Join over 4 million Quran learners from more than 180 countries
Ayah
Word by Word
ثُمَّ
Then
أَنشَأۡنَا
We produced
مِنۢ
after them
بَعۡدِهِمۡ
after them
قُرُونًا
a generation
ءَاخَرِينَ
another
ثُمَّ
Then
أَنشَأۡنَا
We produced
مِنۢ
after them
بَعۡدِهِمۡ
after them
قُرُونًا
a generation
ءَاخَرِينَ
another
Translation
Then We produced after them other generations.
Tafsir
Then, after them, We brought forth other generations, [other] peoples.
Mention of Other Nations
Allah says:
ثُمَّ أَنشَأْنَا مِن بَعْدِهِمْ قُرُونًا اخَرِينَ
Then, after them, We created other generations.
meaning, nations and peoples.
مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ
No nation can advance their term, nor can they delay it.
means, they are taken at the appropriate time, as decreed by Allah in His Book that is preserved with Him, before they were created, nation after nation, century after century, generation after generation, successors after predecessors.
ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَا
Then We sent Our Messengers in succession.
Ibn Abbas said,
(This means) following one another in succession.
This is like the Ayah:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللَّهَ وَاجْتَنِبُواْ الْطَّـغُوتَ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَـلَةُ
And verily, We have sent among every Ummah a Messenger (proclaiming):
Worship Allah, and avoid Taghut (all false deities).
Then of them were some whom Allah guided and of them were some upon whom the straying was justified. (16:36)
...
كُلَّ مَا جَاء أُمَّةً رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُ
Every time there came to a nation their Messenger, they denied him;
meaning the greater majority of them.
This is like the Ayah:
يحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِمْ مِّن رَّسُولٍ إِلاَّ كَانُواْ بِهِ يَسْتَهْزِءُونَ
Alas for mankind! There never came a Messenger to them but they used to mock at him. (36:30)
...
فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُم بَعْضًا
so We made them follow one another,
means, `We destroyed them,' as Allah says:
وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِن بَعْدِ نُوحٍ
And how many generations have We destroyed after Nuh! (17:17)
...
وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ
and We made them as Ahadith,
meaning, stories and lessons for mankind, as Allah says elsewhere:
فَجَعَلْنَـهُمْ أَحَادِيثَ وَمَزَّقْنَـهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ
so, We made them as tales (in the land), and We dispersed them all totally. (34:19)
...
فَبُعْدًا لِّقَوْمٍ لاَّ يُوْمِنُونَ
So, away with a people who believe not!
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Commentary
وَآوَيْنَاهُمَا إِلَىٰ رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ (and We gave them shelter on a height, a place of rest and running springs). According to Bayan-ul-Qur’ an, this verse refers to the event that a tyrant was resolute to kill Sayyidna ` Isa and his mother (علیہما السلام) right from his childhood. They escaped from him and, with Allah's grace, found a place on a height where they enjoyed a peaceful life until Sayyidna ` Isa (علیہ السلام) attained maturity and was entrusted with prophethood. (This commentary is taken from Khulasa-e-tafsir of Ma` ariful-Qur’ an).
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Tafsir Surat Al-Mu'minun: 42-44
Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain. Tidak (bisa) suatu umat pun mempercepat ajalnya, dan tidak (bisa pula) mereka menangguhkan (ajalnya itu). Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya; maka Kami silih gantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.
Ayat 42
Firman Allah ﷻ: “Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain.” (Al-Mu'minun: 42)
Yaitu umat-umat dan generasi-generasi lain sesudah mereka tiada.
Ayat 43
“Tidak (bisa) suatu umat pun mempercepat ajalnya, dan tidak (bisa pula) mereka menangguhkan (ajalnya itu).” (Al-Mu'minun: 43)
Tetapi mereka dimusnahkan sesuai dengan apa yang ditakdirkan oleh Allah bagi mereka. Yang hal tersebut telah tercatat di dalam Lauh Mahfuz dan telah diketahui-Nya sebelum mereka tercipta. Mereka dimusnahkan generasi demi generasi dan umat demi umat.
Ayat 44
“Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut.” (Al-Mu'minun: 44)
Ibnu Abbas mengatakan bahwa sebagian dari rasul-rasul itu datang berurutan setelah sebagian yang lainnya. Hal ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu.’ Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.” (An-Nahl: 36)
Firman Allah ﷻ: Setiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya.” (Al-Mu'minun: 44)
Maksudnya, sebagian besar dari mereka mendustakannya. Seperti juga yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya: “Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.” (Yasin: 30)
Firman Allah ﷻ: “Maka Kami silih gantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain.” (Al-Mu'minun: 44)
Yakni Kami binasakan mereka generasi demi generasi. Sama pengertian-nya dengan apa yang disebutkan oleh Allah ﷻ dalam ayat lain melalui firman-Nya: “Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan.” (Al-Isra: 17)
Firman Allah ﷻ: “Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia).” (Al-Mu'minun-44)
Yaitu sebagai cerita dan kisah bagi manusia sesudah mereka. Semakna dengan firman-Nya: “Maka Kami jadikan mereka buah tutur dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya." (Saba: 19)
Habis sudah para pendurhaka dari kaum Nabi Hud. Kemudian Kami ciptakan lagi sesudah mereka yang binasa itu umat-umat yang lain, di antaranya kaum Nabi Salih, Lut, dan Syu'aib. 43. Allah memberi batas waktu bagi kehidupan, kematian, atau kebinasaan umat para nabi tersebut. Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan atau mendahuli ajalnya, yaitu batas waktu kematian atau kebinasaan yang telah Allah tetapkan berdasar sunatullah yang berlaku umum, dan tidak dapat pula mereka menangguhkannya.
Setelah kehancuran kaum 'Ad, pada ayat ini diterangkan tentang kaum samud, kaum negeri Madyan dan negeri Aikah, serta negeri Sodom. Kepada kaum samud Allah mengutus Nabi Saleh, tetapi kaum samud menolaknya, bahkan sampai membunuh unta Nabi Saleh yang merupakan mukjizatnya.
Sedangkan kepada penduduk Madyan dan Aikah, Allah mengutus Nabi Syuaib. Mereka juga durhaka dan menolak Nabi Syuaib, serta mereka suka mengurangi timbangan. Penduduk Sodom juga mengingkari Nabi Lut dan banyak yang melakukan homoseksual.
Ketentuan Nasib Sesuatu Umat
Tuhan terangkan, bahwasanya sesudah binasa umat yang diriatangi oleh Nabi Nuh dan kaum ‘Ad yang diriatangi oleh Nabi Hud itu, telah muncul pula.
Kemudian itu, sesudah mereka, Kami timbulkan pula beberapa keturunan yang lain.
Penerimaan umat-umat dan kaum itu sama saja. Tidak ada kata kebenaran yang terus saja mereka terima, melainkan mereka haritah dan sanggah. Kadang-kadang hati kecil mereka tidaklah dapat membantahnya, tetapi hawa nafsu atau kemewahan yang palsu, atau karena ikatan kemegahan dunia fana, menyebabkan mereka tidak kuat melepaskan diri dari cengkeraman fikiran yang salah.
Rasul-rasul itu mereka dustakan kebenaran yang dibawa Rasul itu mereka haritah. Akhinya niscaya berlaku juga hukum Tuhan yang tetap, hukum Tuhan yang tidak dapat diriahului baik satu saat, atau dita'khirkan satii saat pula. Jika pada barang benda berlaku hukum sebab akibat, dalam umat-umat dan bangsa hukum itu pun berlaku. Setiap umat mesti sudi menerima pimpinan yang benar, kalau tidak niscaya jatuhlah pimpinan kepada yang salah.
Apabila tertumpah jalan salah, akhinya tidak dapat dikendalikan lagi, maka datanglah saat keruntuhan. Dan tidaklah ada sesuatu kekuatan makhluk yang dapat menghambat datangnya keruntuhan itu. Ini adalah Takdir dan ini pdalah Sunnatullah.
Runtuh umat yang telah lalu, baik runtuh pertahanan jiwa ataupun runtuh negeri dan kota, tersebab malapetaka alam, gempa bumi, letusan gunung berapi, hujan batu atau taufan kalimbubu. Salah satu bekas negeri yang tinggal runtuhnya itu ialah negeri Pompeyi yang tertimbun oleh letusan gunung Vesuvius pada abad pertama hidupnya Nabi Isa, dan baru dapat digali kembali setelah 18 abad kemudian. Maka ketihalan bangkai-bangkai manusia yang tertimbun oleh lahar dan abu. Kota-kota yang indah, jalan raya yang bagus dan pasar yang ramal. Orang sedang duduk bercengkerama bersenda-gurau tertimbun lahar diriapati keadaannya seakan-akan baru terjadi kemarin. Maka jelaslah diperlihatkan betapa kehidupan mereka pada waktu itu, sehingga pun cara hubungan yang amat cabul di antara laki-laki dan perempuan nampak kelihatan pada bangkai-bangkai yang telah tertimbun itu. Di Harira-maut bertemu sebuah gua jalan air di bawah tanah yang busuk, bernama telaga Barhut. Menurut kepercayaan penduduk di sana, telaga itu adalah salah satu bekas dari kaum ‘Ad yang membantah Nabi Hud dahulu itu.
Banyak lagi umat yang lain. Kemajuan penyelidikan sejarah purbakala, ilmu Antropologi dan Archeologi masih tetap berkembang dan penyelidikan belum habis-habisnya untuk melihat kebudayaan umat-umat yang telah terpendam dalam lapIsan bumi ini. Dan mereka pun menjadi buah mulut dari orang yang datang di belakang. Dan sebagai kita katakan ketika menceritakan Nabi Nuh, bekas perahu itu telah diriapat di atas lereng pegunungan Ararat, yang kalau bukanlah suasana perang dingin blok Barat dengan blok Timur, akan lekaslah selesai penyelidikan atas bekas perahu itu Dan di waktu Nabi Muhammad masih hidup, dalam satu perjalanan pergi berperang telah bertemu pula bekas perkampungan kaum Tsamud, kaum yang diriatangi oleh Nabi Shalih. Di sana diriapati ada air tergenang. Betapa pun hausnya sahabat-
sahabat Nabi yang tengah dalam perjalanan itu, namun men melarang Keras mereka minum dari air yang tergenang itu. takut ketularan penyakit walaupun sudah berlalu beratus-ratus tahun.
“Kami jadikan mereka menjadi buah mulut orang."
Alangkah tepatnya sejarah bangsa-bangsa mengisi ayat ini, sehingga dapatlah dibuktikan, bahwasanya umat-umat dan bangsa yang telah binasa itu, kian maju penyelidikan kepada zaman lampau, kian bertambahlah mereka menjadi buah mulut. Namun orang yang tidak beriman kian lama kian jauh juga. Peraturan dan undang-undang alam tidaklah berubah. Yang melanggar peraturan pasti hancur, yang keluar daripada garis kebenaran pasti binasa, demikian dahulu, demikian sekarang, dan demikian nanti. Namun yang tidak mau percaya, yang tidak beriman, bertambah jauh juga dari kebenaran, sehingga terkadang orang baik-baik pun menjadi kurhari dan kecengkalannya orang-orang yang tidak beriman itu.
Niscaya kadang-kadang timbullah pertanyaan, mengapakah kiranya setelah demikian terang wahyu memberitahu, namun umat manusia masih saja ada yang menurutkan kehendak hawanafsunya? Meskipun Rasul-rasul tidak datang lagi ke dunia, namun kitab-kitab suci telah mereka tinggalkan untuk menjadi pedoman. Mengapa manusia masih lalai?
Niscaya akan demikianlah halnya. Sebab nilai kebenaran Ilahi tidaklah akan nampak kalau tidak ditapia dan dikiasi dengan percobaan dan perjuangan, agar terlaksanalah kehendak tertinggi dari Ilahi, untuk membeh penentuan manakah hambanya yang sesat dan mana pula yang selamat karena budi akalnya.
Karena iman yang diriapat karena hasil percobaan Ilahi dan perjuangan hidup, adalah iman yang dijamin kualitas dan mutunya.
(Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat) kaum-kaum (yang lain).
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.








