Join over 4 million Quran learners from more than 180 countries
Ayah
Word by Word
وَمَا
And not
تَأۡتِيهِم
comes to them
مِّنۡ
of
ءَايَةٖ
a Sign
مِّنۡ
from
ءَايَٰتِ
(the) Signs
رَبِّهِمۡ
(of) their Lord
إِلَّا
but
كَانُواْ
they
عَنۡهَا
from it
مُعۡرِضِينَ
turn away
وَمَا
And not
تَأۡتِيهِم
comes to them
مِّنۡ
of
ءَايَةٖ
a Sign
مِّنۡ
from
ءَايَٰتِ
(the) Signs
رَبِّهِمۡ
(of) their Lord
إِلَّا
but
كَانُواْ
they
عَنۡهَا
from it
مُعۡرِضِينَ
turn away
Translation
And no sign comes to them from the signs of their Lord except that they are from it turning away.
Tafsir
And never did a sign of the signs of their Lord come to them, but that they turned away from it.
The Misguidance of the Idolators
Allah tells us how the idolators persisted in their misguidance and in not paying attention to the sins that they had committed in the past or what was to happen to them in the future, on the Day of Resurrection.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ
And when it is said to them:Fear of that which is before you, and that which is behind you...
Mujahid said,
This refers to sins.
Others said, it is the opposite.
لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
in order that you may receive mercy.
means, `so that, if you fear such things Allah will have mercy on you and will save you from His punishment.'
The wording implies that they would not respond. Rather that they would turn away and ignore that, as Allah says
وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ ايَةٍ مِّنْ ايَاتِ رَبِّهِمْ
And never came an Ayah from among the Ayat of their Lord to them,
meaning, signs of Tawhid and the truth of the Messengers,
إِلاَّ كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ
but they did turn away from it,
means, they did not accept it or benefit from it
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمْ اللَّهُ
And when it is said to them:Spend of that with which Allah has provided you,
means, when they are told to spend of that which Allah has provided to them on the poor and needy among the Muslims,
قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ امَنُوا
those who disbelieve say to those who believe,
means, about the believers who are poor,
i.e., they say to those believers who tell them to spend on the needy,
أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَاء اللَّهُ أَطْعَمَهُ
Shall we feed those whom, if Allah willed, He (Himself) would have fed,
meaning, `those whom you are telling us to spend on, if Allah had wanted to, He would have made them independent and fed them from His provision, so we are in accordance with the will of Allah with regard to them.
إِنْ أَنتُمْ إِلاَّ فِي ضَلَلٍ مُّبِينٍ
You are only in a plain error.
means, `by telling us to do that.
The Disbelievers thought that the Day of Resurrection would never come to pass
Allah tells,
وَيَقُولُونَ
And they say:
Allah tells us how the disbelievers thought that the Day of Resurrection would never come to pass, as they said:
مَتَى هَذَا الْوَعْدُ
When will this promise be fulfilled...
يَسْتَعْجِلُ بِهَا الَّذِينَ لَا يُوْمِنُونَ بِهَا
Those who believe not therein seek to hasten it. (42:18)
إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
if you are truthful.
Allah says:
مَا يَنظُرُونَ إِلاَّ صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ
They await only but a single Sayhah which will seize them while they are disputing!
meaning, they are only waiting for a single shout which -- and Allah knows best -- will be the trumpet blast of terror when the Trumpet will be blown while the people are in their marketplaces and places of work, arguing and disputing as they usually do. While in this state, Allah will command Israfil to blow into the Trumpet, so he will sound a long note and there will be no one left on the face of the earth except he will tilt his head to listen to the sound coming from heaven. Then the people who are alive will be driven to the gathering place by a fire which will surround them on all sides.
Allah says
فَلَ يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً
Then they will not be able to make bequest,
meaning, with regard to their possessions, because the matter is more serious than that,
وَلَا إِلَى أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ
nor they will return to their family.
Numerous Hadiths and reports have been narrated about this, which we have mentioned elsewhere. After this there will be the Trumpet blast which will cause everyone who is alive to die, besides the One Who is Ever Living, Eternal. Then after that the trumpet blast of the resurrection will be sounded.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Tafsir Surat Yasin: 45-47
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat, "(niscaya mereka berpaling). Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling darinya. Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Nafkahkanlah sebagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu, "maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata.
Allah ﷻ menceritakan perihal keterlanjuran orang-orang musyrik dalam kesesatan mereka dan tiada kepedulian mereka terhadap dosa-dosa yang telah mereka kerjakan dan terhadap masa depan yang ada di hadapan mereka, yaitu hari kiamat. Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang. (Yasin: 45) Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah dosa-dosa, sedangkan menurut yang lain adalah kebalikannya. supaya kamu mendapat rahmat. (Yasin: 45) Yakni mudah-mudahan Allah mengasihani kalian dan menyelamatkan kalian dari azab-Nya bila kalian takut akan hal tersebut.
Sebagai kelanjutannya ialah mereka menolak hal tersebut, bahkan berpaling darinya melalui firman berikutnya, yaitu: Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka. (Yasin: 46) Yang menunjukkan keesaan-Nya dan kebenaran rasul-rasul-Nya. melainkan mereka selalu berpaling darinya. (Yasin: 46) Maksudnya, mereka tidak mau merenungkannya, tidak mau menerimanya, dan tidak mau mengambil manfaat darinya. Firman Allah ﷻ: Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Nafkahkanlah sebagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu (Yasin: 47) Yakni apabila mereka diperintahkan untuk membelanjakan sebagian dari rezeki yang diberikan oleh Allah kepada mereka untuk kaum fakir miskin maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman. (Yasin: 47) Yaitu memperbincangkan perihal orang-orang beriman yang fakir, Dengan kata lain mereka berkata kepada orang mukmin yang menganjurkan mereka untuk berinfak dengan nada sinis dan tanggapan yang menentang.
Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan (Yasin: 47) Mereka yang kalian anjurkan agar kami berinfak kepada mereka sekiranya Allah menghendaki, tentulah Dia memberikan kecukupan kepada mereka dan memberi mereka makan dari rezeki yang diberikanNya kepada mereka, dan kami sependapat dengan kehendak Allah ﷻ terhadap mereka. tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata. (Yasin: 47) dalam anjuran kalian kepada kami untuk melakukan hal tersebut. Ibnu Jarir mengatakan, dapat pula ditakwilkan bahwa kalimat ini merupakan firman Allah ﷻ terhadap orang-orang kafir yang menentang itu. saat mereka mendebat orang-orang mukmin yang menganjurkan kepada mereka untuk berinfak.
Allah berfirman kepada mereka: tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata. (Yasin: 47). Akan tetapi, pendapat ini masih perlu diteliti lagi. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.".
Dan adapun orang yang ingkar, setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda kebesaran dan keesaan Tuhan datang kepada mereka melalui para rasul dan ayat Al-Qur'an, mereka selalu berpaling darinya dengan penuh pengingkaran. 47. Dan salah satu bukti keingkaran mereka adalah bahwa apabila dikatakan kepada mereka, 'Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu kepada orang yang membutuhkan,' orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman dengan nada mengejek, 'Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki, Dia akan memberinya makan' Sungguh, kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata. ' Demikianlah sifat orang kafir. Mereka tidak mau berinfak, bersedekah, dan berzakat padahal semua itu akan kembali manfaatnya kepada diri mereka.
Allah menegaskan bahwa orang-orang yang ingkar itu senantiasa memalingkan muka dari setiap tanda-tanda yang menunjukkan keesaan dan kekuasaan-Nya, serta mengakui kerasulan utusan-Nya. Hati mereka telah buta, walaupun mata kepala mereka dapat melihat dengan terang semua tanda-tanda tersebut.
“Dan jika dikatakan kepada mereka,
“Takwalah kamu kepada apa yang berada di hadapanmu dan apa yang di belakang kamu “
(pangkal ayat 45)
Biasa diartikan orang takwa itu dengan takut, padahal arti takwa lebih luas dan lebih dalam dari takut. Kata-kata takut bisa ditujukan orang seperti takut kepada harimau lalu lari, takut akan kepindahan penyakit kusta lalu menjauh dari orang yang mendapat penyakit itu.
“Agar supaya kamu dirahmati."
(ujung ayat 45)
Yang di hadapan kita dan di belakang kita hendaklah kita perhatikan, kita camkan dan kita awasi. Yang di hadapan kita boleh diartikan usia kita yang akan kita tempuh; entah berapa tinggal lagi, tidaklah kita ketahui. Mungkin hari ini meninggal, mungkin setahun lagi. Tidak seorang jua pun kita yang tahu. Yang di belakang kita ialah sejarah hidup yang telah kita lalui, manakah yang lebih banyak kita kerjakan, yang baikkah atau yang buruk. Padahal yang telah terletak di belakang kita itu tidak dapat kita ulangi lagi.
“Dan tidaklah datang kepada mereka semacam ayat pun dari ayat-ayat Tuhan mereka, melainkan adalah mereka itu selalu berpaling darinya."
(ayat 46)
Ayat ini adalah sebagai jawaban dari ayat yang sebelumnya. Dia menguraikan sikap jiwa dari orang yang kafir. Adapun peringatan dari ayat Allah ﷻ yang dikemukakan kepada mereka, mereka tidak mau peduli. Mereka berpaling kepada yang lain. Malahan orang yang memberikan peringatan itu mereka musuhi. Nabi-nabi yang menyampaikan *seruan Allah secara jujur mereka musuhi. Mereka bersikap dalam hidup semaunya sendiri. Mereka tidak peduli akan nasihat.
“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Nafkahkanlah dari apa yang direzekikan Allah kepada kamu."
(pangkal ayat 47)
Artinya, oleh sebab Allah telah memberimu rezeki lebih banyak, sedang sesamamu manusia ada yang lemah, ada yang tidak mempunyai kesanggupan dan kegigihan memburu harta sebagai kesanggupan yang ada pada kamu, maka berikanlah sebagian dari rezeki anugerah Allah itu kepada orang-orang yang patut ditolong, anjuran itu mereka tolak pula. Mereka tidak mau memberikan sebagian rezeki yang diberikan Allah itu agak sedikit kepada yang patut menerima."Berkatalah orang-orongyang kafir itu kepada orang-orang yang beriman, “Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang kalau Allah menghendaki niscaya akan diberinya makan?"
Maka dijelaskanlah di akhir ayat,
“Tidak lain kamu ini, melainkan di dalam kesesalan yang nyata."
(ujung ayat 47)
Yaitu bahwa pendirian mereka yang demikian itu adalah pendirian yang sesat. Mereka tidak hendak mencari hubungan kasih sayang dengan sesamanya manusia. Manusia tidak hendak memedulikan nasib fakir dan miskin. Mereka menyangka dengan demikian mereka telah menempuh jalan yang benar, padahal itu adalah satu jalan tersesat.
“Dan mereka betkata, “Bilakah janji ini, jika adalah kamu orang-orang yang benar?"
(ayat 48)
Mereka menantang kepada Rasul dan orang-orang yang beriman yang selalu mengancam mereka dengan adzab bilamana hari Kiamat sudah datang kelak. Kalau Kiamat itu terjadi kelak,
“Tidaklah mereka akan menunggu melainkan satu pekikan saja."
(pangkal ayat 49)
Pekik ialah suara teriak yang sangat keras. Laksana suara sirene pada mobil pemadam kebakaran yang sedang berkejaran menung-kas memadamkan api rumah terbakar. Tetapi pekik itu demikian kerasnya, meskipun hanya sekali saja, ke seluruh penjuru bumi. Itu juga yang dikatakan serunai sangkakala yang ditiup oleh malaikat Israfil."Yang akan menyeret mereka, “ artinya yang menyebabkan mereka jadi panik, bingung, gugup, hilang akal dan tidak dapat lagi menguasai diri. Mereka telah terseret oleh pengaruh kerasnya bunyi pekik itu.
“Padahal mereka sedang bertengkar."
(ujung ayat 49)
Laksana binatang di rimba ketika kebakaran hutan, mereka telah diseret pengaruh kebakaran itu, lari ke sana kemari, tidak tahu lagi apa yang akan dikerjakan. Takut, ngeri, bingung, dan ketakutan akan mati. Padahal tadinya sedang bertengkar di pasar, di balai, di apartemen, di medan perang, ketika berebut-rebut mengejar keret api yang akan berangkat. Habis semuanya itu, berganti dengan hiruk pikuk ketakutan, karena maut telah terasa sangat mendekat.
“Maka tidaklah mereka sempat meninggalkan suatu wasiat pun."
(pangkal ayat 50)
Tidak sempat lagi membuat surat wasiat atau meninggalkan pesan wasiat untuk orang yang tinggal.
“Dan tidak pula mereka bisa pulang kepada kaum keluarganya."
(ujung ayat 50)
Sebab di mana mereka mendengarkan pekik yang dahsyat itu, di situ pula mereka akan mati. Ada yang mati karena berdesak-desak, atau mati ketakutan, atau mati berlanggar.
(Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.).
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.








