إِبْرَاهِيم ٢٠
- وَمَا And not
- ذَٰلِكَ (is) that
- عَلَى on
- ٱللَّهِ Allah
- بِعَزِيزٖ great
And that is not difficult for Allāh.
And that for God is surely no great, [no] difficult, matter.
"Proof that Resurrection occurs after Death
Allah says:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللّهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالَارْضَ بِالْحقِّ
Do you not see that Allah has created the heavens and the earth with truth!
Allah affirms His ability to resurrect the bodies on the Day of Resurrection, stating that He has created the heavens and earth which are stronger than the creation of man.
Is not He Who is able to create the heavens, high, wide and strongly built, which include in them the planets and stars and the various heavenly objects and clear signs.
Is not He Who created this earth with all what it contains of land, valleys, mountains, deserts, green fields, barren lands, seas and various shapes, benefits, species and colors of trees, plants and animals
أَوَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّ اللَّهَ الَّذِى خَلَقَ السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ وَلَمْ يَعْىَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَى أَن يُحْىِ الْمَوْتَى بَلَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Do they not see that Allah, Who created the heavens and the earth, and was not wearied by their creation, is able to give life to the dead!
Yes, He surely, is able to do all things. (46:33)
أَوَلَمْ يَرَ الاِنسَـنُ أَنَّا خَلَقْنَـهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مٌّبِينٌ
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلً وَنَسِىَ خَلْقَهُ قَالَ مَن يُحىِ الْعِظَـمَ وَهِىَ رَمِيمٌ
قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِى أَنشَأَهَأ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ
الَّذِى جَعَلَ لَكُم مِّنَ الشَّجَرِ الاٌّخْضَرِ نَاراً فَإِذَا أَنتُم مِّنْه تُوقِدُونَ
أَوَلَـيْسَ الَذِى خَلَقَ السَّمَـوتِ وَالاٌّرْضَ بِقَـدِرٍ عَلَى أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم بَلَى وَهُوَ الْخَلَّـقُ الْعَلِيمُ
إِنَّمَأ أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْياً أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ
فَسُبْحَـنَ الَّذِى بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Does not man see that We have created him from Nutfah (drop of sperm). Yet behold he (stands forth) as an open opponent. And he puts forth for Us a parable, and forgets his own creation
He says:""Who will give life to these bones after they are rotten and have become dust""
Say:""He will give life to them Who created them for the first time! And He is the All-Knower of every creation!""
He Who produces for you fire out of the green tree, when behold you kindle therewith.
Is not He Who created the heavens and the earth, able to create the like of them!
Yes, indeed! He is the All-Knowing Supreme Creator.
Verily, His command, when He intends a thing, is only that He says to it, ""Be!"" - and it is!
So glorified is He and exalted above all that they associate with Him, and in Whose Hands is the dominion of all things:and to Him you shall be returned. (36:77-83)
Allah's statement,
إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ
وَمَا ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ
If He wills, He can remove you and bring (in your place) a new creation! And for Allah that is not hard or difficult.
means, it is not hard or impossible for Allah to do that. Rather, it is easy for Him, that if you defy His order, He takes you away and brings in your place another creation who is unlike you.
Allah said in other Ayat,
يأَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِىُّ الْحَمِيدُ
إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُـمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ وَمَا ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ
O mankind!
It is you who stand in need of Allah. But Allah is Rich, Worthy of all praise. If He willed, He could destroy you and bring about a new creation. And that is not hard for Allah. (35:15-17)
الْفُقَرَاءُ وَإِن تَتَوَلَّوْاْ يَسْتَبْدِلْ قَوْماً غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُواْ
And if you turn away, He will exchange you for some other people and they will not be your likes. (47:38)
يأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِى اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ
O you who believe!
Whoever from among you turns back from his religion, Allah will bring a people whom He will love and they will love Him. (5:54)
and,
إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِـاخَرِينَ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى ذلِكَ قَدِيراً
If He wills, He can take you away, O people, and bring others. And Allah is Ever All-Potent over that. (4:133)"
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Not yet available. It requires resources to add this interpretation.
Tafsir Surat Ibrahim: 19-20
Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan benar? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kalian dan mengganti (kalian) dengan makhluk yang baru,
Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah.
Ayat 19
Allah ﷻ menyebutkan tentang kekuasaan-Nya dalam menghidupkan kembali tubuh manusia kelak di hari kiamat, bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi, menciptakan keduanya jauh lebih berat ketimbang menciptakan manusia. Maka bukankah Tuhan yang mampu menciptakan langit yang tinggi, luas, lagi besar beserta segala sesuatu yang ada padanya, seperti bintang-bintang yang tetap pada tempatnya dan yang beredar pada garis edarnya serta tanda-tanda (kekuasaan-Nya) yang ada padanya; dan bumi ini beserta segala sesuatu yang ada padanya, yaitu dataran-dataran rendahnya, gunung-gunungnya, hutan rimbanya, padang saharanya, laut-lautnya, pohon-pohonnya, tumbuh-tumbuhannya; dan segala macam hewan yang beraneka ragam jenis, manfaat, bentuk dan warnanya; mampu pula untuk menghidupkan manusia? Jawabannya, tentu saja mampu. Dalam ayat yang lain disebutkan oleh firman-Nya:
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya, (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al-Ahqaf: 33)
“Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penentang yang nyata? Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, ‘Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?’ Katakanlah, ‘Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakan-nya yang pertama kali.’ Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, yaitu Tuhan yang menjadikan untuk kalian api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kalian nyalakan api dari kayu itu. Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ Maka terjadilah ia. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kalian dikembalikan.” (Yasin: 77-83)
Ayat 19-20
Firman Allah ﷻ: “Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kalian dan mengganti (kalian) dengan makhluk yang baru, dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah.” (Ibrahim: 19-20) Maksudnya, tidak sulit bagi-Nya, tidak pula sukar; bahkan hal itu amat mudah bagi-Nya. Apabila kalian menentang perintah-Nya, bisa saja Dia melenyapkan kalian dan mendatangkan makhluk lain yang bersifat tidak sama dengan kalian, seperti yang diungkapkan oleh Allah ﷻ dalam ayat lain melalui firman-Nya:
“Hai manusia, kalianlah yang butuh Allah; dan Allah, Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kalian dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kalian). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.” (Fathir: 15-17)
“Dan jika kalian berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kalian) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kalian.” (Muhammad: 38)
“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)
“Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kalian, wahai manusia; dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai pengganti kalian). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.” (An-Nisa: 133)
Dan ketahuilah, yang demikian itu, yakni menggantimu dengan makhluk yang lebih baik dan lebih sempurna adalah hal yang tidak sukar bagi
Allah. Semua makhluk pasti akan merasakan kematian. Dan setelah mati,
mereka semua di Padang Mahsyar akan berkumpul untuk menghadap ke
hadirat Allah guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Setelah mereka berkumpul lalu orang yang lemah'para pengikut orang
kafir'berkata kepada orang yang sombong'pemimpin mereka di dunia,
Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu dalam mendustakan para nabi dan rasul, maka dapatkah kamu pada hari ini menghindarkan kami dari azab Allah yang sangat pedih ini, walaupun sedikit saja,
seperti janji kamu dahulu' Mereka menjawab, Sekiranya Allah memberi
petunjuk kepada kami untuk beriman, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu dan membimbing kamu menuju keselamatan. Akan tetapi kita lebih memilih jalan kesesatan sehingga hari ini sama saja bagi
kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita semua tidak mempunyai
tempat sedikit pun untuk melarikan diri dari siksa Allah.
Dalam ayat ini, Allah menegaskan pula bahwa memusnahkan semua itu tidaklah sukar bagi-Nya, karena Dialah pencipta dan penguasanya. Tidak ada sesuatupun yang kuasa menghalangi, apabila Dia menghendaki untuk menimpakan siksa kepada hamba-Nya.
“Tidakkah engkau lihat, bahwasanya Allah telah menciptakan semua langit dan bumi dengan kebenaran?"
(pangkal ayat 19)
Coba lihat betapa teratur jalannya langit dan bumi itu, semuanya beredar dengan benar, tidak ada yang salah dan yang cacat. Semua seimbang dan setimbang, tidak ada yang patut dicela; apatah lagi kalau telah ada pengetahuan kita tentang rahasia yang ada di dalamnya. Tidak ada yang diciptakan dengan sia-sia.
“Jika Dia kehendaki, niscaya dihilangkan-Nya kamu dan didatangkan-Nya makhluk yangbanu."
(ujung ayat 19)
“Dan yang demikian itu bagi Allah, tidaklah sukar"
(ayat 20)
Hal itu dapatlah kita rasakan apabila kita memerhatikan langit dan bumi. Bumi ini sendiri demikian besarnya, sehingga berjuta-juta manusia, dan beribu macam binatang dapat hidup di dalamnya, namun dia hanya satu di antara berjuta-juta bintang di angkasa luas, yang berjuta di antaranya jauh lebih besar daripada bumi. Kalau demikian halnya apalah sukarnya bagi Allah Ta'aala buat menghapuskan sekelompok umat manusia dari muka bumi itu karena durhakanya kepada Allah, lalu mendatangkan makhluk baru akan gantinya. Apalah sukarnya bagi Allah menghapuskan makhluk yang bernama manusia itu sekaligus jika bumi tempatnya berdiam itu, hanya laksana pasir sebutir di samping bintang-bintang yang lain. Sungguhlah kedua ayat ini menyuruh manusia berpikir, di mana kedudukannya dalam alam ini dan apa yang mesti dikerjakannya selama hidupnya.
“Dan akan menghadaplah mereka sekalian kepada Allah."
(pangkal ayat 21)
Yaitu bila Kiamat datang semua akan menghadap Allah, bagi memperhitungkan per-buatan-perbuatan semasa hidup di dunia.
Si zalim, si aniaya, pemimpin palsu, manusia-manusia yang selama di dunia merasa dan bersikap seakan-akan hidup tidak akan mati-mati, pemuka yang merayu orang dengan berbagai rayuan yang menyesatkan; semuanya itu akan bersama di hadapan Allah, bersama-sama dengan orang lemah yang selama hidupnya di dunia hanyalah menjadi Pak Turut, bondong air, bondong dedak, yang bisa saja dibelok-belokkan ke mana-mana. Semuanya menghadaplah di hadapan Mahkamah Tinggi Ilahi. Di situlah timbul perhitungan atas sikap yang telah dilalui selama di dunia.
“Dan berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang membesarkan diri itu." Yaitu orang-orang yang lemah pendiriannya karena tidak mau mempergunakan akalnya, lalu dia menjadi Pak Turut saja kepada orang-orang yang terkemuka, yang dengan percakapan manis dan sombong telah mengajak si lemah tadi supaya mengikut mereka, walaupun ajakannya itu kepada kesesatan. Kadang-kadang orang-orang ini sebagai pemimpin agama atau kepala peme-rintahan atau pengadu untung. Setelah semuanya berdiri di hadapan Allah untuk menghadapi perhitungan, barulah si lemah tadi mengerti bahwa kepadanya diadakan pemeriksaan langsung, maka dia pun kehilangan daya karena di kala hidup, dia pun dalam hati kecilnya merasa bahwa ajakan orang-orang yang membesarkan diri itu adalah ajakan yang salah, tetapi dia demikian lemah semangatnya, sehingga menurut saja. Setelah sampai ke gelanggang bersoal jawab itu, bertemulah dia kembali dengan orang yang menyesatkannya itu, lalu katanya, “Sesungguhnya kami ini adalah pengikut kamu." Kalau tidak karena menuruti ajakan kamu, tidaklah nasib kami akan jadi begini."Maka bisakah kamu melepaskan kami agak sedikit pun dari adzab Allah?" Seakan-akan kita rasakan betapa suasana yang meliputi perasaan orang yang beragama hanya karena turut-turutan pada masa itu banyak bergantung kepada akar yang lapuk. Apakah jawab yang dapat diberikan oleh orang yang masa di dunia begitu dibesar-besarkan dan diagung-agungkan? Yang si lemah pribadi datang melindungkan diri kepadanya? Apakah yang dapat mereka jawabkan pada saat seorang manusia tidak ada kelebihannya dari yang lain kalau bukan karena amalnya yang baik?
“Mereka menjawab, “Kalau Allah memberi petunjuk kami, niscaya telah kami beri pe-tunjuk (pula) akan kamu." Di saat itulah mereka mengakui terus terang bahwa segala pengajaran yang mereka berikan kepada si lemah bodoh itu bukanlah petunjuk Allah kepada mereka, melainkan timbul dari per-dayaan hawa nafsu mereka sendiri, penipu karena merasa diri orang pandai, sehingga ada di antara mereka yang menjamin pengikutnya yang bodoh itu akan masuk ke surga asal mau menuruti apa yang dia ajarkan. Di sanalah baru mereka mengaku bahwa derajat mereka seperti yang diikut, sama saja dengan yang mengikut."Sama saja bagi kita, apakah kita bersusah hati atau kita bersabar." Pada saat sekarang setelah berhadapan dalam Mahkamah Allah sudah sama saja bagi kita, bersusah hati ataupun bersabar, namun adzab akan kita terima juga. Masing-masing menurut besar dan kecilnya kesalahan.
“Tidak ada lagi tempat kita lari."
(ujung ayat 21)
Ayat ini memberikan ketegasan bahwasanya dalam hai beragama, pakailah akal yang murni dan jangan salah memilih pemimpin. Pemimpin yang sebenarnya hanya Nabi, dialah yang akan mengeluarkan manusia dari gelap gulita kebodohan kepada terang benderang iman, berpedoman kepada ajaran kitab yang diwahyukan Allah.
“Dan berkatalah setan setelah hukum diputuskan"
(pangkal ayat 22)
Yaitu setelah Allah menjatuhkan keputus-an hukum-Nya tentang amal baik atau amal buruk seseorang."Sesungguhnya Allah telah berjanji dengan kamu, suatu perjanjian yang benar." Setan mengaku bahwa janji Allah itulah yang benar. Yaitu apabila diikuti suruhan dan dihentikanlaranganAllah,merekaakanselamat. Itulah janji yang benar. Tetapi si setan datang mengganggu."Dan aku pun telah berjanji dengan kamu, tetapi aku salahi janjiku dengan kamu itu." Artinya, janji yang aku kemukakan kepada kamu itu adalah janji yang palsu; yang buruk aku katakan baik, yang baik aku katakan buruk, lalu dia mengaku hal yang sebenarnya terus terang."Dan tidaklah ada bagiku kekuasaan atas kamu, melainkan setelah aku ajak kamu, kamu perkenankan ajakanku, maka janganlah kamu mencela aku, tetapi celalah dirimu (sendiri)." Sebab lantaran bodohmu kamu suka aku tipu.
Sekarang datanglah hari perhitungan yang sebenarnya, masing-masing kita menerima keputusan tentang kesalahan masing-masing di hadapan Allah."Tidaklah aku dapat menolong kamu, dan tidak pula kamu dapat menolong aku." Bertanggungjawablah kita masing-masing atas perbuatan kita tangan yang mencencang, bahulah yang memikul."Sesungguhnya aku kufur kepada pekerjaanmu menyekutukan daku dahulunya." Artinya pada hakikatnya aku sendiri tidaklah menyetujui perbuatanmu itu menyekutukan Allah dengan daku, karena menjalankan dua perintah dan melaksanakan dua perjanjian yang berlawan, yakni janji Allah yang benar beserta janjiku yang bohong. Maka datanglah peringatan Allah,
“Sesungguhnya orang-orang yang zalim."
— yang aniaya atas dirinya sendiri karena menuruti jalan yang salah — “Bagi mereka adalah adzab yang pedih."
(ujung ayat 22)
Demikianlah setan, kalau tidak demikian, tidak setan namanya. Di waktu di dunia dia merayu membawa manusia ke jalan yang salah, membuat janji-janjian yang palsu. Namun setelah datang hari pertanggungjawaban, dia berlepas diri. Maka terkatung-katunglah para pengikut, sebab si setan lebih dahulu telah menutup pintu, mengatakan bahwa kita sekarang tidak dapat tolong menolong lagi. Aku tak dapat menolong kamu dan kamu pun tak dapat menolong aku, marilah kita melepaskan diri masing-masing. Di saat itu baru dia mengaku terus terang bahwa janji yang benar ialah janji Allah. Adapun janji dan bujuk rayu yang dikemukakannya masa di dunia adalah hampa belaka dan dia sendiri yang lebih dahulu memungkirinya. Yang salah sebenarnya bukanlah aku, aku ini memang sudah sengaja tukang memperdayakan makhluk. Yang salah itu ialah kamu, mengapa kamu turutkan kataku. Sebab itu yang akan disesali janganlah pula aku, melainkan sesalilah dirimu sendiri.
Dia membasuh tangan — dan memang demikianlah setan — Setelah di saat itu baru dia mengaku bahwa dia tidak mengakui lagi apa yang dipersekutukan oleh orang-orang yang diperdayakannya itu. Dan di penutup perkataannya barulah dikatakannya keadaan yang sebenarnya, yaitu bahwa orang yang zalim adalah diancam oleh adzab siksaan yang pedih sekali.
Apa lagi tempat berpegang dari orang yang imannya hanya turut-turutan kepada orang lain dan hidupnya dikendalikan oleh setan.
Al-Qasyani menulis dalam tafsirnya, “Tatkala telah nyata kuasa kebenaran oleh setan keraguan, dan telah mendapat terang dari sinarnya mulailah dia tunduk dan menyerah. Mulailah dia mengakui bahwa hujjahkebenaran itu adalah pada Allah, bukan padanya. Dan seruan rayuannya kepada yang batil selama ini, dengan penipuan dan membuat perdayaan dengan hidup di dunia, adalah lemah dan kosong. Mulailah dia mengakui bahwa yang kekal itu ialah janji Allah, sesudahnya badan itu rusak, dan ganjaran atau siksaan sesudah hari kebangkitan kelak, adalah kebenaran sejati yang tidak diragukan lagi."Janjiku bahwa hidup ini hanya sehingga dunia saja adalah kosong." Yang akan mendapat penyesalan tidak lain ialah orang yang menerima pimpinan yang salah itu, yang tidak mempunyai alasan sama sekali. Yang menolak seruan-seruan yang benar dan tidak mempedulikannya." Sekian al-Qasyani.
Pada ayat-ayat ini Allah menjelaskan bahwa sampai kepada mahkamah perhitungan besar itu semua yang diikut akan berlepas diri. Baik guru atau pemimpin yang mengajarkan pengajian yang salah, atau setan yang memang musuh turun-temurun dari manusia. Bahkan setan-setan pada ayat ini pun ada juga ditafsirkan dengan manusia yang berperangai sebagai setan, merayu-rayu orang yang lemah dan tidak berpendirian, sehingga tersesat. Di saat yang penting itu, semua angkat bahu.
Maka kesan yang ditinggalkan oleh ayat-ayat ini, ialah bahwa janganlah beragama itu hanya turut-turutan, bahkan pakailah pertimbangan sendiri. Karena kalau tersesat, yang akan menanggungkan adalah diri sendiri pula. Sedang pelajaran asli dari rasul telah terbentang pada Al-Qur'an dan as-Sunnah beliau. Carilah guru yang jujur untuk mempelajari tuntunan agama yang benar itu.
“Dan dimasukkan orang-orang yang beriman dan beramal shalih ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dengan izin Tuhan mereka. Penghormatan mereka di dalamnya ialah “Salam!"
(ayat 23)
(Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah) tidak sulit bagi-Nya.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.
Belum tersedia. Dibutuhkan biaya untuk menambahkan tafsir ini.