Join over 4 million Quran learners from more than 180 countries
Ayah
Word by Word
قَالُواْ
They [will] say
يَٰوَيۡلَنَا
O woe to us!
مَنۢ
Who
بَعَثَنَا
has raised us
مِن
from
مَّرۡقَدِنَاۜۗ
our sleeping place
هَٰذَا
This (is)
مَا
what
وَعَدَ
(had) promised
ٱلرَّحۡمَٰنُ
the Most Gracious
وَصَدَقَ
and told (the) truth
ٱلۡمُرۡسَلُونَ
the Messengers
قَالُواْ
They [will] say
يَٰوَيۡلَنَا
O woe to us!
مَنۢ
Who
بَعَثَنَا
has raised us
مِن
from
مَّرۡقَدِنَاۜۗ
our sleeping place
هَٰذَا
This (is)
مَا
what
وَعَدَ
(had) promised
ٱلرَّحۡمَٰنُ
the Most Gracious
وَصَدَقَ
and told (the) truth
ٱلۡمُرۡسَلُونَ
the Messengers
Translation
They will say, "O woe to us! Who has raised us up from our sleeping place?" [The reply will be], "This is what the Most Merciful had promised, and the messengers told the truth."
Tafsir
They, the disbelievers among them, will say, 'O (yaa is for calling attention [to something]) woe to us! (waylanaa means halaakanaa, '[O] our destruction!', and it is a verbal noun which has no [regular] verbal conjugation) Who has raised us from our place of sleep?, [they say this] because they will have been asleep in the interval between the two blasts and will not have been punished [yet]. This, that is, [this] raising, is that which the Compassionate One had promised and, regarding which, the messengers had spoken the truth': they affirm [this truth] when such affirmation is no longer of any benefit to them - but it is also said that this is said to them.
The Trumpet Blast of the Resurrection
Allah says:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ
And the Trumpet will be blown
This will be the third blast of the trumpet, the trumpet blast of the resurrection when people will come forth from their graves.
Allah says:
فَإِذَا هُم مِّنَ الاْإَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ
and behold from the graves they will come out quickly to their Lord.
Yansilun means they will be walking quickly.
This is like the Ayah:
يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ الاٌّجْدَاثِ سِرَاعاً كَأَنَّهُمْ إِلَى نُصُبٍ يُوفِضُونَ
The Day when they will come out of the graves quickly as racing to a goal. (70:43
قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا
They will say:Woe to us! Who has raised us up from our place of sleep.
meaning, their graves, which in this world they thought they would never be raised from. When they see with their own eyes that in which they had disbelieved,
قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا
(They will say:Woe to us! Who has raised us up from our place of sleep).
This does not contradict the fact that they will be punished in their graves, because in comparison to what is to come afterwards, that will seem like a nap.
Ubayy bin Ka`b, may Allah be pleased with him, Mujahid, Al-Hasan and Qatadah said,
They will sleep before the Resurrection.
Qatadah said,
That will be between the two trumpet blasts, they will say, `Who has raised us up from our place of sleep'
When they say that, the believers will respond.
This was the view of more than one of the Salaf.
هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ
(It will be said to them):This is what the Most Gracious had promised, and the Messengers spoke truth!
Al-Hasan said,
The angels will reply to them in this manner.
There is no contradiction because both are possible. And Allah knows best.
إِن كَانَتْ إِلاَّ صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ
It will be but a single Sayhah, so behold they will all be brought up before Us!
This is like the Ayat:
فَإِنَّمَا هِىَ زَجْرَةٌ وَحِدَةٌ
فَإِذَا هُم بِالسَّاهِرَةِ
But it will be only a single Zajrah, when behold, they find themselves (on the surface of the earth) alive (after their death). (79:13-14)
وَمَأ أَمْرُ السَّاعَةِ إِلاَّ كَلَمْحِ الْبَصَرِ أَوْ هُوَ أَقْرَبُ
And the matter of the Hour is not but as a twinkling of the eye, or even nearer. (16:77)
and,
يَوْمَ يَدْعُوكُمْ فَتَسْتَجِيبُونَ بِحَمْدِهِ وَتَظُنُّونَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلاَّ قَلِيلً
On the Day when He will call you, and you will answer (His call) with (words of) His praise and obedience, and you will think that you have stayed (in this world) but a little while! (17:52)
which means, `We will issue but one command, and all of them will be gathered together.
فَالْيَوْمَ لَاا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْيًا
This Day, none will be wronged in anything,
means, with regard to his deeds.
وَلَا تُجْزَوْنَ إِلاَّ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
nor will you be requited anything except that which you used to do.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
In verse 52, it was said: قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا (They will say, "Woe to us! Who has raised us from our sleeping place?" ). Though the disbelievers were already having their punishment in their graves with no sign of any relief, yet this punishment will appear as nothing when compared with the punishing circumstances of the day of Qiyamah, therefore, they will cry out as to why they had to be taken out of their graves, for it would have been better if they had stayed right there. A response to this will come from either the angels or the common believers.
This response appears immediately next in verse 52: هَـٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَـٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ ("This is what the Rahman had promised, and the messengers had told the truth.) - to which they paid no attention. At this place, a choice has been made in using the word: رَّحْمَـٰنُ (Rahman: The Most Merciful) out of the many attributes of Allah. It serves as an indicator - as for Him, He had already made elaborate arrangements, in His mercy, that you remain safe from this punishment, and that His act of alerting you in advance through His promise and through His Books and Prophets was, in fact, but a dictate of His attribute of mercy.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Tafsir Surat Yasin: 51-54
Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-(Nya). Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak dibalasi kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.
Inilah yang disebut tiupan yang ketiga, yaitu tiupan kebangkitan di mana semua makhluk dihidupkan lagi dari kuburnya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. (Yasin: 51) An-naslan artinya berjalan dengan cepat, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: (yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia). (Al-Ma'arij: 43) Firman Allah ﷻ: Mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" (Yasin: 52) Yakni dari kubur mereka yang dahulu semasa mereka masih hidup di dunia tidak percaya bahwa mereka akan dibangkitkan hidup kembali dari kubur mereka.
Setelah mereka menyaksikan di tempat mereka dikumpulkan itu apa yang dahulunya mereka dustakan, Mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" (Yasin: 52) Hal ini bukan berarti menafikan siksa kubur bagi mereka yang selama mereka berada di dalam kuburnya, karena siksa kubur itu bila dibandingkan dengan kerasnya azab di alam akhirat sama halnya dengan tidur. Ubay ibnu Ka'b r.a., Mujahid, Al-Hasan, dan Qatadah mengatakan, mereka tidur sejenak sebelum dibangkitkan hidup.
Qatadah mengatakan bahwa hal tersebut terjadi di antara dua tiupan sangkakala, karena itulah mereka mengatakan, "Siapakah yang membangunkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Menurut bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf, manakala mereka telah mengatakan hal tersebut, maka orang-orang mukmin menjawab: Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-(Nya). (Yasin: 52) Al-Hasan mengatakan bahwa yang menjawab mereka dengan ucapan itu adalah para malaikat. Tidak ada pertentangan jika kedua pendapat bisa digabungkan.
Hanya Allah yang lebih mengetahui. Abdur Rahman ibnu Zaid mengatakan bahwa semuanya adalah ucapan orang-orang kafir: Aduhai, celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)? Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-(Nya) (Yasin 52) Demikianlah menurut apa yang telah dinukil oleh Ibnu Jarir, tetapi dia sendiri memilih pendapat yang pertama karena pendapat itulah yang paling sahih. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: Dan mereka berkata, "Aduhai, celakalah kita!" Inilah hari pembalasan.
Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya. (Ash-Shaffat: 20-21) Dan pada hari terjadinya kiamat, bersuimpahlah orang-orang yang berdosa, bahwa mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat saja. Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran). Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir).Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu, tetapi kamu selalu tidak meyakininya). (Ar-Rum: 55-56) Adapun firman Allah ﷻ: Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. (Yasin: 53) Semakna dengan firman Allah ﷻ dalam ayat lain: Sesungguhnya pengembalian itu hanya dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. (An-Nazi'at: 13-14) Tidak ada kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). (An-Nahl: 77) Dan firman Allah ﷻ: yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja. (Al-Isra: 52) Yaitu sesungguhnya Kami hanya memerlukan sekali perintah saja, maka dengan serta merta mereka semuanya dihadapkan kepada Kami.' Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun. (Yasin: 54) Yakni dari amal perbuatannya.
dan kamu tidak dibatasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan. (Yasin: 54)".
Orang-orang kafir itu kaget dan heran pada saat dibangkitkan. Me-reka berkata, 'Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami di alam kubur'' Mereka berkata demikian karena akan menghadapi kesulitan dan malapetaka yang lebih besar. Adapun orang-orang beriman akan berkata, 'Inilah hari kebangkitan yang dijanjikan oleh Allah Yang Maha Pengasih, dan benarlah apa yang disampaikan oleh rasul-rasul-Nya. '53. Teriakan sebagai pertanda kebangkitan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami untuk dihisab. Ayat ini menerangkan betapa mudah bagi Allah untuk membangkitkan seluruh umat manusia (Lihat pula: Surah an-Na'l/16: 77).
Ayat ini menerangkan keheranan dan kekagetan orang-orang kafir ketika dibangkitkan dari kubur. Mereka berkata, "Aduhai celakalah kami, siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami?" Mereka heran dan tercengang karena dibangkitkan dari alam kubur dan menghadapi malapetaka serta kesulitan pada waktu itu.
Ketika mereka heran dan tercengang, di antara orang-orang yang beriman berkata kepada mereka, "Semua yang terjadi dan yang kita alami ini sesuai dengan yang dijanjikan Allah dan disampaikan oleh para rasul yang telah di- utus kepada kita semua ketika di dunia dahulu. Kita telah diberitahu akan adanya janji, ancaman, dan hari kebangkitan seperti yang kita hadapi sekarang ini. Oleh karena itu, kita tidak pantas heran dan tercengang dengan keadaan yang kita alami sekarang ini."
Menurut suatu riwayat bahwa yang dimaksud dengan bunyi sangkakala dalam ayat ini ialah suara malaikat Israfil yang sangat keras yang menyerukan, "Wahai tulang-belulang yang telah hancur-lebur, Allah memerintahkan kamu semua supaya berkumpul kembali seperti semula untuk menerima keputusan yang adil."
Pada ayat ini orang-orang kafir menanyakan tentang siapa yang membangkitkan dan menghidupkan mereka kembali pada hari kebangkitan ini. Pertanyaan mereka itu dijawab dengan apa yang pernah disampaikan kepada mereka dahulu waktu masih hidup di dunia. Hal ini memberi pengertian bahwa seakan-akan Allah menyuruh mereka mengingat apa yang pernah mereka lakukan dahulu terhadap para rasul yang diutus.
BILA KIAMAT DATANG
“Dan ditiuplah pada senunai sangkakala."
(pangkal ayat 51)
Pekik yang terdengar sekali yang pertama sebagaimana disebutkan di ayat 49 di atas tadi, ialah pekik panggilan untuk mematikan segala manusia yang manusia dan segala yang bernyawa yang masih hidup di waktu itu. Sebagaimana yang diterangkan tadi, bila pekik itu terdengar orang pun mati di waktu itu juga, sehingga tidak sempat meninggalkan wasiat dan tidak sempat pulang ke rumah, Dengan demikian matilah semua yang bernyawa.
“Maka tiba-tiba mereka pun pada muncul dari dalam pusara-pusara menuju kepada Tuhan mereka."
(ujung ayat 51)
Berkumpullah mereka datang ke sana, keluar atau muncul dari pusara-pusara atau kuburan masing-masing.
Maka janganlah kita sampai bingung karena yang terkhayal dalam pikiran kita ialah orang yang telah beratus tahun ditidurkan di dalam kubur, akan bangkit kembali dalam kehidupan. Padahal kerap kali suatu kuburan tergali, didapati sedangkan tulang-tulangnya hanya tinggal sedikit dan sudah terpotong-potong, ujung-ujung jari sudah tidak ada lagi. Tulang kaki sudah patah, tulang tangan sudah remuk, bagaimana menyusun kembali. Dan ada orang yang meninggal terbakar hangus jadi abu. Dan ada orang yang mati di kapal lalu dibuangkan di lautan dimakan habis oleh ikan-ikan. Bagaimana semuanya itu akan disusun kembali?
Bukankah kita telah mengakui mutlaknya kekuasaan Allah ﷻ? Mengapa Allah akan kita ukur dengan pikiran kita yang pendek dan daerah penglihatan yang terbatas?
Hal itu hanya sukar bagi kita, karena ilmu kita sangat sempit. Bagi Allah ﷻ tidak sukar. Sedangkan kita manusia diciptakan Allah ﷻ dari mani atau kama, yang jadi darah segumpal, daging segumpal kemudian jadi manusia yang hidup di dunia, padahal kalau kejadian itu kita saksikan tiap hari, dan tidak juga dapat seorang ahli pengetahuan di mana pun jua menguraikan bagaimana jadi demikian. Setinggi-tinggi pengetahuan mereka hanyalah dapat mengatakan, “Begitulah kejadiannya, dan kita tidak tahu bagaimana jalannya maka sampai demikian." Kononlah tentang hari berbangkit itu keiak. Kita pun akan percaya kemungkinan itu, sebab telah kita lihat kekuasaan Allah, sanggup mencipta manusia hanya dari segumpal air yang kita namai mani. Niscayatah Dia sanggup dan Mahakuasa mengembalikan hidup manusia dalam keadaan lain dari hanya bekas yang tinggal. Baik bekas itu sepotong tulang, atau sejemput tanah yang berasal dari tubuh yang telah kembali ke asal, ataupun setengah genggam debu yang telah terserak di mana-mana.
“Mereka pun berkata, “Wahai celakalah kita! Siapakah yang membangkitkan rata dari tempat tidur kita."
(pangkal ayat 52)
Itulah ucapan yang diliputi rasa heran dan tercengang melihat diri telah bangun kembali. Sebab sejak mengembuskan napas yang penghabisan dan kemudian dihantarkan dan dimasukkan ke dalam kubur, kesadaran nyawa tidak ada lagi. Dia telah tidur dengan nyenyak, yaitu setelah selesai pemeriksaan pertama di dalam alam kubur. Tidak ada di antara mereka yang tahu berapa lama mereka tidur nyenyak itu. Sebab perhitungan jam, hari, bulan, dan tahun di alam barzakh sudah berbeda dengan perhitungan kita di dalam dunia ini yang berpedoman kepada perjalanan matahari. Maka datanglah jawaban,
“Inilah yang dijanjikan oleh Tuhan Pengasih, dan benarlah utusan-utusan."
(ujung ayat 52)
Itulah hal yang sekalian rasul yang diutus Allah ﷻ telah memberitahukannya semasa di dunia. Ini tinggal semata-mata pelaksanaan, bahwasanya orang yang telah meninggal dunia akan dibangkitkan kembali dalam kehidupan yang lain.
“Tidak ada pekikan itu selain sekali saja."
(pangkal ayat 53)
Ayat ini menunjukkan betapa kekuasaan Allah dan kebesaran-Nya. Panggilan itu tidak akan diadakan berulang kali. Satu kali tiupan serunai sangkakala itu sudahlah cukup.
“Maka tiba-tiba mereka semua dihadirkan ke hadapan Kami."
(ujung ayat 53)
Kalau dalam gambaran terbatas dapatlah kita umpamakan dengan terompet apel pagi membangunkan tentara dalam asrama di waktu pagi; terompet berbunyi hanya satu kali. Dengan satu kali sudah cukup, segala perajurit bangun, bersiap dan terus berbaris. Demi-kianlah keadaan di hari berbangkit (ba'ats) dan hari berkumpul (mahsyar) itu kelak dan berjuta-juta hamba Allah ﷻ, dari pangkal adanya hidup di muka bumi ini bagi manusia sampai kepada manusia yang terakhir.
Sesudah siap berkumpul mulailah diadakan perhitungan (Yaumul Hisab), sesudah itu datanglah keputusan. Amal baik mendapat keputusan baik. Amal buruk mendapat keputusan buruk. Bersilang siurlah keluar surat keputusan. Berbahagialah orang yang menerima keputusan dari sebelah kanan dan celakalah, orang yang menerima keputusan dari sebelah kiri atau dari belakang.
“Maka di hari itu tidaklah akan dianiaya suaku diri sedikit jua pun."
(pangkal ayat 54)
Allah ﷻ akan berlaku menurut nama-Nya, yaitu al-'Adlu, adil sebenar adil. Sehingga orang yang menerima hukuman tidaklah akan menyesali Allah ﷻ, melainkan menyesali dirinya sendiri, sebab tidak menjalankan sebagaimana tuntunan Rasul. Dan orang yang diberi ganjaran yang mulia tidak pula akan menyangka, bahwa dia dilebihkan dari orang lain, melainkan ganjaran yang patut, yang sesuai dengan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
“Dan hendaklah kamu akan diganjari melainkan menunut apa yang kamu kerjakan."
(ujung ayat 54)
Oleh sebab itu, keraguan pada segala pihak tidak akan ada lagi. Dan untuk menentukan ke mana beratnya daun timbangan di akhirat itu kelak, tidak ada tempat yang lain untuk mengerjakannya, hanyalah di dunia ini saja.
“Sesungguhnya penghuni-penghuni surga di hari itu, di dalam keadaan santai bersenda-gurau."
(ayat 55)
Setelah semuanya selesai menerima ke-putusan, maka ahli neraka digiring bersama-sama ke dalam neraka dan ahli surga diarak dengan serba kehormatan, bersama-sama pula, beramai-ramai ke dalam surga. Sesampai ahli surga itu di dalam tempat yang mulia itu, duduklah mereka pada tempat masing-masing yang telah disediakan. Di sanalah mereka beristirahat dengan santai. Tidak lagi sibuk, tidak lagi bekerja keras membanting tulang sebagaimana di dunia. Di sanalah mereka bersenda gurau, baik dengan anak dan istri yang sama-sama berhak duduk di dalamnya karena amalnya, atau dengan tolan sahabat yang sepaham menegakkan agama Allah semasa di dunia, dan bagi yang lain lagi bercengkeramalah dia dengan anak-anak bidadari untuk menambah kegembiraan.
Pertemuan dengan istri-istri itu dijelaskan lagi dalam ayat berikutnya,
“Mereka dan istri-istri mereka di dalam tempat kelindungan."
(pangkal ayat 56)
Tidak kena terik panasnya matahari, melainkan nyaman, aman dan tenteram.
“Ke atas singgasana-singgasana mereka itu bertelekan “
(ujung ayat 56)
Bertelekan di atas singgasana, yaitu tempat duduk dan boleh sambil berbaring, ber-sandar kepada bantal-bantal beludru buatan surga.
“Untuk mereka di dalamnya ada buah-buahan."
(pangkal ayat 57)
Segala buah-buahan segar dari berbagai macam yang ada kita kenal di daerah kelahiran kita dan di tempat lain.
“Dan untuk mereka di dalamnya sedia apa saja yang mereka pesan."
(ujung ayat 57)
Apa saja yang mereka ingini dari segala macam kesenangan, sampai kepada anggur yang tidak memabukkan, semuanya sedia.
“Selamat sejahtera." Ucapan dari Tuhan Maha Penyayang."
(ayat 58)
Artinya bahwa dengan ucapan selamat datang ahli-ahli surga itu disambut oleh Allah ﷻ kedatangan mereka ke dalam surga itu, sebagaimana malaikat-malaikat pemelihara surga itu pun mengucapkan salam demikian pula kepada mereka. Dan surah lain-lain. Apatah lagi surga itu sendiri pun bernama “Darus Salam “, negara bahagia. Bahkan satu di antara nama Allah yang 99 itu pun ialah “Assalam “.
As-Salam mempunyai arti keselamatan, kedamaian, ketenteraman. Itulah yang diinginkan oleh tiap-tiap orang. Dan itulah yang akan mereka temui di sana kelak.
“Dan terpencillah (menyisihlah) kamu hari ini, wahai orang-orang durjana."
(ayat 59)
Mendengar berita dari Allah ﷻ bagaimana nikmat dan rahmat yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman itu di dalam surga kelak kemudian hari, tentu ada juga terasa di hati orang yang selama ini mendurhaka kepada Allah, yang hidupnya penuh dengan kedurjanaan belaka, bagaimanalah akan nasibnya kelak. Samalah halnya dengan seorang bapak yang banyak anak dan sebagian besar dari anak itu patuh menuruti bimbingan orang tua. Maka pada hari-hari tertentu anak-anak itu dipanggil berkumpul oleh orang tuanya itu dan ditunjukkannya kasih sayang kepada mereka. Maka anak yang nakal dan keras kepala tidak mau menuruti kehendak orang tua itu, melihat saudara-saudaranya berkumpul ke dekat ayahnya, dia pun ingin pula masuk dalam kumpulan itu. Tetapi ayahnya tidak memanggil dia. Dia tidak menegur dia, tidak menyapa dia. Sehingga terpencillah dia seorang diri, tersisih dari saudara-saudaranya.
(Mereka berkata) orang-orang kafir di antara manusia, ("Aduhai!) Ya di sini menunjukkan makna Tanbih (celakalah kami) binasalah kami lafal Wailun adalah Mashdar yang tidak mempunyai Fi'il dari lafalnya. (Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami -kubur-?") karena mereka seolah-olah dalam keadaan tidur di antara kedua tiupan itu, maksudnya mereka tidak diazab. (Inilah) kebangkitan ini (yang) telah (dijanjikan yang Maha Pemurah dan benarlah) mengenainya (Rasul-rasul-Nya) mereka mengakui atas kebenaran yang telah dikatakan oleh para rasul, tetapi pengakuan mereka tidak bermanfaat lagi. Menurut pendapat yang lain, bahwa kalimat tersebut dikatakan kepada mereka.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.








