{"id":6833,"date":"2019-07-22T12:30:19","date_gmt":"2019-07-22T12:30:19","guid":{"rendered":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/?p=6833"},"modified":"2020-11-06T15:51:18","modified_gmt":"2020-11-06T15:51:18","slug":"qurban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/qurban\/","title":{"rendered":"Memaknai Qurban dari QS. Assaffat 102"},"content":{"rendered":"\n<p>Perintah <strong><em>qurban<\/em><\/strong> disampaikan Allah Swt. melalui beberapa ayat Al-Qur&#8217;an dalam beberapa surat berbeda. <\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu ayat tersebut adalah surat <strong>Assaffat<\/strong> ayat 102 tentang mimpi Nabi Ibrahim yang merupakan awal mula turunnya perintah berkurban. <\/p>\n\n\n\n<p>Banyak pembelajaran penting yang terkandung dalam ayat tersebut. Kurban adalah bukti nyata ketakwaan dan ketaatan seorang hamba dalam menjalankan perintah-Nya, meskipun sangat berat. <\/p>\n\n\n\n<p>Kurban juga mempererat hubungan antarmanusia dan meningkatkan kualitas pribadi seorang muslim.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari Raya <strong>Iduladha<\/strong> disebut juga Idul Kurban karena pada hari itu, umat Islam diberi kesempatan mendekatkan diri kepada Allah dengan cara <strong>menyembelih<\/strong> hewan <em>qurban<\/em><strong>.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Berkurban mengingatkan umat Islam pada sejarah Iduladha, yaitu\nketeladanan Nabi Ibrahim seperti tertulis dalam surat <strong>Assaffat<\/strong> ayat 102.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p><em>\u201cMaka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, \u2018Hai anakku, sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu\u2019. Ismail menjawab, \u2018Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapati aku termasuk orang yang sabar\u2019.\u201d<\/em><\/p><cite>Surat <strong>Assaffat<\/strong> Ayat 102 <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"683\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/localhost:8080\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-2019-683x1024.jpg\" alt=\"qurban sapi\" class=\"wp-image-6851\" srcset=\"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-2019-683x1024.jpg 683w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-2019-200x300.jpg 200w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-2019-768x1152.jpg 768w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-2019-600x900.jpg 600w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-2019.jpg 1000w\" sizes=\"(max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><figcaption>pinterest.de\/bobrienphoto<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Dalam <em>Misykatul Anwar<\/em>, disebutkan bahwa Nabi Ibrahim adalah seorang yang kaya raya. <\/p>\n\n\n\n<p>Beliau memiliki 1.000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 unta, bahkan di dalam riwayat lain dinyatakan kekayaan beliau mencapai 12 ribu ekor ternak. <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p>Suatu ketika, seseorang bertanya, \u201cMilik siapa ternak-ternak ini?\u201d. Nabi Ibrahim menjawab, \u201cKepunyaan Allah, tetapi saat ini masih milikku. <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p>Sewaktu-waktu jika Allah berkehendak, aku serahkan semuanya. Jangankan hanya ternak, jika Allah meminta anak kesayanganku Ismail, pasti akan kuserahkan juga.\u201d <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Menurut tafsir Ibnu Katsir, ucapan Nabi Ibrahim itulah yang dijadikan bahan ujian oleh Allah Swt. dengan memintanya <strong>menyembelih<\/strong> Ismail. <\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, mengapa Nabi Ibrahim tak sedikit pun ragu mengurbankan anaknya, padahal itu hanya sebuah mimpi? <\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui, mimpi seorang nabi memiliki sifat-sifat khusus yang berbeda dengan mimpi manusia biasa. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini harus diyakini pula oleh para muslim supaya bisa memahami pesan dalam surat <strong>Assaffat<\/strong> 102 tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam teori tafsir, wahyu dari Allah Swt. kepada para nabi disampaikan\ndengan beberapa cara: secara langsung terpatri dalam kalbu, melalui malaikat Jibril yang menemui langsung para nabi,\nmelalui suara tertentu, atau melalui mimpi. <\/p>\n\n\n\n<p>Mimpi seorang nabi termasuk salah satu jenis wahyu karena apa pun yang dilihat seorang nabi, baik dalam kondisi terjaga maupun di dalam tidurnya, tidak mungkin salah. <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"819\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/localhost:8080\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-atas-nama-anak-819x1024.jpg\" alt=\"ibadah qurban disyariatkan oleh nabi\" class=\"wp-image-6856\" srcset=\"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-atas-nama-anak-819x1024.jpg 819w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-atas-nama-anak-240x300.jpg 240w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-atas-nama-anak-768x960.jpg 768w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-atas-nama-anak-600x750.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 819px) 100vw, 819px\" \/><figcaption>pexels.com<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Bagi seorang nabi, tidak ada hal yang samar-samar. Mimpi seorang nabi juga tidak mungkin berasal dari setan atau <em>wahm.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Setan pun mencoba menggoyahkan iman Nabi Ibrahim, tetapi tak dihiraukan sedikit pun. <\/p>\n\n\n\n<p>Nabi Ibrahim melempari setan-setan penggoda itu dengan batu dan peristiwa ini diabadikan menjadi salah satu rangkaian dalam ibadah haji, yakni melempar jumrah. <\/p>\n\n\n\n<p>Seperti ayahnya, Ismail pun menunjukkan ketaatannya. Saat Nabi Ibrahim belum juga mengayunkan pedang ke lehernya, Ismail mengira ayahnya ragu. <\/p>\n\n\n\n<p>Ismail melepas tali pengikat dan meminta ayahnya mulai <strong>menyembelih<\/strong> seraya berpaling agar sang ayah tidak melihat wajahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua ayah dan anak itu pun memasrahkan semua kepada Allah Swt. Namun, saat mata pedang nyaris menyentuh leher Ismail, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menghentikan perbuatannya.  <\/p>\n\n\n\n<p>Lalu sebagai imbalan bagi keikhlasan mereka berdua, Allah menggantinya dengan seekor domba. <\/p>\n\n\n\n<p>Peristiwa ini digambarkan dalam ayat selanjutnya, yaitu ayat 107\u2013110.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p><em>\u201cDan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.\u201d <\/em><\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<h2><em>Qurban<\/em>\nMerupakan Bentuk Ketakwaan dan Ketaatan Seorang Hamba<\/h2>\n\n\n\n<p>Surat <strong>Assaffat<\/strong> ayat 102 ini mengisyaratkan bahwa setiap manusia pasti akan mendapatkan ujian dan cobaan, tak terkecuali seorang nabi. <\/p>\n\n\n\n<p>Makin tinggi <em>maqam<\/em> (tingkatan) seorang hamba, makin berat pula ujian yang akan diterimanya, namun Allah tidak akan membebani umat-Nya melebihi kemampuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perintah penyembelihan Ismail adalah ujian yang sangat nyata bagi Nabi Ibrahim. <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"683\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/localhost:8080\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-berasal-dari-bahasa-arab-yang-artinya-683x1024.jpg\" alt=\"qurban dalam islam\" class=\"wp-image-6858\" srcset=\"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-berasal-dari-bahasa-arab-yang-artinya-683x1024.jpg 683w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-berasal-dari-bahasa-arab-yang-artinya-200x300.jpg 200w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-berasal-dari-bahasa-arab-yang-artinya-768x1152.jpg 768w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-berasal-dari-bahasa-arab-yang-artinya-600x900.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><figcaption>pexels.com<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Sungguh bukan hal mudah ketika seorang ayah harus mengorbankan anaknya sendiri, terlebih lagi Ismail adalah anak yang sudah dinantikan begitu lama oleh Nabi Ibrahim dan istrinya.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p><em>\u201cKetika hijrah menuju tanah suci, Nabi Ibrahim a.s. merindukan kehadiran seorang anak. Ketika itu, ia berdoa, \u2018Tuhanku, berikanlah aku seorang anak yang salih\u2019.\u201d <\/em><\/p><cite>Surah Assaffat Ayat 100<\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<h4><strong>Lantas, apa rahasia yang ingin Allah sampaikan melalui peristiwa ini? <\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Melalui ujian yang mahaberat tersebut, ternyata Allah ingin memperlihatkan bahwa Nabi Ibrahim adalah hamba yang tunduk secara mutlak kepada perintah-Nya. Sikap inilah yang harus diteladani oleh semua umat Islam.<\/p>\n\n\n\n<p>Peristiwa tersebut menggambarkan dengan jelas kualitas keimanan Nabi Ibrahim dan Ismail. <\/p>\n\n\n\n<p>Mereka terbukti menjadi hamba-hamba yang bertakwa, ikhlas, dan berserah diri sehingga Nabi Ibrahim mencapai <em>maqam<\/em> <em>al-muhsinin<\/em> dan Ismail mencapai derajat <em>ash-shabirin.<\/em> <\/p>\n\n\n\n<p>Karena itulah, ibadah kurban merupakan bentuk ketakwaan dan ketaatan seorang hamba terhadap perintah Allah Swt. <\/p>\n\n\n\n<p>Betapa pun beratnya sebuah perintah, seorang hamba yang bertakwa akan melaksanakannya dengan penuh ketaatan dan keikhlasan. <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"683\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/localhost:8080\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-dengan-uang-hutang-683x1024.jpg\" alt=\"qurban di palestina\" class=\"wp-image-6859\" srcset=\"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-dengan-uang-hutang-683x1024.jpg 683w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-dengan-uang-hutang-200x300.jpg 200w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-dengan-uang-hutang-768x1152.jpg 768w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-dengan-uang-hutang-600x900.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><figcaption>(gervyn-louis) unsplash.com<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h2><em>Qurban<\/em>\nMempererat Hubungan Antar Manusia<\/h2>\n\n\n\n<p>Di dalam Islam, setiap ibadah memiliki dua dimensi: hubungan vertikal antara makhluk dengan Allah Swt. (<em>hablumminallah<\/em>) dan hubungan horizontal antarmanusia (<em>hablumminannas<\/em>). <\/p>\n\n\n\n<p>Kehidupan yang baik di akhirat harus diraih sejak di dunia dengan cara memperbanyak amal salih.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun pengertian <strong>takwa<\/strong> terkait dengan ketaatan seorang hamba kepada Allah Swt., kurban juga memiliki dimensi horizontal, yaitu dalam hubungan antarmanusia. <\/p>\n\n\n\n<p>Tingkat ketakwaan seseorang juga bisa diukur dari kepedulian terhadap sesama manusia. <\/p>\n\n\n\n<p>Peristiwa digantinya Ismail dengan <strong>domba <\/strong>melambangkan betapa berharganya nyawa dan kehidupan manusia dalam Islam. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, perintah membagikan daging kurban, baik <strong>domba<\/strong>, <strong>kambing<\/strong>, maupun <strong>sapi<\/strong> kepada kaum duafa juga merupakan bentuk nyata kepedulian para muslim terhadap sesama.<\/p>\n\n\n\n<p>Hikmah lain dari peristiwa kurban adalah bahwa setiap muslim hendaknya siap berkurban demi kebahagiaan orang lain, khususnya mereka yang kurang mampu. <\/p>\n\n\n\n<p>Semangat kurban juga mengingatkan muslim untuk tidak terjebak gaya hidup hedonis, serakah, egois dan lalai dalam beribadah kepada-Nya.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<h2><em>Qurban<\/em>\nMeningkatkan Kualitas Diri<\/h2>\n\n\n\n<p>Dengan dua dimensi yang terdapat pada ibadah kurban<em>, <\/em>yaitu ketakwaan dan hubungan antarmanusia, maka berkurban juga merupakan sarana meningkatkan kualitas diri sehingga memiliki akhlak terpuji sebagaimana pribadi Rasulullah saw.<\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam surat Alqalam ayat 4, Allah Swt. berfirman:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p><em>\u201cDan sesungguhnya kamu&nbsp; (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.\u201d<\/em><\/p><cite>Surat Alqalam Ayat 4 <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Melalui ayat tersebut, Allah Swt. secara tegas menyatakan tingginya\nkualitas diri Rasulullah saw. Ketaatan pada perintah Allah, akhlak terhadap\nsesama manusia, baik sebagai pemimpin, suami, ayah, pedagang, tetangga, dan\nlainnya terkumpul dengan sempurna dalam diri pribadi beliau.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"683\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/localhost:8080\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-ceramah-683x1024.jpg\" alt=\"qurban atau aqiqah\" class=\"wp-image-6860\" srcset=\"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-ceramah-683x1024.jpg 683w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-ceramah-200x300.jpg 200w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-ceramah-768x1152.jpg 768w, https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/qurban-ceramah-600x900.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><figcaption>(mostafa-meraji) unsplash.com<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Bagi umat Islam, Rasulullah saw. adalah teladan dalam segala hal,\ntermasuk perilaku dan akhlaknya, sebagaimana dinyatakan Allah Swt. di dalam\nsurat Alahzab ayat 21:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p><em>\u201cSungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.\u201d<\/em><\/p><cite>Surah Alahzab Ayat 21 <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Menjalankan ibadah kurban akan meningkatkan kualitas diri seorang muslim menjadi pribadi yang bertakwa, terasah empatinya, dan mampu mengendalikan diri demi meraih rida Allah Swt. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana difirmankan di dalam surat Alhajj ayat 37 mengenai makna <strong><em>qurban<\/em><\/strong> yang sesungguhya. <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p><em>\u201cDaging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan Allah), melainkan ketakwaan kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu&nbsp; supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.\u201d<\/em><\/p><cite> <br>Surah Alhajj Ayat 37 <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p><em>Wallahua\u2019lam.<\/em><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p>Usai baca artikel ini, kunjungi website dan download aplikasi Learn Quran di: <a href=\"http:\/\/www.learn-quran.co\">www.learn-quran.co<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk info lebih lanjut, ikuti kami di:<br>Instagram: <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/learnquranapp\/\">@learnquranapp<\/a><br>Facebook: Learn Quran<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perintah qurban disampaikan Allah Swt. melalui beberapa ayat Al-Qur&#8217;an dalam beberapa surat berbeda. Salah satu ayat tersebut adalah surat Assaffat ayat 102 tentang mimpi Nabi Ibrahim yang merupakan awal mula turunnya perintah berkurban. Banyak pembelajaran penting yang terkandung dalam ayat &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6858,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2569],"tags":[2704,2706,2703,2705,2702],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6833"}],"collection":[{"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6833"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6833\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6949,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6833\/revisions\/6949"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6858"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}