dengan kayu, dengan batu, dengan semen dan besi, sekarang meletus dan cair hancur, dengan tidak ada alat buat menangkisnya.
“Celaka besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
(ayat 34)
Dalam keadaan yang demikian ngerinya, adzab siksaan Allah datang dari tiga jurusan, dan tidak seorang pun yang mempunyai upaya buat menangkis, hanya dapat dielakkan di zaman sekarang ini. Tatkala masih hidup di dunia dengan memilih jalan yang benar dan yang diridhai oleh Allah.
(Pergilah kalian mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang) yang dimaksud adalah asap neraka Jahanam, apabila membubung terbagi menjadi tiga, karena sangat besarnya.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.








