{"id":6599,"date":"2019-05-13T06:23:37","date_gmt":"2019-05-13T06:23:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.tafsir.learn-quran.co\/blog\/?p=6599"},"modified":"2020-11-06T15:56:39","modified_gmt":"2020-11-06T15:56:39","slug":"tafsir-ijmali-juz-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/tafsir-ijmali-juz-3\/","title":{"rendered":"TAFSIR IJMALI JUZ 3"},"content":{"rendered":"\n<p> <br>Pada pembahasan kali ini akan memuat materi dari Juz tiga yakni dari <a href=\"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/id\/surat-2-al-baqarah\/ayat-253\">Q.S. Al baqarah ayat 253<\/a> sampai <a href=\"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/id\/surat-3-al-imran\/ayat-91\">Q.S. Ali Imran ayat 91<\/a>. Juz ketiga menjadi spesial karena banyak hal, di antaranya karena padanya terdapat ayat Kursi. Ayat termulia dalam Al-Qur&#8217;an yang terhimpun padanya setinggi-tingginya pujian, seluhur-luhurnya sifat Tuhan, termasuk nama Allah teragung: Alhayyul Qayyum, yang juga diulang di awal Ali &#8216;Imran, masih di juz 3. Di juz ini pulalah terletak ayat yang turun paling terakhir, <a href=\"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/id\/surat-2-al-baqarah\/ayat-281\">QS. 2: 281<\/a>. Ayat yang kuat sekali pesan perpisahannya. Tentang takwa, tentang kematian, tentang pertanggungjawaban. Di sini jualah membentang ayat terpanjang dalam Al-Qur&#8217;an, <a href=\"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/id\/surat-2-al-baqarah\/ayat-282\">QS. 2: 282<\/a>. Panjangnya yang utuh sehalaman dan temanya yang terkait harta mengingatkan panjangnya hisab terkait harta di akhirat kelak.<\/p>\n\n\n\n<p>Juz ini menerangkan bahwa kebenaran Islam begitu jelas benderang, sehingga untuk mengajak orang lain memeluknya tidak butuh paksaan. Tetapi ingat bahwa agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam. Islam adalah kebenaran dari Allah, maka jangan sekali-kali ragu. Ayat Al-Qur&#8217;an yang mutasyabihat (samar makna) pun jelas ketika dikembalikan kepada ayat yang muhkamat (mudah dipahami). Barangsiapa beragama selain Islam, maka amalnya takkan diterima dan di akhirat dia termasuk orang yang merugi. Maka berpegang teguhlah pada kebenaran Islam dengan mengesakan-Nya dalam ibadah dan menjauhi setan dan objek ibadah selain-Nya. Sungguh dengannya kita telah berpegangan pada tali kekar yang lengkara terberai. <\/p>\n\n\n\n<p>Islam akan Allah\njayakan, maka jangan bergantung pada selain Allah untuk dapat meraih kekuasaan.\nAllah-lah sang pemilik kekuasaan absolut. Dialah yang sekehendak-Nya memberi\ndan mencabut kekuasaan. Dialah yang sesuai kebijaksanaan-Nya menganugerahkan\nhikmah, karunia, dan rahmat. Semuanya di tangan Allah. Kisah pengangkatan Raja\nThalut di era Nabi Samuel pada juz kedua lalu hanyalah salah satu contohnya.\nSekali lagi, janganlah seorang mukmin mencari kemuliaan dan kekuasaan dengan\nmenjadikan kaum kafirin sebagai pemimpin dan sahabat dekat. Apalagi menjadi\nkafir setelah beriman. Yang demikian itu justru akan mewariskan kehinaan dan\nazab pedih. Ia mustahil dilakukan oleh mereka yang meneladani Rasulullah\nsebagai bukti cinta pada Allah meski segolongan Ahli Kitab berangan menyesatkan\nkaum muslimin.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, mereka campur adukkan yang haq dengan yang batil. Mereka pura-pura beriman lalu tetiba murtad dengan harapan menjadi goyahlah keyakinan kaum muslimin.\u00a0 Mereka sembunyikan kebenaran dan ingkari banyak ayat Tuhan. Mereka putar balikkan lidah mereka agar disangka membacakan ayat Tuhan padahal bukan. Mereka perjualbelikan perjanjian dengan Allah secara murah. Mereka mengklaim Nabi Ibrahim seagama dengan mereka padahal beliau seorang muslim nan hanif. Sekalipun demikian, bersikap objektiflah, wahai kaum muslimin. Ada pula Ahli Kitab yang amanah bahkan ketika dipercayakan menjaga harta banyak. Ahli Kitab pun banyak kesamaan dengan kalian. Hendaknya mereka diajak kepada Kalimatin Sawa&#8217; (kata sepakat) yang menyatukan semua, yakni tauhid. Al-Qur&#8217;an membenarkan Taurat &amp; Injil secara umum. Jika mereka enggan diajak bersatu di atas tauhid, maka tegaskanlah bahwa kalian adalah muslim. Jika mereka terus mendebat, silakan ajak mereka bermubahalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan dua\njuz sebelumnya yang lebih dominan mengupas Yahudi, juz 3 lebih fokus pada\nNasrani, meski semua sama-sama menyingung Ahli Kitab secara umum. Oleh\nkarenanya, di juz 3 ini kita menyaksikan runutan kisah Maryam (Mary the\nVirgin), Nabi Yahya (John the Baptist), Nabi Isa (Jesus the Christ)\n&#8216;alaihimussalam beserta tokoh-tokoh penting di sekitar mereka. Allah bawakan\nkisah keluarga &#8216;Imran yang lama tak kunjung dikaruniai keturunan hingga Hannah,\nsang istri, bernazar akan menyerahkan anak yang lahir sebagai pengabdi di\nBaitul Maqdis. Tumbuhlah Maryam sebagai wanita pengabdi Baitul Maqdis di bawah\nbimbingan Nabi Zakariya, pamannya, yang dipilih Allah setelah diseleksi melalui\nlempar pena ke sungai.<\/p>\n\n\n\n<p>Nabi Zakariya melihat\nbanyak karamah Maryam sebagai wanita pilihan terbaik di masanya. Hingga ketika\nmelihat Allah karuniai Maryam buah-buahan bukan pada musimnya, semakin kuatlah\nkeyakinan Nabi Zakariya bahwa Allah pun mampu menganugerahi anak kepada beliau\nmeski usia beliau dan Elisabeth, sang istri, sudah lansia, bukan lagi masanya\nberketurunan. Ketika beliau khusyu berdoa, Jibril pun memberi kabar gembira\nkehamilan Nabi Yahya. Jibril juga mengabari Maryam akan lahirnya Nabi Isa tanpa\nayah, dengan kalimat &#8220;Kun&#8221; layaknya penciptaan Nabi Adam. Kedua Nabi\nmuda ini akan bahu membahu berdakwah di Kekaisaran Romawi. Yahudi yang tak suka\nmembuat makar dengan menebar hoax terkait mereka berdua. Nabi Yahya akhirnya\ndibunuh sedangkan Nabi Isa yang dibekali mukjizat melimpah diangkat oleh Allah\nke langit kedua untuk menyelamatkan beliau dari penyaliban.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah Allah\nselalu menolong mereka yang berjuang dan berkorban di jalan-Nya. Allah balas\nmakar jahat mereka dengan &#8216;makar&#8217; yang lebih dahsyat. Dia Maha Perkasa lagi\nsanggup membalaskan dendam. Itu karena milik-Nyalah semua yang di langit maupun\ndi bumi. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya walau hanya sebersit isi hati.\nTetapi Allah tidak akan membebani kecuali sebatas kemampuan terbaik yang\ndikerahkan seorang hamba. Tidak menghukum pelanggaran yang terjadi karena lupa\natau tak sengaja. Bahkan Dia pun berkenan mengampuni siapa yang Dia kehendaki.\nSebagai mukmin, kita teladani Rasul dan para Shahabat yang selalu mendengar,\ntaat, banyak meminta ampun pada-Nya, serta tak pernah berhenti memohon\npertolongan Allah dalam perjuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan sejak awal juz\nAllah sudah motivasi Nabi Muhammad bahwa para nabi yang begitu banyak\njumlahnya, semuanya meski berbeda keistimewaan dan derajat, turut berjuang\ndengan berkorban jiwa dan harta. Tidak perlu takut jiwa akan terbunuh karena\nAllah pelindung orang yang beriman. Jangan takut andai nyawa melayang, memang\nitu karena kehendak Allah yang menghidupkan dan mematikan. Sebagaimana debat\nNabi Ibrahim versus Namrud sang raja Asyyiria, Nabi &#8216;Uzair yang wafat 100 tahun\nlalu dihidupkan, hidup kembalinya kota Al-Quds pasca invasi Nebukanedzar II,\nserta hidup kembalinya empat burung yang dipotong-potong oleh Nabi Ibrahim\n&#8216;alaihissalam, dan hidup sesaatnya Sam bin Nuh di tangan Nabi Isa, &#8216;alaihimush\nshalatu wassalam.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan pula kuatir kehabisan harta yang digelontorkan di jalan Allah, sebab ia akan dilipatgandakan 700 kali lipat. Kuatirlah pada keinginan disanjung karena pahala akan sirna tak berbekas bagai tanah di atas batu licin yang diterjang air hujan. Kuatirlah pada mengungkit pemberian karena pahala akan hangus bak terbakarnya kebun penuh aneka buah diterpa angin panas. Kuatirlah kala harta diperoleh dari keharaman semisal riba, karena ia berarti perang melawan Allah dan Rasul-Nya lagi memusnahkan keberkahan. Dunia memang penuh dengan gemerlap keindahan yang disenangi nafsu. Mulai dari lawan jenis, anak keturunan, uang &amp; perhiasan, hingga kendaraan mewah. Terlebih setan menakut-nakuti dengan kefakiran. Tapi selalulah ingat bahwa akhirat jauh lebih megah nan kirana. Justru semakin sempurnalah kebajikan kala kita berkorban hal yang sangat dicintai. Dan apa pun yang kita infakkan, sungguh terhadapnya Allah Maha Mengetahui. Wallahu A&#8217;lam.<\/p>\n\n\n\n<hr>\n<p>Untuk mendapatkan file dalam bentuk PDF silakan download di: <\/p>\n<p>Penulis: Nur Fajri Romadhon<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada pembahasan kali ini akan memuat materi dari Juz tiga yakni dari Q.S. Al baqarah ayat 253 sampai Q.S. Ali Imran ayat 91. Juz ketiga menjadi spesial karena banyak hal, di antaranya karena padanya terdapat ayat Kursi. Ayat termulia dalam &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":6600,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2569,2571,2583],"tags":[2597,2592,2600,2593,2595,2594,2596,2599,2598],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6599"}],"collection":[{"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6599"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6599\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6959,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6599\/revisions\/6959"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6600"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6599"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6599"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tafsir.learn-quran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6599"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}