Join over 4 million Quran learners from more than 180 countries
Ayah
Word by Word
إِنَّ
Indeed
هَٰذَا
this
ٱلۡقُرۡءَانَ
the Quran
يَهۡدِي
guides
لِلَّتِي
to that
هِيَ
which
أَقۡوَمُ
(is) most straight
وَيُبَشِّرُ
and gives glad tidings
ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
to the believers
ٱلَّذِينَ
those who
يَعۡمَلُونَ
do
ٱلصَّـٰلِحَٰتِ
the righteous deeds
أَنَّ
that
لَهُمۡ
for them
أَجۡرٗا
(is) a reward
كَبِيرٗا
great
إِنَّ
Indeed
هَٰذَا
this
ٱلۡقُرۡءَانَ
the Quran
يَهۡدِي
guides
لِلَّتِي
to that
هِيَ
which
أَقۡوَمُ
(is) most straight
وَيُبَشِّرُ
and gives glad tidings
ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
to the believers
ٱلَّذِينَ
those who
يَعۡمَلُونَ
do
ٱلصَّـٰلِحَٰتِ
the righteous deeds
أَنَّ
that
لَهُمۡ
for them
أَجۡرٗا
(is) a reward
كَبِيرٗا
great
Translation
Indeed, this Qur’ān guides to that which is most suitable and gives good tidings to the believers who do righteous deeds that they will have a great reward
Tafsir
Truly this Qur'aan guides to that, to that way, which is straightest, most upright and correct, and gives tidings to the believers who perform righteous deeds that there is a great reward for them.
"Praising the Qur'an
Allah praises His noble Book,
إِنَّ هَـذَا الْقُرْانَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
Verily, this Qur'an guides to that which is most just and right
Allah praises His noble Book, the Qur'an, which He revealed to His Messenger Muhammad. It directs people to the best and clearest of ways.
وَيُبَشِّرُ الْمُوْمِنِينَ
and gives good news to those who believe, (in it)
الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ
those who do righteous deeds,
in accordance with it, telling them,
أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
that they will have a great reward,
i.e., on the Day of Resurrection.
And He tells
وأَنَّ الَّذِينَ لاأَ يُوْمِنُونَ بِالاأخِرَةِ
those who do not believe in the Hereafter,
أَعْتَدْنَا
We have prepared
لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
for them is a painful torment,
i.e. on the Day of Resurrection.
As Allah says:
فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
then announce to them a painful torment. (84:24)
Man's Haste and Prayers against Himself
Allah tells;
وَيَدْعُ الاِنسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءهُ بِالْخَيْرِ
And man invokes (Allah) for evil as he invokes (Allah) for good and man is ever hasty.
Allah tells us about man's haste and how he sometimes prays against himself or his children or his wealth, praying for something bad to happen for them, or for them to die or be destroyed, invoking curses, etc. If Allah were to answer his prayer, he would be destroyed because of it, as Allah says:
وَلَوْ يُعَجِّلُ اللَّهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ
And were Allah to hasten for mankind the evil... (10:11)
This is how it was interpreted by Ibn Abbas, Mujahid and Qatadah.
We have already discussed the Hadith:
لَاا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلَاا عَلَى أَمْوَالِكُمْ أَنْ تُوَافِقُوا مِنَ اللهِ سَاعَةَ إِجَابَةٍ يَسْتَجِيبُ فِيهَا
Do not pray against yourselves or your wealth, for that might coincide with a time when Allah answers prayers.
What makes the son of Adam do that is his anxiety and haste.
Allah says:
وَكَانَ الاِنسَانُ عَجُولاً
And man is ever hasty.
Salman Al-Farisi and Ibn Abbas mentioned the story of Adam, when he wanted to get up before his soul reached his feet.
When his soul was breathed into him, it entered his body from his head downwards. When it reached his brain he sneezed, and said,
""Al-Hamdu Lillah"" (praise be to Allah),
and Allah said, ""May your Lord have mercy on you, O Adam.""
When it reached his eyes, he opened them, and when it reached his body and limbs he started to stare at them in wonder.
He wanted to get up before it reached his feet, but he could not.
He said, ""O Lord, make it happen before night comes."""
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Sequence
At the beginning of the Sarah, the majesty of the prophet-hood of the Messenger of Allah was described through the miracle of al-Mi` raj. The present verses cite the miracle of Qur'an as its confirmation.
Commentary
The most upright way
The way to which the Qur'an guides has been called 'aqwam,' the most upright. 'Aqwam' can be explained by saying that it is a way that is closer to the destination, is easy and free of dangers at the same time. (Qurtubi) This tells us that the rules set for human life by the Holy Qur'an are a combination of all three features mentioned above. However, it is a different matter that man may start taking this way to be difficult or dangerous on occasions because of his own lack of comprehension. But, the Lord of all the worlds has the most comprehensive knowledge of every single particle in the entire universe. Before Him, the past and the future are the same. It is He who can have the knowledge of the reality as to the function and form most beneficial for human beings. And since man is unaware of things as they are in a comprehensive setting, he can-not identify even his own good or bad fully and decisively.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Tafsir Surat Al-Isra: 9-10
Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh, bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.
Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.
Ayat 9
Allah ﷻ memuji kitab-Nya yang Dia turunkan kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad ﷺ, yaitu kitab Al-Qur'an, bahwa kitab Al-Qur'an itu memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan lebih terang.
“Dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh.” (Al-Isra: 9) sesuai dengan apa yang dikandung di dalam kitab Al-Qur'an.
“Bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (Al-Isra: 9) kelak di hari kiamat.
Ayat 10
“Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat.” (Al-Isra: 10)
Yakni menyampaikan berita kepada orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat.
“Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.” (Al-Isra: 10)
Yaitu di hari kiamat kelak. Hal ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: “Maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih.” (Ali 'Imran: 21).
Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad agar menjadi petunjuk bagi umat manusia guna meraih keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sungguh, Al-Qur'an ini memberikan petunjuk
bagi umat manusia ke jalan yang paling lurus yang mengantarkan keselamatan dan kebahagiaan mereka dan memberi kabar gembira kepada
orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan sebagai bukti dari keimanannya itu bahwa bagi mereka ada pahala yang besar sebagai imbalan
dari iman dan apa yang diamalkannya itu. Dan memberi kabar buruk serta ancaman bahwa sesungguhnya orangorang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi
mereka kelak di hari kiamat azab yang pedih yaitu neraka.
Allah ﷻ menyatakan keistimewaan-keistimewaan kitab-Nya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ yaitu kitab Al-Qur'an, dengan menunjukkan fungsi dari kitab itu sendiri serta faedahnya bagi seluruh umat manusia. Di antara faedah Al-Qur'an yang disebutkan dalam ayat ini adalah:
Pertama, Al-Qur'an memberi petunjuk kepada orang yang mau menjadi-kannya sebagai pedoman ke jalan yang lurus. Yang dimaksud jalan yang lurus dalam ayat ini ialah agama Islam, yang berpangkal pada ajaran tauhid, yaitu keyakinan bahwa tidak ada kekuatan yang dapat menciptakan dan menguasai alam semesta ini kecuali Allah ﷻ Kekuasaan-Nya tidak dapat ditandingi oleh siapapun. Dia adalah Penguasa alam yang sebenarnya, dan Zat yang mempunyai kekuasaan Yang Mahabesar.
Kedua, Al-Qur'an memberi kabar gembira kepada orang-orang yang percaya kepada Allah ﷻ dan rasul-Nya, berbuat amal baik, melakukan apa saja yang diperintahkan Allah, dan menghindarkan diri dari berbuat sesuatu yang dilarang-Nya. Kabar gembira itu berupa pahala yang berlimpah yang akan diterima di akhirat, sebagai imbalan dari amal saleh yang mereka lakukan di dunia.
Ketiga, Al-Qur'an adalah peringatan bagi orang-orang yang tidak mem-percayai hari pembalasan dan tidak mengakui adanya pahala dan siksa yang akan diberikan Allah di hari kiamat sebagai balasan bagi perbuatan mereka ketika hidup di dunia. Ancaman yang ditujukan kepada mereka ialah azab yang pedih sebagai balasan dari perbuatan maksiat yang menodai jiwa mereka. Termasuk di dalamnya orang-orang ahli kitab yang tidak mengakui kerasulan Nabi Muhammad ﷺ
“Sesungguhnya Al-Qur'an ini menunjuki kepada jalan yang lebih lurus."
(pangkal ayat 9)
Sebab dia membawa kepada satu tujuan, yaitu Allah Yang Tunggal. Maka tujuan itu satu, tidak berbilang, jalan ke sana yang paling dekat ialah garis lurus. Garis itulah yang dipimpinnya oleh Al-Qur'an, “dan menggembirakan kepada orang-orang yang beriman, yang beramal saleh." Artinya, Ai-Qur'an itu menyampaikan pula berita gembira bagi orang yang beriman."bahwa meieka adalah pahala yang besan."
(ujung ayat 9)
Pahala kedua ialah nikmat surga di akhirat.
"Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang tidak percaya akan akhirat, Kami sediakan bagi meraka adzab yang pedih."
(ayat 10)
Niscaya begitulah timbalan yang akan diterima orang yang tidak percaya akan hari esok. Yang menyangka hidup itu hanya habis hingga ini saja, sebab itu amalnya tidak memikirkan hari depan. Yang dipikirkannya hanya yang akan enak sekarang saja. Maka lebih banyaklah perbuatan merugikan daripada menguntungkan. Di akhirat adzab pula yang akan diterimanya.
“Dan berdoalah manusia akan kejahatan sepenti doanya dengan kebaikan (jua); karena adalah manusia itu penggegas."
(ayat 11)
Penggegas artinya ialah mau terburu-buru, mau cepat saja. Dalam ayat ini dijelaskan kelemahan yang asal pada manusia, yaitu jika dia ditimpa kejahatan, kesusahan, dia amat gelisah dan tidak dapat mengendalikan diri. Dia menyumpah, mengeluh, kadang-kadang karena merasa bencana itu terlalu berat, dia minta mati saja. Demikian pula sebaliknya. Kalau mendapat kebaikan yang menggembirakan, dia sudah seperti cacing kena panas, memuji-muji diri mendabik dada. Lupa dia bahwa hidup itu adalah pergantian hujan dan panas, suka dan duka, senang dan susah.
Perangai dasar atau temperamen yang seperti ini, kalau tidak dapat dikembalikan, akan celakalah manusia. Tidak akan naik martabat hidupnya. Ini hanya dapat dikendalikan dengan iman. Sebagai contoh yang telah diberikan oleh Nabi Yusuf. Berkali-kali beliau ditimpa sengsara. Sejak dimasukkan oleh saudara-saudaranya ke dalam sumur, lalu dijual sebagai budak, lalu dirayu oleh perempuan cantik dalam istana orang besar, hingga kemudian masuk penjara. Namun, tiap-tiap bencana datang, tidaklah beliau mengeluh. Sampai beliau pernah berkata, “Penjara lebih aku sukai daripada menuruti kehendak mereka." Begitu besar-besarnya cobaan, tidaklah dia meminta mati saja sebab tidak tertanggungkan lagi. Kemudian, beliau dikeluarkan dari penjara untuk memangku satu jabatan paling tinggi dalam kerajaan Mesir. Kemudian, dia dapat berdamai dengan saudara-saudaranya. Saudara-saudaranya itu bersama ayahnya, Nabi Ya'qub, dapatlah berpindah ke Mesir ke bawah lindungan payung panji kebesaran yang telah dicapai Yusuf. Setelah semua tugasnya selesai dan badan terasa mulai tua, barulah pada doanya yang terakhir (surah Yuusuf ayat 101), dia menyediakan dirinya menerima maut, tetapi mati di dalam Islam dan mohon dipertemukan kelak dengan orang-orang yang saleh.
Maka di ujung ayat yang tengah kita tafsirkan ini disindirlah sifat penggegas tergesa-gesa atau terburu nafsu. Hendaklah melatih diri mengurangi sifat itu. Di waktu susah jangan lekas cemas dan di waktu mendapat untung jangan lekas gembira dan lupa diri.
(12) Dan telah Kami jadikan malam dan siang dua tanda. Maka Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, untuk mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu ketahui bilangan tahun-tahun dan hisab (perhitungan). Dan tiap-tiap sesuatu Kami jelaskan sejelas-jelasnya.
“Dan telah Kami jadikan malam dan siang dua tanda."
(pangkal ayat 12)
Peredaran malam dan siang adalah ayat, atau suatu tanda bukti bahwa alam ini diatur oleh Pengatur yang Mahabijaksana. Apabila kita belajar ilmu falak, akan tahulah betapa telitinya pembagian di antara siang dan malam itu. Di musim panas siang lebih panjang, di musim dingin malam pula yang lebih panjang, dan dapat dipelajari dengan saksama jam, menit, dan detik dari terbit atau terbenamnya matahari."Maka Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang." Tiap pagi dapatlah kita saksikan pergiliran malam kepada siang itu. Mulanya fajar menyingsing, itulah ujung malam dan waktu Shubuh tiba.
Kemudian berangsur terbitlah matahari, hari pun bertambah siang, dan datanglah hari yang baru dan segar."Untuk mencari karunia dari Tuhanmu." Mulailah manusia keluar dari rumahnya dan gubuknya, gedungnya, dan istananya, untuk berusaha mencari re
zeki yang tersimpan di atas permukaan bumi ini. Masing-masing mendapat sekadar yang ditentukan Allah."Dan supaya kamu ketahui bilangan tahun-tahun dan hisab (perhitungan).'' 60 menit jadi satu jam, 24 jam menjadi sehari semalam, 30 atau 31 hari jadi sebulan, 12 bulan jadi setahun. Dan orang pun menghisab sampai kepada yang sehalus-halusnya. Itulah ilmu hisab atau ilmu falak.
“Dan tiap-tiap sesuatu Kami jelas-kan sejelas-jelasnya."
(ujung ayat 12)
Dengan keterangan di ujung ayat bahwa segala sesuatu dijelaskan Aliah sampai sejelas-jelasnya, batallah jadinya teori ahli-ahli filsafat yang mengatakan bahwa Allah itu hanya me-ngatur garis besar saja, tidak mencampuri soal yang berkecil-kecil (detail).
(Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada) jalan (yang lebih lurus) lebih adil dan lebih besar (dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.).
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.








